camat
Suasana rumah duka yang masih dipenuhi sejumlah warga yang tengah mempersiapkan upacara dan para pelayat yang datang silih berganti mengucapkan bela sungkawa. (BP/bit)
TABANAN, BALIPOST.com – Suasana duka masih tampak menyelimuti rumah almarhum Tos Parta, Camat Baturiti, di desa tunjuk, Tabanan, Kamis (2/4). Bahkan istri almarhum, Putri Hari Adi masih terlihat belum bisa menerima kepergian suami tercinta. Sesekali ia kembali mengeluarkan air mata sembari menceritakan kenangan terakhir dirinya menemani suami ketika tengah dirawat di rumah sakit Tabanan.

Tidak hanya istrinya, dua orang putri almarhum yang masih dalam kondisi lemas karena sakit demam dan trombosit turun, juga seperti tidak percaya jika ayahnya telah meninggal dunia. Karena sebelum almarhum sempat dirawat dirumah sakit, ia sempat bercanda ria dengan keluarga. Dan saat almarhum terbaring lemah di ruang Griyatama 14 BRSU, dikatakan Hari Adi, suaminya sama sekali tidak pernah mengeluh sakit. Bahkan pria tambun ini masih sesekali mengeluarkan candaannya. “Ia bahkan sempat makan bubur, tapi hanya buburnya saja yang dimakan, “ceritanya lirih.

Tidak hanya itu, sebelum meninggal, ia mengaku suaminya sering melamun melihat dirinya, sembari mengatakan kasihan karena harus menjaga ia dan mertuanya yang juga dalam keadaan sakit. “Almarhum bahkan meminta saya untuk istirahat, dan menepuk pipinya kalau dia tidurnya ngorok,” katanya.

Baca juga:  Warga AS Ditemukan Tak Bernyawa di Kamarnya

Namun Tuhan berkehendak lain, ketika almarhum mengaku mengantuk hendak tidur ia langsung kejang dan dinyatakan meninggal dunia. “Saya panik dan berteriak memanggil dokter, meski sudah coba dilakukan pemeriksaan suami saya dinyatakan meninggal,” ucapnya.

Sementara itu, dari pihak keluarga almarhum yang merupakan saudara sepupu mengaku kaget. Bahkan ia tidak tahu jika saudaranya dirawat dirumah sakit.

Rencananya almarhum akan dilalukan upacara pengabenan pada Minggu (30/4) mendatang, diawali dengan upacara ngeringkes pada hari Sabtu (29/4).

Sekedar mengingatkan, Camat Baturiti Tos Parta meninggal dunia setelah sehari menjalani perawatan di BRSUD Tabanan. Direktur BRSU Tabanan dr I Nyoman Susila ketika dikonfirmasi mengatakan Selasa (25/4) Tos Parta masuk UGD karena demam tinggi. Ketika dilakukan pengecekan tensi normal, dan hasil cek trombosit turun dan dinyatakan suspect DB dan dirawat di ruang Griyatama.

Namun Rabu kemarin sore  mengalami serangan jantung  mendadak. Petugas telah berupaya memberikan bantuan namunnya tidak tertolong. Dr. Susila membantah Tos Partha meninggal karena DBD. Dijelaskan, kondisi Tos sudah membaik, namun sore kemarin tiba-tiba terkena serangan jantung dan meninggal di ruang perawatan Griyatama 14 tanpa sempat dibawa ke ICU. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.