tulamben
Yoos Yohakim Sudewo yang kolaps saat diving di Tulamben sempat dibawa ke RS BaliMed Karangasem. (BP/kmb)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Hendak menyaksikan keindahan bawah laut Pantai Tulamben namun ajal keburu menjemput. Begitulah kisah tragis seorang anggota tim penyelamat sekaligus instruktur diving, Yoos Yohakim Sudewo (54).

Pria asal Mergangsan, Yoyakarta itu ambruk dan tewas ketika hendak melakukan wisata selam di pantai di Kecamatan Kubu, Karangasem. Peristiwa tragis itu terjadi Rabu (26/4) sekitar pukul 17.00 wita.

Korban tiba-tiba ambruk lalu tak sadarkan diri di tepi pantai, tepatnya di depan Hotel Purimada, Tulamben. Ironisnya, korban kolaps beberapa menit usai mengajarkan teori menyelam kepada beberapa temannya.

Informasi yang dihimpun, Kamis (27/4), korban datang ke Tulamben untuk berwisata. Pria keturunan Tionghoa itu datang bersama tujuh teman dan anggota keluarganya. Di pantai wisata itu, korban dan rombongannya melakukan diving.

Tak lama setelah chek in, sekitar pukul 17.00 wita, korban bersama empat rekannya mulai melakukan aktivitas diving. Namun sebelum mereka nyebur ke laut, korban yang punya pengalaman dan kemampuan rescue di bidang diving didaulat memberi palatihan singkat.

Baca juga:  Cegah Pesta Miras saat Nyepi, Seribuan Liter Mikol Dimusnahkan

Pria paruh baya itu terlihat sangat sehat sebelum peristiwa naas itu terjadi. Namun ketika rekan-rekannya mulai menyelam, korban yang berdiri di tepi pantai mendadak terhuyung lalu jatuh dan pingsan.

Rekan korban, Kwik Djoni Slamet Hadi (43) hanya bisa kebingungan. Karyawan swasta asal Surabaya itu kemudian segera melakukan pertolongan.

Dibantu rekannya, korban yang tak sadarkan diri dilarikan ke Puskesmas Kubu I. “Sebelum pingsan sempat muntah-muntah,” terangnya.

Kasubag Humas Polres Karangasem, AKP Komang Orta, mengatakan korban meninggal saat perjalanan evakuasi ke RS BaliMed Karangasem. “Korban meninggal sekitar pukul 20.00 saat dibawa ke BaliMed. Jenazah sempat dibawa ke RSUD Karangasem, lalu ke RSUP Sanglah,” jelasnya.

Penyebab kematian korban masih menjadi tanda tanya. Pihak kepolisian sempat berencana melakukan otopsi, namun pihak keluarga korban tak setuju. Anak korban, Danar Kurnia Dianto, menerima kematian orangtuanya sebagai takdir. (kmb/balipost)

 

2 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.