air
Tambak udang di Dusun Yeh Buah, Penyaringan, Mendoyo yang dikeluhkan warga pasalnya sumur bornya diduga membuat sumur belasan KK di wilayah itu mongering. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Sejak sepekan belakangan ini belasan warga di Dusun Yeh Buah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana protes dan mengeluhkan sumur milik mereka mengering dan debit airnya turun.

Sumur milik warga penyanding tambak udang CV Oke tersebut mengalami kekeringan diduga disebabkan adanya penambahan beberapa sumur bor di areal perusahaan tambak di wilayah tersebut.

Dari informasi Rabu (26/4) sumur bor di perusahaan tersebut ditambah lagi 5 umur. Sementara sebelumnya tambak sudah memiliki sumur bor. Beberapa warga penyanding mengaku keluhan tersebut sebenarnya sudah lama terjadi bahkan sejak setahun belakangan ini. “Kalau di wilayah Utara sumurnya kering. Kalau di sini kalau sawah ada airnya sumur baru berisi air meski debitnya kecil,” kata seorang warga penyanding.

Beberapa warga lainnya mengharapkan pihak perusahaan bertanggungjawab dan tidak sembarangan membuat sumur bor karena itu sangat berpengaruh atau berdampak pada lingkungan. Warga juga menanyakan terkait perijinan dari perusahaan dan izin membuat sumur bor.

Salah seorang warga mengharapkan pihak yang berwenang melakukan pengecekan akan keberadaan sumur bor yang jumlahnya bertambah di perusahaan tambak tersebut karena sudah berdampak pada lingkungan. “Kami harap ini harus disikapi serius,” kata seorang warga lewat telepon.

Sementara itu Penanggungjawab perusahaan tambak udang CV Oke Nyoman Koli Yumanto dikonfirmasi di kantornya tidak ditempat. Namun dikonfirmasi melalui ponsel justru dia tidak mau berkomentar dan meminta untuk konfirmasi ke Perbekel Penyaringan. “Biar saya tidak salah, silahkan tanyakan pak perbekel,” katanya.

Baca juga:  Sumur Kuburan “Gestok” di Tegalbadeng Timur Dibongkar

Sedangkan Perbekel Penyaringan, Mendoyo, Made Destra membenarkan adanya keluhan warganya tersebut. Ada 16 KK katanya yang terdampak penambahan sumur bor di perusahaan tambak udang tersebut. “Perusahaan membuat sumur bor lagi 5, namun yang hidup cuma 2 sumur,” kata Destra.

Adanya keluhan warga itu katanya pihaknya juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan melakukan mediasi Selasa (25/4). Pihaknya datang bersama Bhabinkamtibmas, Ketua LPM, Babinsa, Panit 1 Polsek Mendoyo serta kepala dusun Yeh Buah.

Dari permasalahan tersebut sementara solusi yang diambil atas kesepakatan dari warga yang sumurnya mengalami kekeringan yaitu dari pihak CV Oke akan melakukan penggalian terhadap sumur warga sampai mendapatkan air. “Akan dicoba satu atau dua sumur warga dulu untuk digali. Jika berhasil semua sumur akan digali kembali sampai keluar air. Biayanya dari pihak perusahaan,” katanya.

Apabila solusi pertama tidak berhasil maka solusi kedua pihak CV Oke akan mencarikan air melalui PDAM. Biaya pengurusan sampai air masuk kerumah warga ditanggung oleh CV Oke. “Kami sebagai aparat desa berharap solusi ini bisa sama-sama menemukan kesepakatan dan tidak merugikan, serta terlaksana dengan baik. Karena banyak juga warga yang bekerja di tambak,” tandasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.