Karya Agung di Desa Karangasem
Suasana mapeed 34 banjar di Desa Pakraman Karangasem saat mendak catur, Senin (24/4). (BP/gik)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Puncak karya agung, mlaspas ngresigana, ngenteg linggih, nubung daging, mapeselang, tabuh gentuh dan piodalan Pura Dalem Desa Pakraman Karangasem, akan berlangsung pada Anggara Kliwon, Medangsia, Selasa (25/4). Seluruh sarana ritual pada puncak karya sudah dipersiapkan dengan matang.

Sedangkan, sehari sebelum pelaksanaan puncak karya agung ini, juga dilaksanakan berbagai rangkaian upacara di Pura Dalem desa setempat, di antaranya mapepada daging karya, mendak catur dan memben daging karya yang diikuti oleh warga 34 banjar.

Mepepada di-puput Ida Pedanda Gede Manuaba dari Gria Batan Poh, Amlapura. Jenis daging karya yang dipepada meliputi kerbau dua ekor, kambing tiga ekor, angsa dua ekor, anjing bang bungkem satu ekor, penyu satu ekor, kerbau dua ekor dan sembilan ekor ayam berbagai warna. Semua jenis binatang dijadikan sarana caru.

Simbolis mepepada daging karya, menurut Pemangku Dalem, Jro Gede Mahendra, untuk penyucian roh dari binatang yang akan digunakan sebagai sarana yadnya, sehingga nanti derajat kehidupannya lebih meningkat dari sebelumnya.

Setelah paginya usai mepepada daging karya, sore harinya pukul 15.00 wita dilanjutkan dengan mendak catur memben daging karya, di-puput Ida Pedanda Istri Keniten dari Gria Pendem Amlapura. Prosesi Mendak Catur diiringi baleganjur dan tambur mepeed oleh krama 34 banjar dari Pura Puseh ke Pura Dalem melalui jalan Gajah Mada dan Bhayangkara, yang jaraknya sekitar satu kilometer.

Baca juga:  Melihat Pengungsi, Ini yang dilakukan Turis di Desa Tenganan

Bendesa Adat Karangasem, I Wayan Bagiarta, S.H.,M.H., mengatakan saat puncak karya hari ini, sejak pagi sampai siang di Pura Dalem sebagai rangkaian dari upacara mlaspas, ngresigana, ngenteg linggih, nubung daging, mepeselang, tabuh gentuh dan piodalan Pura Dalem, upacara akan digelar di antaranya mepeselang, memutru, mapadanaan dan prajapati. Wewalennya gong, gambang, topeng, wayang dan rejang yang di-puput tujuh Ida Pedanda. Sedangkan, malam harinya, akan ditampilkan hiburan di Panggung Durga Ulangun Pura Dalem, berupa Calon Arang.

“Puncak karya akan menjadi momen bersejarah yang sangat penting bagi umat khususnya krama desa, karena baru kali ini sejak seratus tahunan desa baru dapat menyelenggarakan upacara besar dan utama,” katanya. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.