mebel
Kebakaran di Pasar Toyapakeh ludeskan toko elektronik dan mebel. (BP/dwa)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kebakaran menimpa toko mebel dan toko elektronik di areal Pasar Toyapakeh, Nusa Penida, Senin (24/4), sekitar pukul 09.00 wita. Kejadian membuat warga histeris. Kobaran api begitu besar dan membumbung tinggi hingga menghabiskan seisi toko. Kejadian ini merupakan kebakaran terbesar yang terjadi di Nusa Penida di tahun ini.

Namun atas kejadian itu, puluhan warga Nusa Penida dibaut gerah dengan kinerja unit pemadam kebakaran di Nusa Penida. Petugas lambat merespon kebakaran yang terjadi di Desa Toyapakeh, Nusa Penida. Pemadam kebakaran baru tiba di lokasi kejadian satu jam kemudian.

Anggota DPRD Klungkung Wayan Buda Parwata yang saat itu berada di Nusa Penida memantau kondisi lapangan. Menurutnya, meski kobaran api sudah semakin besar, tidak ada tanda-tanda pemadam kebakaran datang ke lokasi tersebut. Kondisi ini membuat warga Nusa Penida geram. Pasalnya, meski telah dilaporkan terjadi kebakaran, petugas pemadam tidak kunjung datang. Bahkan sudah satu jam berlalu batang hidungnya belum juga muncul.

Ketua Forum Peduli Nusa Penida Nengah Setar mempertanyakan kinerja unit pemadam kebakaran di Nusa Penida. Menurutnya, keterlambatan sampai satu jam saat terjadi bencana sangat tidak bisa ditolelir. Warga pun harus menggunakan peralatan seadanya untuk menyiram air.

Baca juga:  Diusulkan, Penambahan Trip Kapal Roro Padangbai-Nusa Penida

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pun turun tangan mengecek kebakaran tersebut. Bupati asal Nusa Ceningan tersebut terlihat emosi melihat langsung keterlambatan petugas pemadam kebakaran dalam memadamkan api.

Kebakaran menimpa Toko Laser Nusa yang menjual furnitur (Mebel) dan elektronik milik korban atas nama Salwah Sanad (36) asal kampung Kampung Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida.

Kebarakan berawal dari munculnya titik api dari tumpukan kasur springbed yang berada di pojok belakang toko. Api tersebut lantas membesar dan merembet ke barang-barang dagangan yang ada di dalam toko. Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 2 milyar.

Lambatnya kedatangan pemadam kebakaran dan terbatasnya peralatan yang digunakan warga memadamkan api membuat api baru bisa dijinakan pukul 11.00 wita. Barang yang ludes terbakar meliputi springbed, mebel, kursi, meja, lemari dan barang elektronik berupa televisi berbagai merk, kulkas, mesin cuci, komputer, Tape, AC. Api makin besar disebabkan adanya bbm jenis solar sebanyak 3.000 liter yang tersimpan di tempat itu. (dewa farendra/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.