Hut
Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra saat melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kertha Kertya Mandala Gianyar, usai perayaan HUT kota. (BP/adv)
GIANYAR, BALIPOST.com- Pusaka Budaya, Alam dan Saujana untuk Peradaban, menjadi tema HUT ke 246 Kota Gianyar. Tema itu memberi makna yang stratgis sebagai pesan pada pemerintah bersama seluruh masyarakat Gianyar untuk mampu mempertahankan jati diri, adat istiadat, budaya dan kearifan lokal dalam mencapai tujuan pembangunan.

Demikian ditegaskan Wabup Gianyar Made Mahayastra ketika menjadi Inspektur Upacara, membacakan sambutan Gubernur Bali, pada Upacara Peringatan HUT ke- 246 Kota Gianyar di lapangan Astina Gianyar, Rabu (19/4).

Lewat momentum peringatan ini masyarakat diharapkan selalu bergandengan tangan membangun Gianyar ke arah yang lebih baik. Dengan predikat bumi seni, masyarakat harus mampu mempertahankan seni dan budaya yang adiluhung.

Made Mahayastra juga menegaskan, Kota Gianyar juga memiliki sejarah, tradisi dan nilai-nilai sebagai bagian penting dari dari karakter masyarakat yang multi kultur. “Filosofi menyama braya harus tetap menjadi landasan dan juga menjadi pijakan untuk menunjukkan jati diri kita ditengah derasnya gempuran nilai- nilai budaya modern,” tegas Made Mahayastra.

Keberadaan lembaga-lembaga tradisional seperti desa pakraman, subak, banjar adat dan sekaha teruna harus tetap diberdayakan. Partisipasi dalam pembangunan daerah ditempatkan secara proporsional dalam kerangka budaya di sisi lainnya. Dengan demikian kearifan lokal akan tetap lestari, sebagai identitas sosial kultural Kabupaten Gianyar dalam mewujudkan Pulau Bali yang metaksu.

Baca juga:  Telat Apel, Anggota Propam Dihukum  

Pada kesempatan itu Wabup Mahayastra juga menghimbau masyarakat untuk selalu waspada di tengah isu-isu yang dapat mengganggu keamanan di wilayah Kabupaten Gianyar. Masyarakat harus mampu menjaga lingkungan agar tetap kondusif seperti yang sudah berjalan selama ini.

Dengan mengantisipasi sedini mungkin berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat, apabila tidak segera ditangani secara dini dan terkoordinasi dapat menimbulkan kerawanan sosial di kemudian hari.

Seusai mengikuti apel puncak Peringatan HUT ke 246 Kota Gianyar, peserta upacara juga melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kertha Kertya Mandala Gianyar.

Pada acara puncak ini juga dimeriahkan dengan tabuh petegak nyatur desa dari sanggar Sandatarum Sengguan Kawan, Sekaha Gong Darma Jati Teges Kangin, Sanggar Mekar Lestari Bakbakan  Gianyar, Sekaha Gong Suling Merdu Kumala Desa, Tegalalang. Pada kesempatan itu juga diserahkan hadiah pada pemenang lomba serangkaian dengan peringatan HUT ke 246 Kota Gianyar.(adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.