Saat tawur tabuh gentuh dipersembahkan beberapa tarian sakral di Jaba Pisan Pura Dalem Desa Karangasem. (BP/ist)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Puncak karya mlaspas ngresigana, ngenteg linggih, nubung daging, mapeselang, tabuh gentuh dan piodalan Pura Dalem Desa Pakraman Karangasem, direncanakan pada Anggara Kliwon, Medangsia 25 April nanti. Tetapi, sebelum puncak karya, lebih dulu dilaksanakan mapepada wewalungan tawur tabuh gentuh di Pura Dalem, mendak catur di Pura Puseh dan Memben di Pura Dalem, Jumat (14/4).

Sehari berikutnya bertepatan dengan hari raya Kuningan, Sabtu (15/4), dilaksanakan tawur tabuh gentuh di Pura Dalem. Ribuan umat dari 34 banjar pedek tangkil memadati lokasi upacara Tawur Tabuh Gentuh di Jaba Pisan Pura Dalem Karangasem. Upacara ini kelanjutan dari upacara mapepada wewalungan tawur tabuh gentuh, mendak catur dan memben.

Tawur tabuh gentuh dipuput Pedanda Ciwa-Buda, Ida Pedanda Gede Sideman dari Gria Gelumpang dan Ida Pedanda Gede Djelantik Duaja dari Gria Budakeling. Menurut Jero Mangku Sudanes, sarana upacaranya berupa caru dari puluhan ekor binatang yang telah disucikan melalui upacara mapepada, berupa tiga ekor kambing hitam, tiga ekor angsa putih, satu ekor kerbau, satu ekor godel, satu ekor anjing bang bungkem, satu ekor pitu, satu ekor kijang, satu ekor penyu, satu ekor babi butuan dan sembilan ekor ayam berbagai warna sesuai warna simbol arah mata angin.

Baca juga:  Puncak Karya Digelar di Pura Peninjoan Besakih

Makna tawur tabuh gentuh ini sebagai yadnya dalam mewujudkan keharmonisan unsur-unsur mahluk hidup yang ada dalam buana agung dan buana alit untuk menciptakan kesejahteraan jagat. Sebagai pelengkap upacara, digelar berbagai kesenian, meliputi Rejang Dewa, Baris, Wayang Lemah, Topeng dan Bondres “Rare Kual” dari Singaraja.

Seksi hiburan, I Made Arnawa menambahkan, hiburan lainnya juga digelar di panggung jaba Pura Dalem, Arja Canging Mas dan pengundian hadiah hiburan. “Sedangkan undian hadiah utama satu unit mobil dan tiga sepeda motor akan di undi pada puncak karya 25 April,” katanya.

Setelah ritual tawur tabuh gentuh, sehari sebelum puncak karya, kembali dilaksanakan mapepada daging karya, mendak catur dan memben daging karya. “Rangkaian karya ini cukup panjang. Oleh karena itu, saya berharap krama desa bersama-sama ngaturang ngayah. Karya Usaba Dalem baru masineb, 6 Mei mendatang,” tegas Bendesa Desa Pakraman Karangasem I Wayan Bagiarta, S.H.,M.H yang dikenal sebagai pengacara senior di Karangasem ini. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.