puskesmas
Siswi SMA korban pesta miras dirawat di Puskesmas Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Minggu (16/4) siang. (BP/udi)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Tragis dialami, Rik (16), siswi SMA di Tegaldlimo, Banyuwangi. Remaja ini harus dilarikan ke Puskesmas Sumberberas, Kecamatan Muncar setelah overdosis minuman keras (miras), Sabtu (15/4) malam.

Mirisnya, pesta miras itu digelar bersama dua oknum Polsek Tegaldlimo, berinisial Yd dan Hs. Kasus ini sedang diusut Polres Banyuwangi. Selain Rik, pesta miras itu melibatkan seorang siswi SMP, Nad dan dua gadis lainnya, Vir dan Nik, seluruhnya asal Tegaldlimo. Mirisnya lagi, pesta miras di kebun jeruk di Desa Kalipahit, Tegaldlimo ini juga diikuti dua oknum petugas Perhutani, Sg dan Ks. Yang memprihatinkan, satu dari dua oknum polisi ternyata petugas Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo.

Kasus ini terbongkar ketika korban, Rik, ditemukan dalam kondisi teler di kandang sapi milik Pairin, warga Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. Merasa curiga, Pairin yang juga pedagang kopi ini memeriksa korban. Ternyata, kondisi korban mabuk berat, diduga over dosis miras. ” Saya akhirnya bawa korban ke Puskesmas. Dari situlah, pesta miras itu terbongkar. Ternyata, korban diajak oleh dua oknum polisi dan mantri hutan,” kata Pairin, Minggu (16/4) siang.

Karena takut, pihaknya langsung menghubungi keluarga korban. Tak berselang lama, keluarga datang. Kejadian ini, kata Pairin, sudah dilaporkan ke Polsek Tegaldlimo. Keluarga tak terima dengan kejadian ini. Apalagi, korban masih berstatus pelajar, kelas 2 SMA swasta di Tegaldlimo.

Baca juga:  Oknum Pramugari Nyabu Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dari keterangan rekan korban, Nad, pesta miras itu digelar di sebuah gubuk di tengah kebun jeruk. Aksi tak terpuji itu digelar mulai siang hingga malam. Tak ayal, korban langsung teler. ” Mungkin korban tak berani pulang, akhirnya diantar di kandang sapi di belakang rumah saya,” kata Pairin.

Pihaknya menyayangkan kejadian ini. Apalagi, ada oknum polisi yang terlibat pesta meras tersebut. Hingga Minggu sore, korban masih dirawat di Puskesmas Sumberberas. Kondisinya mulai membaik, bahkan bisa diajak berkomunikasi. Pairin menduga, korban dicekoki miras jenis arak dan anggur. Sehingga, korban yang masih di bawah umur kondisinya teler berat. Bahkan, kata dia, saat ditemukan, kondisi korban sudah tak bergerak.

Sementara itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto melalui Kasi Propam Ipda Lita Kurniawan mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. Terutama, indikasi keterlibatan oknum anggota Polsek. ” Kita sudah terjunkan tim, melakukan penyelidikan dan pengusutan. Jika ada oknum anggota yang melanggar, dipastikan ada sanksi tegas,” tegasnya. Pihaknya juga meminta masyarakat menghormati azaz praduga tak bersalah. (budi wiriyanto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.