UNBK di Tabanan
Suasana pelaksanaan UNBK di Tabanan, Senin (10/4). (BP/dok)
TABANAN, BALIPOST.com – Meski pelaksanaan ujian nasional SMA/SMK hari pertama Senin (10/4) di Kabupaten Tabanan berjalan lancar. Namun diakui sejumlah kendala sempat  terjadi di sejumlah sekolah mulai dari akses data ke program pusat untuk UN-BK sempat ngadat dan adanya soal tertukar untuk UNKP (Ujian Nasional Kertas Pensil).

Dari pantauan di sejumlah sekolah, kendala sempat terjadi di SMAN 2 Tabanan yang melaksanakan UN-BK (ujian nasional berbasis komputer), dimana ujian yang seharusnya dimulai pukul 07.30 wita diundur menjadi pukul 09.00 wita. Ini dikarenakan server bermasalah tidak bisa mengakses data pusat. “Benar tapi di gelombang satu saja, gelombang II lancar. Saya kira karena diakses oleh banyak sekolah di Indonesia jadi sedikit ada gangguan,” ujar I Gede Wayan Samba, Kepala SMAN 2 Tabanan.

Hal serupa juga terjadi di SMAN 1 Tabanan yang tahun ini baru pertama kalinya melaksanakan ujian berbasis komputer. Jika gelombang pertama pelaksanaan ujian dapat berjalan lancar, namun saat dimulainya pelaksanaan gelombang kedua tiba-tiba jaringan untuk mengakses data ke pusat juga ngadat. “Loadingnya lama, dan langsung kita hubungi petugas telkom, 15 menit sudah tertangani,” ucap Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Tabanan, Mulyadi Djoyo Astowo.

Baca juga:  Fasilitas Kurang Memadai, UNBK Digelar Bergilir
Selain akses data ngadat, soal tertukar juga terjadi di SMAN 1 Kediri yang melaksanakan UN-KP. Kepala SMAN 1 Kediri Drs. I Dewa Nyoman Maryono, M.Pd mengatakan tertukarnya soal hanya terjadi satu ruang. “Soal untuk jurusan IPA tertukar dengan IPS, tapi bisa segera diatasi dan pelaksanaan ujian berjalan lancar,” ujarnya.

Bahkan sekolah favorit di kecamatan Kediri ini juga mendapat atensi dari Ombusdman RI perwakilan Bali. Begitupula pelaksanaan UN-BK di SMAN 1 Tabanan juga mendapat atensi dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.