SEMARAPURA, BALIPOST.com – Mulai Selasa (4/4) atau Penampahan Galungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klungkung memperketat pembuangan sampah di Kota Semarapura. Masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah selain pada siang hari.

Kebijakan yang bertujuan mencegah terjadinya penumpukan sampah ini akan berlaku hingga Hari Raya Galungan, Rabu (5/4). Kadis Lingkungan Hidup AA Ngurah Kirana menjelaskan, dirinya sudah mempertimbangkan kebijakan tersebut untuk mencegah luberan sampah di sejumlah titik tempat pembuangan sementara (TPS).

“Kalau membuang sampah pada pagi hari sebagaimana berjalan selama ini, dipastikan sampah itu bisa meluber dan berserakan. Sebab petugas kebersihan akan mengangkut sampah masyarakat pada siang hari,” jelasnya.

Baca juga:  Atasi Penumpukan Sampah Galungan, TPA Mandung Persiapkan Lahan Khusus
Pembuangan sampah pada siang hari ini pun agar tidak mengganggu kesibukan masyarakat Klungkung melaksanakan perayaan Galungan. Pada siang hari dirinya memperkirakan kesibukan warga pada hari raya Galungan sudah mulai berkurang. “Dan pasti warga siang hari mulai mengumpulkan sampahnya, makanya kami imbau untuk penampahan Galungan dan saat Galungan agar membuang sampah pada siang hari. Pukul 12.00 wita petugas kami mulai bergerak (mengangkut, red) sampah warga,” katanya.

Berjalan Normal

Pejabat asal Banjar Satria, Desa Paksebali ini memastikan pelayanan petugas pengangkut sampah tetap berjalan normal. Semua petugas kebersihan akan dikerahkan untuk mengangkut sampah masyarakat pada penampahan Galungan sehingga saat Galungan tidak lagi ada sampah masyarakat menumpuk di depan-depan rumah warga atau tempat tempat penampungan sementara. “Galungan saya harapkan sudah bersih sehingga masyarakat bisa merayakan Galungan dengan hikmah,” demikian Kirana.

Ia mengatakan dirinya sudah menyiapkan 15 armada untuk mengangkut sampah masyarakat. Demikian pula saat Umanis Galungan, Kamis (6/4), petugas kebersihan akan all out, semua dikerahkan turun ke lapangan.

Baca juga:  Ini Kendala Puluhan RTM di Klungkung Belum Terima Rastra
Sebab, menurut mantan sekwan ini, pada Umanis Galungan sampah dipastikan akan menumpuk dan volumenya akan meningkat tajam. “Selain petugas yang bertugas saat itu, akan dibantu juga oleh petugas yang lain. Kami akan all out pada Umanis Galungan, karena volume sampah pasti akan meningkat tajam, dibeberapa titik pasti aka nada tumpukan sampah,” jelasnya.

Kirana mencontohkan di Catus Pata atau bundaran Patung Kanda Pat, di depan Pura Penataran Agung, Kerta Gosa, Jagat Natha. “Tempat-tempat penampungan sementara juga pasti akan dipenuhi sampah Galungan,” imbuhnya.

Ia memperkirakan serangkaian Galungan ini dalam sehari produksi sampah bisa mencapai 45 truck atau 360 kubik setiap hari. Kalau dalam situasi biasa, volume sampah hanya berkisar 25-30 truck atau sekitar 240 kubik. (Dewa Farendra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.