semangat
Tradisi mepatung tetap dilaksanakan umat Hindu di Jembrana meski isu MSS tetap merebak. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Informasi adanya suspect meningitis streptococcus suis (MSS) akibat mengkonsumsi daging dan darah babi mentah dan setengah matang yang merebak belakangan ini tidak membuat masyarakat khususnya umat Hindu di Jembrana takut.

Bahkan tradisi mepatung menjelang Hari Raya Galungan, tetap dipertahankan dan dilakukan warga. Dari pengamatan di sejumlah tempat Senin (3/4), umat Hindu di Jembrana masih semangat mepatung.

Bahkan di media sosial facebook banyak warga Jembrana juga yang memposting, kalau mereka juga tetap membuat lawar barak atau lawar dari darah babi yang mentah. Bahkan banyak warga yang menghimbau agar tidak takut makan lawar babi.

Komang Suarjana salah seorang warga Mendoyo mengatakan tidak khawatir makan daging babi. Bahkan dia tetap membuat lawar barak. “Yang penting babinya sehat saat di potong kami tidak khawatir,” jelasnya.

Baca juga:  Ritual Tari Sakral Legong Sri Sedana

Sementara Jero Mangku Suardana, Pemangku Pura Tirtha Lan Segara Dangkahyangan Luhur Rambutsiwi mengatakan ada juga warga yang khawatir, namun warga menanggapi tidak terlalu serius dan menganggap MSS hanya sebatas isu yang tidak perlu dikhawatirkan.

Warga tetap komitmen dengan segenap kesungguhan hati (sradha) menjalankan perintah agama yakni menyembelih babi untuk kurban suci di hari penampahan nyanggra rahinan Galungan.

Salah seorang tokoh agama di Jembrana ini juga meminta warga agar tidak resah karena pemerintah pasti mengambil kebijakan terkait masalah tersebut.

Serta warga dihimbau tetap menjalankan perintah agama dengan dasar kesungguhan hati (bhakti) di hati raya Galungan yang merupakan momentum hari kemenangan dharma melawan adharma. “Yang penting hewan yang disembelih sehat, semuanya akan baik-baik saja,” tandasnya.(kmb/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.