tulang
Kaos yang ditemukan di sekitar TKP penemuan mayat yang ditelusuri polisi. Polisi belum mendapatkan identitas korban yang sudah ditemukan tulang belulang itu. (BP/olo)
NEGARA, BALIPOST.com – Tulang belulang yang ditemukan di Cekik, Gilimanuk hingga saat ini masih misterius. Polisi belum dapat memastikan identitas. Namun dari hasil visum et repertum yang dilakukan, kuat dugaan korban tewas disebabkan mati gantung.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A. Sooai seizin Kapolres Jembrana, Senin (3/4) mengatakan dari hasil visum yang dilakukan dokter Forensik RSUP Sanglah, ditemukan luka memar yang mengarah pada peristiwa mati gantung. Yakni resapan darah pada tulang leher ruas kesatu dan kedua. Rangka tesebut dipastikan rangka manusia Ras Mongoloid berkelamin laki-laki.

“Diperkirakan berumur 35 hingga 45 tahun, dan waktu kematian tiga bulan hingga satu tahun lebih,” terangnya.

Selama ini polisi juga sudah berupaya melakukan penelusuran lewat barang-barang yang ditemukan di sekitar tulang belulang tersebut. Salah satunya kaos baru isi tulisan Brengsex 13. Dari penelusuran, ternyata tulisan tersebut nama sebuah komunitas di Banyuwangi. “Kami cek apakah ada mengenali atau kehilangan orang, ternyata tidak ada. Kaos ini juga ada di Buleleng dan sudah umum,” tambah AKP Yusak.

Baca juga:  Kembali, Puluhan Anak Punk dan Bonek Dipulangkan

Kaos tersebut juga masih kondisi baru dalam plastik di tas. Selain itu, tim dari Labfor Denpasar juga melakukan uji PH cairan diduga racun yang ditemukan di TKP. Namun hasilnya PH cairan tersebut 7 dan bukan racun.

Yang menguatkan korban mati gantung diri selain hasil visum, adalah ditemukannya pakaian dan celana jeans yang digunakan sebagai tali simpul terikat di dahan pohon. Pihaknya mengharapkan kepada warga yang merasa kehilangan keluarga atau kerabat yang mirip ciri-ciri korban untuk melapor ke Polres Jembrana. “Saat ini kerangka dan tengkorak masih kami titipkan di RSUD Negara,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, kerangka misterius ini ditemukan pada Kamis (16/3) lalu oleh Putu Anggita Suprarendra dan I Kadek Suartama di sekitar kawasan Hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Lingkungan Penginuman, Gilimanuk. Keduanya saat itu sedang mencari telur serangga untuk pakan burung. Dibawah pohon di TKP juga ditemukan tas warna hitam tertutup daun kering. Sedangkan di dahan pohon terdapat baju kaos dan celana jeans warna biru membentuk simpul tergantung. (surya dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.