GIANYAR, BALIPOST.com – Upaya penyelundupan ribuan benih lobster di Bandara International I Gusti Ngurah Rai berhasil digagalkan, Jumat (31/3) sore. Pelaku yang berupaya menyelundupkan benih lobster seharga Rp 2,5 miliar ini berhasil kabur dan kini masih dalam pencarian polisi.

Balai Karantina Ikan Pengndalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas I Denpasar melepaskan melepaskan benih lobster itu di Pantai Manyar, Desa Ketewel, Sukawati, Sabtu (1/4). Kepala BKIPM Habrin Yake menjelaskan total ada 20.650 benih lobster yang berhasil digagalkan dari upaya penyelundupan Jumat sekitar pukul 17.30 wita. “Kejadianya Jumat sore, x-ray di Bandara Ngurah Rai mendeteksi benda mencurigakan pada koper berwarna hitam,” ucapnya.

Setelah dicek di dalam koper tersebut terdapat 35 kantong yang berisi ribuan benih lobster. “Saat pemeriksaan pelaku berpura-pura menelpon seseorang  untuk mengambil kunci, tapi ternyata melarikan diri,” jelasnya.

Baca juga:  Hendak Diekspor ke Vietnam, Bibit Lobster Bernilai Milyaran Rupiah Diamankan
Ribuan benih lobster itu dilepas di laut selatan Pantai Manyar, Desa Ketewel, Sukawati. Dikatakan lokasi itu dipilih karena masih memiliki terumbu karang yang sangat sesuai untuk habitat lobster. “Alasan dilepas di sini karena desa adat di sini ikut menjaga dan merawat, di sini juga ada banyak kerang sehingga habitatnya sesuai,” tandasnya.

Kini pihaknya juga masih berkoordinasi dengan petugas bandara untuk memastikan identitas penumpang yang cancel dari pesawat Air Asia 508 dengan tujuan Singapura tersebut. Ditegaskan aksi ini melanggar PP No 15 tentang karantina ikan serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 56/Permen-KP/2016 tentang larangan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan. “Ini terkait larangan penangkapan lobster di bawah ukuran 200 gram. Selain benih lobster, termasuk juga kepiting bertelur dan rajungan bertelur. Dari aksi ini ancaman minimal 3 tahun penjara,” bebernya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.