Bali Belum Bebas Rabies
Ilustrasi. (BP/dok)
TABANAN, BALIPOST.com – Kasus gigitan positif rabies kembali terjadi di Tabanan. Kali ini yang menjadi korban adalah tiga warga dari Selemadeg atas nama Gusti Ayu Putu Suartini (60) warga Banjar Bajera Jero, Desa Bajra Selemadeg, Nyoman Suparta (58) warga Bebali Kaja Selemadeg dan Nyoman Suka Arsana (47) warga Banjar Bantas Tengah Bantas Selemadeg.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ketut Nariana, Jumat (31/3) mengatakan, tiga korban ini digigit anjing liar saat melintas di Banjar Bajra Kelod Desa Bajra Selemadeg.

Tiga korban masing-masing mengalami luka gigit dibagian betis kanan dan kiri untuk korban Putu Suartini, luka gores pada mata  kaki kanan dan kiri untuk korbn Suparta dan Sukarsana mengalami luka pada betis kanannya. ‘’Semua sudah mendapatkan VAR,’’ ujar Nariana.

Ia menghimbau agar masyarakat tetap waspada akan adanya rabies. Sebab, selama masih ada anjing liar berkeliaran bebas maka potensi rabies tetap ada. Untuk itu ia juga memperingatkan pada masyarakat yang memelihara anjing untuk tidak meliarkan anjingnya dan memberikan vaksinasi rutin setahun sekali. Jika tergigit, luka harus dicuci dengan sabun dan air mengalir setidaknya selama 15 menit.

Baca juga:  Diskes Anggarkan Rp 2,4 Miliar Lebih Untuk Tambah Stok VAR

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tabanan, Nyoman Budana membenarkan adanya kasus gigitan rabies positif tersebut. Menurutnya saat mendapatkan laporan tim langsung turun ke lapangan untuk mengambi sampel anjing yang mengigit.

Ia melanjutkan tim juga turun sambil memantau apakah ada anjing liar yang bebas berkeliaran di lokasi kejadian. Menurutnya jika anjing liar tersebut ditemukan gejala mengaarah ke rabies maka akan langsung dilakukan eleminasi. ‘’Masih dikoordinasikan juga apakah akan ada vaksinasi rabies untuk HPR di lokasi kejadian,’’ tuturnya. (wira sanjiwani/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.