Ilustrasi. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Anda terbiasa merelakan waktu tidur demi memenuhi deadline kantor atau nonton serial TV favorit? Jika ya, waspadalah dengan kebiasaan ini.

Kurang tidur bisa berdampak pada kinerja otak Anda. Suatu penelitian menyebutkan bahwa kurang tidur dapat mengakibatkan rusaknya sel otak secara permanen.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan mengambil tikus sebagai hewan percobaan. Hasilnya menunjukkan, tikus mengalami kematian sel otak sebanyak 25 persen akibat kurang tidur berkepanjangan.

Baca juga:  Minum Air Sebelum Tidur, Ini Manfaatnya
Peran tidur memang sangat besar, terutama dalam proses berpikir dan belajar. Diketahui bahwa kurang tidur mengakibatkan substansi putih (white matter), salah satu bagian otak yang berfungsi sebagai pembawa informasi, mengalami gangguan.

Jika terjadi gangguan kognitif, Anda akan sulit fokus dan berkonsentrasi. Akibatnya, aktivitas sehari-hari akan terhambat.

Selain itu, tidur penting untuk mengumpulkan ingatan mengenai aktivitas yang Anda lakukan selama seharian penuh. Maka, jangan heran bila ingatan Anda jadi payah gara-gara kurang tidur.

Kurang tidur juga berpengaruh buruk pada kesehatan mental. Seseorang yang waktu tidurnya terbatas akan mudah mengalami depresi serta perasaan cemas berlebihan.

Rata-rata orang dewasa butuh tidur 7-8 jam per hari. Jangan sampai kurang tidur bikin aktivitas terhambat. Ingat, tidur nyenyak adalah salah satu kunci kebahagiaan dan kesuksesan. (Goes Arya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.