DENPASAR, BALIPOST.com – Peradaban air di Bali sudah mulai menghilang. Hal ini bisa dilihat dari hulu, Bali memiliki 4 danau dan hampir semuanya dalam kondisi rusak.

Danau Batur yand dipuja, justru yang paling parah rusaknya. Setelah danau, Bali memiliki 391 sistem DAS (daerah aliran sungai). Untuk ukuran Bali, angka tersebut sangat banyak.

“Tapi kita tidak tahu kondisi pasti DAS kita sekarang. Danau kita banyak diriset, tapi kita tidak pernah punya gambaran bahwa danau tersebut akan menjadi lebih baik ke depan,” kata Manajer Conservation of International Indonesia (CII), Made Iwan Dewantama, Jumat (17/3) saat diskusi budaya air di Bali.

Baca juga:  Air Danau Batur Meluap, Wilayah Ini Paling Parah Terendam
Air juga dikaitkan dengan subak. Menurutnya subak adalah simbol peradaban air. Melestarikan peradaban air sama dengan melestarikan subak. “Tapi apakah subak masih ada? Air semakin sedikit, sistem penanaman terganggu sehingga harus mendatangkan beras dari luar. Itu yang menjadikan kesimpulan saya bahwa air sudah kritis,” sebutnya.

Selamat

Ketua Bali Organic Association (BOA), Dr. Ni Luh Kartini mengatakan beberapa danau di Bali yang masih selamat, seperti Danau Tamblingan, dikarenakan masyarakat di sekitarnya masih memegang teguh pada aturan. “Danau itu pura, jadi tidak berani diotak-atik,” ujarnya.

Ia menyebut empat danau di Bali yang merupakan sumber air minum tidak lagi berkualitas. Bahkan kualitas air Danau Batur kini kelas 3, tidak layak minum. Permasalahan yang paling krusial adalah pendangkalan danau yang membuat kuantitas air berkurang.

Baca juga:  Lahan Pertanian Terendam Air Danau Buyan Mencapai 35 Hektar
Permasalahan air diselesaikan bukan dengan mencari investor tapi harus ada upaya pelestarian. Salah satunya, membangun karakter mencintai lingkungan. Karena saat ini generasi muda telah dijejali dengan kepraktisan.

Materi tentang alam diharapkan menjadi muatan lokal dari TK sampai Perguruan Tinggi. Sehingga diharapkan nantinya, pemimpin Bali adalah pemimpin yang memahami budaya Bali. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.