Ilustrasi. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Kini, tulang keropos atau osteoporosis tidak hanya menyerang seseorang di usia tua, tetapi juga di usia muda. Beberapa penyakit dan kurangnya olahraga, kalsium serta vitamin D di kala muda akan meningkatkan risiko terkena osteoporosis.

Bila seseorang sudah menderita osteoporosis, ada banyak risiko di balik osteoporosis yang menghantuinya. Sayangnya, tidak semua orang menyadari bahaya di balik osteoporosis.

Dikutip dari klikdokter.com, berikut ini risiko di balik osteoporosis yang sering terjadi :

1. Patah tulang
Patah tulang merupakan komplikasi osteoporosis yang paling sering terjadi. Patah tulang ini umumnya terjadi pada tulang belakang, panggul, lengan, dan kaki.

Data menunjukkan bahwa 1 dari 2 wanita dan 1 dari 4 pria di atas usia 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis. Bukan karena benturan hebat, patah tulang akibat osteoporosis justru dapat terjadi saat melakukan pekerjaan ringan sehari-hari.

Baca juga:  Menderita Asma, Sebaiknya Jangan Konsumsi Ini
Bahkan hal ini bisa terjadi spontan, tanpa adanya aktivitas apapun yang mendasari. Risiko kematian seseorang yang mengalami patah tulang panggul pun meningkat drastis pada satu tahun pertama setelah patah tulang tersebut terjadi.

2. Keterbatasan aktivitas
Osteoporosis berpotensi menghambat aktivitas seseorang sehari-hari. Dengan keterbatasan gerak ini, risiko seseorang terkena obesitas, penyakit jantung, dan diabetes akan meningkat.

3. Depresi
Bukan hanya ancaman gangguan fisik, kesehatan jiwa pun tidak luput dari intaian osteoporosis. Tidak sedikit penderita osteoporosis yang kemudian diasingkan dari keluarga.

Seseorang yang menderita osteoporosis dianggap membebani –tidak hanya dari segi finansial, namun juga dari segi perawatannya sehari-hari. Kalau sudah demikian, depresi menjadi salah satu risiko di balik osteoporosis.

4. Nyeri hebat
Patah tulang akibat osteoporosis akan menyebabkan nyeri hebat yang membatasi setiap aktivitas penderitanya. Patah tulang belakang, misalnya, dapat berakibat pada perubahan postur tubuh dan nyeri menetap pada punggung serta leher.

Melihat beberapa risiko tersebut, masihkah Anda memandang osteoporosis sebelah mata? Ingat, kesehatan tulang merupakan aset utama aktivitas dan kualitas hidup seseorang.

Jagalah aset tersebut sebaik-baiknya sejak usia muda. Penuhi kecukupan kalsium, vitamin D serta olahraga secara teratur. Dengan demikian, risiko di balik osteoporosis tidak akan membatasi hari-hari Anda. (Goes Arya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.