NEW JERSEY, BALIPOST.com – Pelatih tinju Lou Duva yang sukses mengantarkan 19 anak asuhnya menjadi juara dunia, meninggal dunia dalam usia 94 tahun, Kamis (9/3). Dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan keluarganya, dikutip dari AP, Lou Duva meninggal dengan tenang di rumah sakit Paterson, New Jersey karena faktor usia.

Manajer dan pelatih yang masuk Boxing Hall of Fame, itu memiliki karier sepanjang tujuh dekade dan menelurkan banyak petinju berbakat termasuk juara dunia kelas berat Evander Holyfield. Juara Olimpiade 1984 Pernell Whitaker dan Meldrick Taylor juga pernah memanfaatkan kepelatihan.

Sementara petinju pertama yang meraih gelar dibawah kendali Lou Duva adalah juara kelas menengah Joey Giardiello pada 1963. Duva yang putra imigran Italia, dan keluarganya membangun perusahan promosi Main Events pada 1978.

Baca juga:  LeBron James Pun Pernah Menitikan Air Mata
Belakangan perusahaan ini menjadi kekuatan utama bisnis pertunjukan terutama tinju di AS. Duva mendapat predikat “Manager of the Year” pada 1985 oleh Boxing Writers Association of America. Dua tahun kemudian, the World Boxing Association (WBA) memilih dia sebagai “Trainer of the Year.”

Karakter khas Duva nampak saat laga Taylor vs Julio Cesar Chavez Maret 1990. Taylor mendominasi pertarungan dengan mengandalkan akurasi dan kecepatan. Tapi Chavez mampu bertahan hingga akhir ronde sebelum melepaskan pukulan telak dan merubuhkan lawannya itu.

Wasit Richard Steele menghitung hingga delapan dan bertanya “apakah dia OK.” Taylor tidak merespon tapi malah melihat ke sudut saat Duva naik ring.

Steele melambaikan tangan tanda pertarungan usai dan dimenangkan Chavez dengan TKO dengan sisa waktu 2 detik. Jika Tyalor mampu bertahan dia yang seharusnya memenangkan pertarungan ini.

Steele mendapat kritik keras selama bertahun-tahun akibat keputusan menghentikan pertarungan itu. Namun kasus Duva naik ring itu tak luput dari perhatian.

“Bencana bila kalah pada pertarungan itu. Kami memenangkan pertarungan selama 11 ronde, dua menit dan 58 detik. Wasit merampok kemenangan kami dua detik sisanya,” kata Duva yang kemudian namanya dimasukan dalam International Boxing Hall of Fame (1998), New Jersey Boxing Hall of Fame dan the National Italian American Sports Hall of Fame. (Yudi Winanto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.