Ilustrasi. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Sebagian besar dari kita tahu bahwa lagu yang baik dapat meningkatkan suasana hati. Para ilmuwan juga telah menemukan bahwa musik dapat memiliki efek langsung dan terukur pada nyeri akut, seperti ketika Anda membakar jari Anda.

Bahkan, para ilmuwan juga telah meneliti apakah musik juga dapat memiliki efek positif pada nyeri kronis, seperti pada pasien yang menderita fibromyalgia, penyakit yang menyebabkan nyeri kronis parah pada otot dan sendi.

Studi baru menemukan bahwa pasien fibromyalgia mengalami sedikit rasa sakit kronis setelah mendengarkan musik favorit mereka.

“Kami mengukur baik secara langsung maupun tidak langsung bagaimana peserta merasa rasa sakitnya mereda setelah mereka mendengarkan musik santai dan menyenangkan yang dipilih sendiri. Dan kami mengukur efek pada semua parameter. Mereka melaporkan bahwa rasa sakit menjadi berkurang,” kata penulis utama studi Peter Vuust, dari Pusat fungsional Integratif Neuroscience (CFIN) di Aarhus University, Denmark, dikutip dari sciencenordic.com.

Baca juga:  Musik Jadi Wahana Salurkan Kreativitas Generasi Muda

Vuust percaya temuan baru ini mungkin memiliki implikasi yang lebih besar. “Orang-orang yang menderita penyakit nyeri kronis, masalah terbesar adalah semua obat-obatan yang mereka konsumsi. Ada implikasi negatifnya karena dapat menyebabkan sakit perut, dapat kecanduan, dll,” katanya.

“Jika musik dapat membantu kita untuk menurunkan dosis obat nyeri, itu fantastis.”

Secara klinis, terapi musik dapat meredakan rasa nyeri berupa nyeri kepala, nyeri punggung, nyeri akibat luka, dan bahkan nyeri perut. Mengapa alunan musik dapat meredakan rasa nyeri?

Para pakar berpendapat bahwa alunan musik santai memicu pengeluaran hormon tertentu dalam tubuh. Hasilnya tumbuh menjadi santai sekaligus membuat perhatian Anda teralih dari rasa nyeri. (Goes Arya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.