SURABAYA, BALIPOST.com – Hujan es disertai angin kencang menerjang Surabaya pada Selasa (7/3) sekitar pukul 18.00 WIB. Selain membuat perumahan warga porak poranda, badai angin ini juga membuat kawasan Mapolda Jatim berantakan.
Sejumlah pohon roboh dan kaca perkantoran juga ikut pecah karena terjangan angin ditambah hujan itu.

Di Mapolda Jatim, kencangnya tiupan angin membuat tenda pengurusan SKCK terbang sejauh 20 meter. Tak hanya itu, sepeda motor yang terparkir juga ikut bertumbangan.

Sebelum hujan deras dan angin kencang menerpa Mapolda Jawa Timur, cuaca nampak cerah. Namun, tiba-tiba menjadi gelap setelah awan hitam menyelimuti langit Surabaya. Dalam hitungan menit, cuaca ini berubah menjadi badai dan hujan deras.

Peristiwa badai ini, sempat membuat sejumlah petugas kepolisian dan wartawan yang sedang bertugas panik. Mereka berhamburan keluar ruangan, karena saat itu listrik juga padam.

Salah satu saksi mata, Achmad Ali, mengatakan hujan es yang hanya terjadi di kawasan Jalan Achmad Yani dan Rungkut itu berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Selain di Mapolda Jatim, hujan disertai angin kencang dan juga es terjadi di beberapa tempat di Surabaya.

Baca juga:  Pascatabrakan, Sopir Bus Ditangkap di Surabaya

Hujan ini bahkan menumbangkan sejumlah pohon di beberapa ruas jalan protokol. Sebuah tembok roboh menimpa sebuah mobil mewah dan motor. Beberapa orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Sebuah mobil Innova berwarna putih rusak parah akibat tertimpa tembok di kawasan Jl. Menanggal. Selain mobil, sebuah motor juga mengalami rusak parah akibat terkena robohan tembok.

Menurut salah satu warga, Suparman, saat angin kencang sebuah tembok roboh menimpa mobil dan sebuah motor. Robohannya juga mengenai beberapa orang. Mereka mengalami luka patah tulang dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ia mengatakan korban luka-luka saat ini sedang menjalani perawatan di RS Bhayangakara, Surabaya. (kmb/surabaya tv)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.