Residu Pestisida
Ilustrasi. (BP/dok)
Baca juga:  Telinga Sedang Bermasalah, Ini Cirinya
DENPASAR, BALIPOST.com – Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bali masih kurang makan buah dan sayur. Selama ini porsi nasi lebih banyak dibandingkan sayur.

Masyarakat Bali hanya mengkonsumsi buah dan sayur cuma 45 gram per hari. Padahal idealnya, makan buah dan sayur harus 100 gram per satu kali makan.

Menurut Kabid Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Adi Wiguna, Minggu (5/3), pola makan seperti itu selama bertahun-tahun membuat penyakit yang dialami masyarakat mengalami pergeseran. Masyarakat kini lebih banyak terserang penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, kematian karena stroke nomor satu, penyakit kanker meningkat tajam, hipertensi. “Itu sebab karena kurang konsumsi buah dan sayur,” pungkasnya.

Dengan pola makan sayur dan buah diharapkan generasi mendatang dapat menurunkan angka penyakit tersebut. Selain gerakan makan sayur dan buah, juga melakukan aktivitas fisik secara rutin, dan cek kesehatan rutin. Cek kesehatan rutin penting untuk mengetahui sedini mungkin penyakit yang diderita sehingga dapat diobati dengan segera. “Nanti gunakanlah hari ulang tahun untuk cek kesehatan. Kalau sekarang kan, baru sakit baru kita cek kesehatan,” tandasnya.

Kekurangan sayur dan buah juga berdampak pada pertumbuhan anak baik pertumbuhan berat dan tinggi badan. Karena buah dan sayur banyak mengandung gizi mikro.

Gizi mikro itu antara lain vitamin D, asam folat, iodium, mangan, seng, besi untuk perkembangan anak-anak. “Anak-anak kita selera makannya kan berbeda sekarang. Sayur dan buah kurang. Itulah yang mau kita pressure sekarang agar orang tua mengambil peran untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur,” bebernya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.