SEMARAPURA, BALIPOST.com – Berbagai cara dilakukan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam mempromosikan obyek wisata yang ada di Kabupaten Klungkung seperti Kerta Gosa dan Monumen Klungkung. Ini dilakukan agar lebih dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Kabupaten Klungkung.

Bupati Suwirta malah berulangkali turun untuk mengecek jalannya program city tour ini. Ia melakukan peninjauan ke lokasi obyek wisata terkait kelengkapan dari program tersebut.

Salah satunya di Monumen Puputan Klungkung dan Kertagosa yang rencananya akan diisi tulisan besar “Monumen Puputan Klungkung dan Kertagosa” sehingga nanti para wisatawan mancanegara maupun lokal saat berfoto jadi tahu nama tempat yang dipakai berfoto. Ini juga terkait dengan program city tour yang sudah berjalan setahun terakhir.

Tak hanya itu, setelah melaksanakan penataan objek wisata yang termasuk dalam pajet city tour, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung juga menganggarkan Rp 707,8 juta untuk pengadaan dua unit shuttle bus. Bus tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mengangkut penumpang ke desa wisata Kamasan.

Baca juga:  Wujudkan Desa Wisata, Dukuh Penaban Tanam Kelapa Daksina

kendaraan dengan nilai masing-masing di atas 350 juta ini menjadi transportasi utama dari Sub terminal Semarapura ke Desa Wisata Kamasan. Bus model shuttle tanpa kaca ini dipilih agar wisatawan mudah untuk mengambil gambar saat perjalanan ke Desa Wisata Kamasan. Selain dua unit kendaraan, disiapkan juga empat pegawai kontrak untuk pengoperasiannya.

Meski upaya Pemkab Klungkung dalam mensuport program city tour amat tinggi. Sejumlah objek yang tergabung dalam paket city tour masih belum siap menerima wisatawan. Seperti Puri Agung Klungkung yang baru dibantu satu orang penenun saja. Sementara Balai Budaya yang disiapkan sebagai tempat berlatih sanggar tari juga belum aktif.

Selain ketidaksiapan objek wisata, belum adanya informasi tentang paket wisata city tour membuat wisatawan hanya berkunjung ke Monumen Puputan Klungkung dan Kerthagosa. “Wisatawan hanya mengunjungi Monumen dan Kerthagosa saja karena tidak ada informasi objek lainnya. Selain itu waktu kunjungan juga terbatas,” tutur pemandu wisata, Nyoman Rai saat mengunjungi Kerthagosa, Kamis (2/3). (Dewa Farendra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.