Lahan pertanian milik warga di Kintamani yang rusak berat akibat terkana bancana alam. (BP/nan)

BANGLI, BALIPOST – Bencana alam yang melanda Kintamani megakibatkan kerusakan lahan pertanian milik warga sangat luas. Dimana berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli lahan pertanian yang rusak mencapai 135.57 haktar.

Kabid Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli  I Wayan Tagel Sujana Rabu (1/3) menjelaskan, lahan pertanian milik warga yang terkenan bencana alam di Kintamani mencapai 135.57 haktar.

Jumlah tersebut dari semua desa yang terkena bencana mulai dari Batur Selatan, Desa Songan A, Desa Trunyan, Desa Buahan, Desa Subaya, Desa Batur Utara, Desa Siakin, Desa Kedisan, Desa Batur Tengah, Desa Songan B, dan Desa Sukawana.

“Lahan pertanian yang rusak tersebut dari berbagai macam jenis komoditas mulai dari tanaman holtikurtura seperti sayuran, buah-buahan, cabe, bawang, tomat dan tanaman yang lainnya. Data tersebut sesuai dengan data kerusakan inventarisasi dari masing masing desa yang terkana bencana. Ini baru data sementara, nantinya kemungkinan masih ada data-data tambahan lahan yang rusak. Jadi dengan kerusakan lahan seluas tersebut, estimasi kerugian diperkirakan mencapai Rp 6 miliaran,” katanya.

Baca juga:  Peraturan Lahan Pertanian Abadi Kembali Digulirkan di Badung

Sujana menagatakan, untuk pendapatkan perhatian atau bantuan dari Kementrian Pertanian Pusat terhadap kerusakan lahan pertanian tersebut, pihaknya sudah mengajukan proposal bantuan terkait bencana yang memporak-porandakan ratusan hektar lahan pertanian milik warga.

Dijelaskan, proposal terkait kerusakan lahan pertanian akibat bencan alam di Kintamani tersebut sudah dibawa ke Kementian Pertanian Pusat bersama OPD yang lainnya seperti, Dinas PU, BPBD, Dinas Sosial. (Eka Prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.