Ilustrasi

AMLAPURA, BALIPOST.com – Penanganan kebakaran di Karangasem dirasakan belum maksimal. Penyebabnya, petugas pemadam kebakaran (damkar) terkesan lamban sampai di lokasi kebakaran. Petugas damkar butuh waktu cukup lama untuk menjangkau titik kebakaran dari Pos Damkar.

Idealnya, Karangasem setidaknya memiliki 16 Pos Damkar di seluruh kecamatan, untuk mendekatkan penanganan ketika terjadi kebakaran, kata Kepala Dinas Damkar Karangasem I Nyoman Sutirtayasa, saat dialog interaktif dengan pendengar SWiB FM Karangasem, Selasa (28/2).

Dengan kondisi sekarang, dia mengakui tidak salah petugas damkar di lapangan sering jadi bulan-bulan masyarakat, karena sering baru tiba di lokasi setelah api padam. Ketika nanti posisi ideal 16 Pos Damkar ini bisa terwujud, maka dia yakin respons time petugas Damkar selama 15 menit sudah sampai di lokasi ketika terjadi kebakaran, bisa dipenuhi.

“Kalau kondisi ideal ini belum bisa dipenuhi, maka petugas akan selalu terlambat sampai di lokasi titik kebakaran,” kata mantan Kepala Pelaksana BPBD dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum ini.

Meski demikian, pihaknya mengaku tetap berupaya memaksimalkan peran damkar dalam penanganan kebakaran. Seluruh personil harus selalu siap lengkap dengan peralatannya. Saat ini, jangankan 16 Pos Damkar, rencana sejak dulu, untuk menempatikan satu Pos Damkar di setiap kecamatan juga belum terwujud.

Disinggung soal armada, Sutirtayasa mengatakan baru punya satu mobil damkar lengkap dengan tangkinya. Ada satu mobil pemadam bantuan dari Jepang, tetapi harus digandeng dengan truk tangki air, karena mobil bantuan itu berfungsi hanya untuk menyemprotkan air saja.

Baca juga:  Bawa Bensin Sambil Merokok, Kamar Ludes Terbakar  

Selain itu, armada lainnya ditambah dengan tiga truk tangki air sebagai penyuplai air. Dengan kondisi armada seperti itu, ke depan perlu dipikirkan lagi, bagaimana untuk memenuhi standar armada petugas damkar, agar penanganan kebakaran benar-benar maksimal di lapangan.

Untuk kekuatan personil, secara keseluruhan pihaknya memiliki 51 orang. Dari jumlah itu dibagi menjadi tiga ship. Setiap ship terdapat 17 orang personil. Selama ini, dengan kekuatan armada dan personil yang belum ideal, Damkar Karangasem sudah berupaya maksimal dalam bertugas di lapangan.

Sutirtayasa menegaskan petugasnya juga selalu siap ketika diperbantukan ke kabupaten lain, bila terjadi kebakaran besar, seperti kebakaran pasar yang terjadi di Bangli, belum lama ini.

Pejabat asal Desa Jasri ini, mengaku secara bertahap akan membuat damkar Karangasem punya standar dalam melakukan pelayanan. Terlebih, saat ini damkar sesuai perubahan OPD baru, sudah menjadi dinas sendiri, dari pada sebelumnya masih menjadi satu dengan Dinas Perhubungan. “Saya baru sebulan bertugas disini. Saya akan berusaha berbuat yang terbaik,” tegasnya. (bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.