Ilustrasi. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bila ingin melakukan diet, sebaiknya Anda tidak menghilangkan salah satu nutrisi makanan yang penting dalam tubuh. Nutrisi yang dimaksud adalah karbohdirat, protein, lemak dan serat dari sayur dan buah.

Pada diet tanpa karbohidrat, asupan nutrisi yang satu ini disingkirkan dalam menu makanan sehari-hari. Dikutip dari klikdokter.com, beberapa pakar nutrisi tak setuju akan hal ini.

Alasannya, karbohidrat merupakan sumber utama energi yang berasal dari makanan dan sangat diperlukan oleh tubuh agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari. Sebanyak 45 – 65 persen kalori yang dibutuhkan oleh tubuh didapatkan dari karbohidrat.

Diet rendah atau non-karbohidrat memang cepat menurunkan berat badan. Sebab saat karbohidrat tidak tersedia, tubuh akan membakar lemak yang tersimpan di dalam tubuh menjadi energi. Terbakarnya lemak dalam tubuh membuat berat badan cepat turun.

Baca juga:  Sering Nyeri Haid? Redakan dengan Susu

Ini risikonya jika tetap ‘ngotot’ menjalani diet karbohidrat :

1. Sering berkemih
Kurangnya asupan glikoken akan membuat Anda lebih sering berkemih. Hal ini disebabkan tubuh membakar habis glikogen yaitu gula yang tersimpan did alam hati dan otot.

2. Tubuh menjadi lelah
Proses pengeluaran air yang berlebihan akan turut membuang banyak mineral dalam tubuh. Dampaknya bagi tubuh adalah mudah lelah, pusing, kram otot, dan sakit kepala.

3. Kram otot
Kehilangan mineral, khususnya magnesium, dapat menyebabkan otot– otot di dalam tubuh menjadi kram.

4. Sakit kepala
Kehilangan garam dan cairan tubuh membuat Anda terkadang merasakan nyeri kepala. (Goes Arya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.