Proses pemakaman veteran I Gatra yang dilakukan secara militer di Setra Pemuteran. (BP/gik)

AMLAPURA, BALIPOST.com –Pemakaman veteran di I Gatra berlangsung secara militer, Selasa (28/2). Pemakaman secara militer itu, dipimpin Inspektur Upacara Kasdim 1623/Karangasem, di Setra Dusun Pemuteran, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem.

 

Sebelum proses pemakaman secara militer, dilakukan penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada pihak Kodim 1623/Karangasem.

 

Proses pemakaman secara militer dihadiri Kapolsek Rendang, Camat Rendang, Danramil Rendang, Kaminvetcad Karangasem, pasukan dari Polres Karangasem bersenjata 15 orang, pasukan Kodim bersenjata satu pleton, pengurus LVRI Karangasem, Babinkamtibmas dan Babinsa, Korsik Sat Pol PP dan Persit KCK Koramil Rendang.

 

Proses pemakaman ini berlangsung lancar dan selesai sekitar pukul 13.50 wita. “Jenazah diberangkatkan dari rumah duka, sekitar pukul satu siang. Seluruh proses pemakaman berlangsung lancar,” kata salah satu anaknya, I Ketut Rasta, Selasa (28/2).

 

Veteran I Gatra dikenal berjasa besar dalam perjuangan pasukan Ciung Wanara saat zaman penjajahan tentara NICA, tutup usia, pada Sabtu (11/2) lalu, pada umur 99 tahun.

 

Gatra wafat karena sakit menahun, setelah sempat di rawat di RSU Bangli. I Ketut Rasta, mengatakan veteran Gatra, sebelumnya sudah berulang kali dirawat di rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, kondisi kesehatan Gatra terganggu, karena sering batuk-batuk. Rasta mengatakan ada cairan di dalam paru-parunya.

Baca juga:  Sambut IMF-WB Annual Meeting, 63 Paket dari 7 Destinasi Ini Siap Ditawarkan

 

“Kondisi bapak sempat membaik, bahkan disarankan dirawat di rumah, saat diperiksakan ke dokter,” kata Rasta, anak ketiga dari veteran I Gatra.

 

Tetapi, sepulang dari penanganan dari dokter, kondisi Gatra kembali memburuk. Napasnya tak teratur dan terengah-engah. Karena khawatir, Gatra kembali mengantarnya langsung ke RSUP Sanglah, Jumat (10/2) lalu.

 

Tetapi, karena kondisinya terus memburuk, Gatra akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pukul 05.00 wita. Veteran Gatra punya andil besar dalam sejarah perjuangan di Karangasem.

 

Almarhum dikenal berjasa ketika pertempuran pasukan Ciung Wanara pimpinan I Gusti Ngurah Rai dengan pasukan Belanda di Karangasem. Gatra saat itu memberikan jalan di tengah pertempuran itu.

 

Gatra juga berjasa membawakan makanan kepada pasukan itu. Gatra juga membangun tugu pahlawan di Pemuteran, Kecamatan Rendang, sebelum kemudian dipindahkan ke lapangan oleh pemerintah daerah.

 

Gatra meninggalkan empat anak, delapan cucu dan empat cicit. Pihak keluarga berharap seluruh jasa-jasanya sebagai pejuang ketika zaman penjajahan itu, bisa menjadi panutan bagi generasi saat ini. (bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.