Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa (kanan) saat interaktif bersama Kadis Damkar dan Dinas Sosial di Radio SWiB FM Karangasem. (BP/gik)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Tingkat kebencanaan di Karangasem memang cukup tinggi. BPBD Karangasem mencatat, ada sekitar 200 bencana sepanjang musim hujan tahun ini. Dari data itu, bencana didominasi pohon tumbang di sejumlah kecamatan.

 

Sedangkan, bencana terparah adalah banjir bandang yang terjadi di Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, yang menghanyutkan puluhan rumah dan sepeda motor, serta memutus akses jalan dan jembatan.

 

Data itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, saat dialog interaktif di Radio SWiB FM (Kelompok Media Bali Post) Selasa (28/2).

 

Dia mengatakan penanganan darurat bencana dan pascabencana sudah dilakukan dengan baik. Sinergi dengan masyarakat lokal juga cukup bagus. Bahkan, dia mengaku banyak dibantu masyarakat lokal, khususnya para pengusaha galian C untuk membersihkan sisa-sisa banjir bandang yang menutupi akses jalan saat itu. “Saat itu, akses jalan tertutup lumpur dan pasir dengan ketebalan sampai satu meter,” katanya.

 

Data sekitar 200 bencana sepanjang musim hujan tahun ini, menandakan tingkat kebencanaan cukup tinggi di Karangasem. Oleh karena itu, pihaknya meminta warga tetap meningkatkan waspada sampai Maret nanti, khususnya bagi warga yang tinggal dekat lereng perbukitan. Sebab, cuaca ekstrim ini diprediksi akan berlangsung sampai Maret ini.

 

“Sekarang kehidupan masyarakat di Desa Tianyar sudah berangsur normal. Tujuh hari setelah bencana, sebenarnya mereka sudah bisa hidup seperti biasa. Tetapi dampak kerusakan membutuhkan waktu lama untuk memulihkannya,” katanya.

 

Dalam penanganan pascabencana, pihaknya mengaku sudah membuat usulan bantuan kepada BPBD Provinsi Bali. Tinggal ada beberapa persyaratan administrasi yang belum terpenuhi, sebelum disampaikan ke BPBD Provinsi Bali. Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Bali Wilayah Sungai Bali Penida. Pihak Balai juga sudah sempat turun ke lokasi bencana di Desa Tianyar.

 

Rencananya, pihak balai akan melakukan normalisasi sungai pada pusat banjir bandang itu. Sehingga, nantinya tidak terjadi banjir bandang susulan, ketika terjadi hujan lebat. “Ada juga banyak jalan yang rusak dan terputus. Seperti dampak bencana di Jalan Lingkar Seraya, ada tiga lintasan yang terputus. Ketika hujan, otomatis warga disana tidak bisa melintas,” tegasnya.

Baca juga:  Badung Siaga 1 Hadapi Banjir dan Sampah Kiriman

 

Terkait banyaknya peristiwa bencana di Karangasem, dan terparah di Desa Tianyar, Arimbawa, mengatakan sejak awal sudah membuka pos bantuan tanggap darurat bencana. Seluruh bantuan dari berbagai kalangan swasta, ditampung disana, kemudian segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

 

Disisi lain, Dinas PU Karangasem juga sudah menyusun daftar kerusakan fasilitas umum yang ditimbulkan akibat bencana alam di Karangasem. Kepala Dinas PU Karangasem, I Ketut Sedana Merta, belum lama ini, mengatakan tercatat ada penanganan darurat bencana pada delapan ruas jalan dan alur sungai yang mengalami kerusakan parah.

 

Ruas jalan itu, antara lain ruas jalan Tunasari-Penginyah, ruas jalan pertigaan Penginyah-Celagi, ruas jalan Munti Desa-Pedahan, ruas jalan Karobelahan-Muntigunung, ruas jalan Nyelinti-Pengotokan, ruas jalan Taman Sari-Songan, ruas jalan Tianyar Barat-Tegal Sari dan ruas jalan Bubung Lada-Labuan Sari. “Selain itu, juga ada penanganan darurat bencana untuk Tukad Eling dan Tukad Legawa,” katanya.

 

Untuk usulan data pasca bencana, terdapat 13 item usulan. Usulan Dinas PU ini ke pemerintah pusat melalui Balai ini, sebagian besar adalah jembatan. Dari 13 item usulan itu, tujuh di antaranya, berupa jembatan. Antara lain, jembatan Tukad Pilihan I Ruas Jalan Amlapura-Kubu Tambahan, jembatan Tukad Pilihan II ruas jalan Amlapura-Kubu Tambahan, Jembatan Tukad Eling ruas jalan Amlapura-Kubu Tanbahan, jembatan Tukad Legawa ruas jalan Amlapura-Kubu Tambahan dan jembatan Tukad Krangkeng ruas jalan Amlapura-Seraya-Culik.

 

Selain jembatan, Dinas PU juga mengusulkan pengadaan konstruksi bangunan pengendalian banjir Tukad Legawa, pengadaan konstruksi bangunan pengendalian banjir Tukad Eling, pengadaan konstruksi bangunan pengendalian banjir di Tukad Betel. Ada pula usulan pembangunan pengaman pantai di Desa Tianyar Timur, pembangunan konstruksi pengaman pantai di Desa Seraya Barat dan jaringan daerah irigasi Desa Bugbug. (bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.