Untitled Document
» Agenda Bali
Senin, 29 Januari 2012 | BP
Sang Hyang Pematut
KEMANUSIAAN manusia benar-benar telah hampir copot dari cantolannya di hati dan otaknya. Padahal malam Tahun Baru 2012 nyaris semua orang merayakannya dengan sukacita disertai pesta dan minum berjenis-jenis alkohol hingga pagi suntuk. Berbagai ucapan dan harapan yang manis-manis dan muluk-muluk saling dilontarkan. Kembang api menerangi langit dan gelegar mercon tak henti-henti, seakan dunia saat itu adalah milik spesies manusia. Mereka tidak peduli atmosfer bumi diselaputi asap tebal dan aroma mesiu, juga tidak ambil pusing penghuni dunia lain nonmanusia mengalami stres berat akibat melihat dan mendengar benderang tak lazim dan dentum mengagetkan.
Dari sekian banyak ucapan yang kuterima lewat SMS di HP-ku sebelum dan sesudah tahun baru, satu kalimat yang membuatku tertegun. Selamat Tahun Baru 2012, semoga di Tahun Naga Air ini dunia khususnya Indonesia menjadi tempat yang layak dihuni sepanjang hayat. Aku melihatnya kembali saat menyaksikan di TV anak-anak sekolah dan nenek-nenek meniti sisa jembatan yang rusak parah akibat banjir bandang menggerus tepian Sungai Ceberang di kawasan Lebak, Banten. Berikutnya, SMS itu nyaris kuhapus saat di layar kaca kulihat mayat-mayat bergelimpangan di Tugu Tani, Jakarta akibat ulah wanita mabuk ekstasi menabrak mereka dengan mobil pinjaman. Aku benar-benar menghapus SMS itu setelah menonton TV dan membaca koran ikhwal kerusuhan di Lampung Selatan, Senin lalu, tutur Rubag.
Hatiku juga sangat miris melihat murid-murid sekolah, di antaranya seusia anakku yang duduk di kelas satu SD bergelayut di kawat, sementara punggungnya dibebani tas, sedangkan kaki menginjak kayu tipis sepanjang ratusan meter. Juga ada nenek-nenek yang bicara saja bibirnya bebuyutan atau gemetar, juga bergelantungan dengan cara yang sama meski lututnya sudah goyah. Lucunya, para pemimpin kita dengan mulut berbusa dan dada membusung bicara soal pertumbuhan ekonomi menggembirakan dan grade investasi naik. Padahal lokasi kondisi memprihatinkan yang digambarkan seperti suasana dalam film Indiana Jones, tidak begitu jauh dari ibukota negara. Di Banten yang letaknya dekat dengan Jakarta, masih ada desa terisolir yang rakyatnya seperti berangkat ke medan perang penuh bahaya maut untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sedangkan di pusat pemerintahan para pemimpin fasih bicara soal uang milyaran dan trilyunan, baik untuk anggaran maupun dikorupsi, komentar Smarajana.
Memalukan! Tapi malu sebagai rasa yang mengawali peradaban manusia, sudah tidak ada lagi nyantol di sanubari kebanyakan orang, khususnya para pemimpin dewasa ini. Hilangnya rasa malu, selanjutnya empati, simpati, tolerasi dan solidaritas justru berawal dari para elit, yang selalu menggembar-gemborkan hidup dan berpikir positif. Karena terlalu positif membuat perasaan mereka jadi tumpul secara spiritual, jadi hedonis secara intelektual, jadi narsis secara emosional dan jadi takut mati namun tidak peduli atas kematian orang lain. Mereka tidak malu kendati berita tentang jembatan hancur itu mendunia dan diberi julukan '' Jembatan Indiana Jones'' Sama tidak malunya ketika lusinan media asing mewartakan negeri ini punya simbol keadilan berupa sandal jepit. Bagaimana tebal mukanya orang-orang yang mengaku wakil rakyat yang menggagas dan merealisasikan ruang rapat berbiaya Rp 20 milyar, bila melihat murid-murid seperti anak-anak monyet bergelayut di ranting dan dahan saat menuju sekolah, tambah Subaya.
Ing ngarso sung tulodo, begitu kearifan Jawa yang dipopulerkan saat Penataran P4 berlangsung di Era Orde Baru. Perilaku pemimpin ditiru dan dijadikan model oleh rakyat. Segala rasa yang dulu kokoh bersemayam di hati menyebabkan manusia disebut sebagai makhluk berbudaya, kini kian pupus. Kusaksikan tampang dan mimik wanita gembrot yang menabrak belasan orang dengan mobil itu di TV. Cengar-cengir sambil sibuk SMS-an berdiri di samping mobil pinjamannya yang ringsek bagian depannya tanpa peduli belasan tubuh bergelimpangan bersimbah darah akibat perbuatannya. Yang luka menjerit-jerit kesakitan dan yang luput meraung histeris, namun penabrak itu seperti tidak hirau dengan pemandangan yang mengiris hati tersebut, bahkan sambil mempermainkan HP mondar-mandir di samping mobilnya. Tanpa rasa bersalah, bahkan wajahnya yang tembem tampak memuakkan ! Sebagian dari mereka yang langsung tewas konon adalah anak-anak yang baru keluar dari latihan futsal dan mereka berjalan di trotoar, ujar Manik.
Apa bedanya dengan pejabat kita ? Mereka juga tidak hirau dengan kemiskinan rakyat yang tampak telanjang ditayangkan TV dengan memamerkan gaya hidup yang hedonis dan narsis. Menjadi kaya dan hidup mewah memang tidak dilarang Undang-Undang di negeri ini, tapi itu akan kelihatan normal dan wajar bila masalah korupsi, suap dan penyelewengan kekuasaan tidak meraja-lela. Kita bisa melihat dalam pembagian zakat yang cuma berisi Rp 20 ribu ribuan orang berdesakan sampai puluhan wanita meninggal karena terinjak dan terhimpit, sementara uang negara miliaran digerogoti para tikus berdasi. Aku masih ingat pendapat almarhum Prof. Dr. Satjipto Rahardjo yang mengatakan bahwa Indonesia adalah laboratorium yang paling baik di dunia untuk penilitian hukum dan masalah sosial. Alasannya, di sini berbagai macam kasus dari anomali serta penyelewengan hukum hingga pelanggaran HAM berlangsung selama puluhan tahun. Akibatnya, muncul istilah Petrus, Markus atau makelar kasus dan Mafia Peradilan. Sayang beliau keburu wafat, sebelum kasus koin untu Prita dan keadilan sandal jepit muncul, papar Santika.
Sekali lagi jangan menertawakan orang yang jatuh, bersyukurlah kamu tidak atau belum jatuh ! Terlepas dari dugaan bahwa wanita penabrak itu menggunakan narkoba dan minum alkohol sebelum nabrak, aku anggap kecelakaan tersebut sebagai musibah. Apalagi di zaman sekarang, peredaran narkotika dan derivatnya beredar luas dan orang-orang yang suka dugem kalau tidak kuat mental akan terjerat penggunaan narkoba. Jadi, aku menganggapnya sebagai musibah yang bisa menimpa setiap orang kalau tidak hati-hati. Mirip seperti kasus pembakaran 48 unit rumah, pengerusakan 21 unit rumah dan motor serta penggilingan padi di kecamatan Sidomulyo, kabupaten Lampung Selatan, yang oleh para tokoh yang menjadi korban dianggap musibah. Aku setuju dengan sikap dan pernyataan tokoh asal Bali di sana, yang mengimbau para warganya agar tidak berpikir untuk balas dendam atas tragedi yang terjadi Senin lalu itu. Itu mencerminkan karakter orang Bali asli, yang tidak bereaksi langsung atas apa pun menimpanya, namun menyerahkan pada Ida Sang Hyang Pematut alias Tuhan, kata Kasna.
Setuju ! Kendati orang yang berpikir seperti kamu jumlahnya sangat sedikit sekarang, namun aku sependapat denganmu. Balas dendam membuat urusan yang sebenarnya bisa diselesaikan secara cepat dan bermartabat, akan berlarut-larut bahkan turun temurun. Serahkan saja pada Sang Hyang Pematut, yang kurasa akan melaksanakan hukum yang adil dan benar. Seperti dulu kita dibom dua kali oleh para teroris, orang Bali menyikapinya dengan upacara, kendati hati sempat panas saat peristiwa terjadi. Untuk bom pertama tahun 2002 kita lakukan upacara Karipubhaya di Legian Kuta dan bom kedua tahun 2005 kita lakukan Mapekelem di laut Jimbaran. Hasilnya semua jaringan terorisme dunia terungkapnya dari Bali. Tidak saja Amrozy dan Imam Samudra, juga Dr. Azahari serta Noordin M Top berhasil dibinasakan. Jangan-jangan jaringan Osama bin Laden bisa dilumpuhkan berkat doa kita dari Bali. Kekuatan doa memang kedengaran remeh, tapi kalau kita yakin kekuasaan sang Hyang Widi, maka hasilnya mengagumkan. Memang tidak seperti makan cabe, yang pedasnya muncul seketika, namun hukum Sang Hyang Pematut terjadi slowly but sure, sambung Sudirman seperti bercanda. (aridus)

•     Program Acara Minggu, 28 April 2013
•     BALI TV Jumat, 26 April 2013
•     ACARA BALI TV Rabu, 6 Maret 2013
•     Program Acara Minggu, 3 Maret 2013
•     Program Acara Bali TV
•     Antrean Hingga Tiga Kilometer
•     “Diksha Suputra” Jadi Anak Sukses dan Berkarakter
•     Ditargetkan Tuntas 22 Desember
•     Segera Lakukan Moratorium
•     Program Acara BALI-TV Jumat, 12 Oktober 2012
•     Program Acara BALI-TV
•     Khidmat, ''Piodalan'' di Pura Mahawidya Mandira Unhi
•     Program Acara BALI-TV
•     Program Acara BALI-TV Kamis, 6 September 2012
•     Program Acara BALI-TV
•     Program Acara BALI-TV Selasa, 10 Juli 2012
•     Tegeh Kori Gelorakan Penyederhanaan “Yadnya” di Bali
•     Delapan Sulinggih “Muput Mendak Toya” di Telaga Tista
•     Prabu Samvarana Kehilangan Kesadaran di Hutan
•     I Nyoman Monjong Seniman Arja Berpulang
•     Program Acara Kamis, 21 Juni 2012
•     Program Acara BALI-TV
•     Program Acara BALI-TV Rabu, 16 Mei 2012
•     Program Acara BALI-TV Sabtu, 12 Mei 2012
•     Program Acara BALI-TV Selasa, 8 Mei 2012
•     Program Acara BALI-TV Senin, 7 Mei 2012
•     Sabtu, 5 Mei 2012
•     Program Acara BALI-TV
•     Program Acara BALI-TV
•     Program Acara BALI-TV Selasa, 6 Maret 2012
•     Program Acara Minggu, 4 Maret 2012
•     Program Acara BALI-TV Sabtu, 3 Maret 2012
•     Areal Pawai PKB di Renon Dinilai Lebih Luas
•     Program Acara BALI-TV
•     Kerja Sama ''Trial Streaming'' Siaran Bali TV pada SpeedyTV
•     Sang Hyang Pematut
•     Program Acara BALI-TV Rabu, 25 Januari 2012
•     Program Acara BALI-TV
•     Cegah Kelangkaan
•     Pendapatan XL Meningkat 8%
•     Program Acara BALI-TV
•     Interaktif Penyembuhan di Bali TV Sudah 6 Tahun ''Ngemargiang Dharma Pitulung''
•     Puspayoga "Madana Punia'', Bintang "Ngayah"
•     Tunda Periksa Banggar
•     DR. Wedakarna Dorong Krama Bali Lestarikan Empat Anak
•     Program Acara BALI-TV
•     ''Paras-Paros'' Tema PKB 2012
•     Galungan, Pementasan Digelar Malam Hari
•     Pameran Seni Rupa PKB ''Sesak Napas''
•     Dedari Legong 'Bernapas'' Kembali
•     Joged Bumbung di PKB Keluar dari Stigma Porno
•     Jadwal PKB Sabtu, 2 Juli 2011
•     Program Acara BALI-TV Sabtu, 2 Juli 2011
•     Ketika Kekuasan Disalahgunakan
•     Penyandang Cacat Tampil Menginspirasi di PKB
•     Jadwal PKB Kamis, 30 Juni 2011
•     Jadwal PKB Selasa, 28 Juni 2011
•     Mengenal Veda Sejak Dini
•     Jadwal PKB XXXIII Senin, 27 Juni 2011
•     Jadwal PKB Sabtu, 25 Juni 2011
•     Mencekam, Pementasan Sanghyang Janger Maborbor
•     Drama Gong Belum Ditinggalkan Penonton
•     Pentas Janger Pindah,Penonton Kecewa
•     Jadwal PKB Kamis, 23 Juni 2011
•     Sate Alu Makin Diminati
•     Jadwal PKB XXXIII
•     Jadwal PKB
•     Jadwal PKB XXXIII
•     Program Acara BALI-TV
•     Emansipasi Kartini Bali di Jagat Seni
•     Kuliner Khas Bali Ramaikan PKB
•     Program Acara BALI-TV
•     Isi Liburan Pemprov Gelar Widya Budaya Generasi Muda
•     Pembukaan PKB 2011 Menjaga Bumi dan Peradaban Lewat Diplomasi Budaya
•     Belum Ada Seni Master Piece, Taman Budaya Perlu Redesain
•     PKB 2011
•     Program Acara BALI-TV
•     Komite SMPN 1 Tembuku
•     Duluan Pergi ke Singapura
•     Program Acara BALI-TV
•     Pura Penataran Ida Ratu Bagus Pande di Besakih
•     Program Acara BALI-TV
•     Program Acara Sabtu, 23 April 2011
•     League Siap Go International
•     Pakelem di Gunung Agung
•     Karya di Pura Gunung Raung
•     Jepang Dikepung Bahaya Radiasi
•     Tawur Labuh Gentuh di Pura Agung Besakih
•     Nasionalisme-Patriotisme
•     Kata-Kata Emas Bhagawadgita
•     PW Karsa Bendesa Tegallalang
•     Upacara Pitra Yadnya di Wilayah Dalem Kahyangan Umadui
•     Ketahahan Ekonomi Bali
•     KARYA AGUNG PANGURIP JAGAT BALI KABEH
•     Peserta Anak-Anak Tampil "Nyakcakin"
•     Khidmat, Puncak Karya ‘’Ngenteg Linggih’’ di Pura Bukit Sari
•     ande Wayan Karsa Bendesa Tegallalang
•     "Heal the World"
•     Seabad Sastra Bali Modern
•     KMHDI Bertekad Kawal 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
•     Event Strategis Promosikan ODTW Tanah Lot
•     Diskusi Kesehatan RSIA Puri Bunda
•     Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional 2010
•     KARYA AGUNG RING PURA AGUNG GUNUNG RAUNG
•     Jadwal PKB XXXII Rabu (7/7)
•     Karya Pangeratep di Pura Pasimpenan Baturaya
•     Jadwal PKB XXXII
•     Jadwal PKB Selasa (6/7)
•     Jadwal PKB XXXII, Sabtu (3/7)
•     Jadwal PKB XXXII
•     JADWAL PKB XXXII
•     Jadwal PKB XXXII
•     7.500 Bambu Tabah Hijaukan Desa Kerta
•     Jadwal PKB XXXII
•     Jadwal PKB XXXII
•     Renovasi Pura Segara Sangsit
•     '’Papedudusan Agung’’ di Kahyangan Jagat Natar Sari
•     Jadwal PKB XXXII
•     Penari Dayak Gelar Ritual Tolak Bala
•     Gelar Seni PKB XXXII, Memaknai Cerita Tari Klasik ‘’Barong Swari’’
•     Pameran Kerajinan Dipadati Pengunjung
•     Pameran Seni Rupa Tampilkan Beragam Karya Lukis, Kriya dan Foto
•     Malam Ini Presiden Direncanakan Buka PKB XXXII di Art Center
•     Duta Bali Unhi-IHDN, Tampilkan Calonarang
•     ‘’Pragina Mas’’ Persembahkan Tari Klasik di PKB XXXII
•     Pemkab Gianyar Ngayah di Pura Durga Kutri
•     Persiapan Piodalan di Pura Goa Lawah
•     GONG DEWA YADNYA UNTUK PURA PEKENDUNGAN
•     Hari Raya Kuningan Umat Padati Pura, PKL Kais Rejeki
•     Sambut Obama, BTDC Siapkan Pelayanan Terbaik
•     Tembok Penyeker Pura Segara Pengambengan Roboh
•     Nyatur Desa di Dalem Teges
•     Kapolri Isyaratkan Panggil Paksa
•     Mapadudusan Sangkara Agung di Pura Bukit Dharma-Durga Kutri
•     FIAVAGANZA 2010, KREATIFITAS MAHASISWA DAN PELAJAR HINDU
•     22 Negara Ikuti Sidang ke-15 RA V WMO
•     Acara Bali TV Minggu, 18 April 2010
•     Gugus III Tridatu ke Tingkat Nasional
•     IBTK di Besakih, Panitia Minta Pamedek Atur Waktu
•     RSI BOJANA LAN DHARMA SANTHI NYEPI RING TABANAN
•     Tingkatkan Kerukunan Antarumat Beragama
•     Puri raharja-Sari Darma Ngayah Kesehatan
•     Sore Ini Nedunang Pralinggan Ida Batara, Besok Melasti
•     MLASPAS RING PURA SAKENAN UBUD
•     RRI NGWENTENANG DIALOG PANYEPIAN
•     Panglemek Tawur Tabuh Gentuh
•     Bali Spirit Festival Menjaga Ekologi Bali dan Keragaman Budaya
•     TAWUR AGUNG KESANGA DAN PARADE OGOH-OGOH DESA KERAMAS
•     TAWUR RBALIK SUMPAH DI PURA PUJUNG SARI
•     Haturkan Dana Punia di Silayu
•     Minggu, 7 Maret 2010
•     24 OGOH OGOH AKAN DILOMBAKAN
•     24 Ogoh-ogoh Ditetapkan Nominasi Juara
•     YSDS MATIRTA YATRA KA PURA DALEM RAMBUT SAKENAN
•     PARUMAN PHDI PROVINSI BALI LAN WANTI WARSA PHDI KAPING 51
•     VISIT MUSEUM YEAR 2010, APRESIASI PELESTARIAN BUDAYA
•     SMKN 1 Sukawati Pamerkan Karya di Museum Bali
•     Pemprov Bali Siap Kerja Sama dengan Pasraman
•     Lomba Geguritan Antar Koperasi se- Kota Denpasar
•     DHARMAYATRA PRABHU DARMAYASA
•     Gubernur Bertemu Para Sulinggih Tindaklanjut Karya Pamahayu Jagat
•     Aci di Pura Hyang Aluh
•     Sepuluh Museum Penerima Penganugerahan Pers K.Nadha Nugraha
•     SANGGAR SIP LEGIAN KELOD GELAR KESENIAN BALI DAN MADURA
•     PAWAI BUDAYA FALUN DAFA SAMBUT TAHUN BARU 2010
•     Acara BALI-TV, Senin, 28 Desember 2009
•     ACARA BALI - TV Selasa, 22 Desember 2009
•     Program Acara BALI-TV Senin, 21 Desember 2009
•     Cuaca 17 Desember,Waspadai Cuaca Buruk
•     ACARA Bali TV
•     Acara BALI-TV
•     Telkomsel Tirta Yatra 2009
•     KEPALA DESA KESIMAN KERTALNGU KAPASTIKA
•     Minggu, 29 November 2009
•     PEMADAMAN LISTRIK
•     Pemkot Denpasar Tampilkan 10 Gong Sakral
•     JELANG KARYA PEKELEM DI DANAU DAN GUNUNG BATUR
•     Pemadaman Listrik Selasa (24/11)
•     Bali TV Minggu, 22 November 2009
•     PEMADAMAN TGL 23 NOV 2009
•     PEMADAMAN TGL 22 NOV 2009
•     Lomba Utsawa Dharma Gita
•     HUT STT. YOWANA MEKAR Momentum Peningkatan Kreatifitas
•     DENPASAR TERIMA PETAKA DAN PANJI SAKTI
•     MAPEPADA DAN MELASPAS DI PURA BATU MADEG BESAKIH
•     Jadwal Pemadaman Listrik
•     Usai Pesta, Warga Satu Dusun Keracunan
•     Program Acara BALI-TV
•     Depresi, Nenek Gantung Diri di Dapur Ditemukan Sang Anak
•     KRAMA BATUR SEGERA GELAR BHAKTI PEKELEM
•     Program Acara BALI-TV
•     Siswa Bolos Dicukur di Depan Kecamatan
•     Krama Bali Ngayah Marersik di Pura Pucak Mangu
•     Acara BALI-TV
•     Piodalan di Pura Masceti Pemujaan Dewa Wisnu Dengan Saktinya Dewi Sri
•     Keluarga Besar Bhujangga Wisnawa Dharma Yatra ke Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis
•     Bupati Se-Bali Harus Pikirkan Bali Secara Utuh
•     Piodalan di Pura Poltabes Denpasar
•     Piodalan di Pura Uluwatu, ‘’Ngatep Karya’’ di Kulat
•     Pamelastian Ida Batara dan Memasar di Merajan Agung Sukahet
•     Pujawali di Pura Pasar Agung Giri Tolangkir Ida Batara Kaaturan Nyejer 11 hari, tak Boleh Mendaki Gu

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak