MENURUT kamus besar bahasa Indonesia kata “selingkuh” mempunyai beberapa arti. Pertama tidak berterus terang, tidak jujur, suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, curang, serong. Kedua korup (menggelapkan uang). Kata “selingkuh”, meski hanya terdiri atas 9 huruf, namun memiliki dampak yang sangat hebat bagi manusia yang mendengarnya, terlebih bagi yang melakukannya. “Selingkuh” sinonim dengan tidak setia, mendua hati. Banyak orang berpikir selingkuh itu hanya berkaitan dengan hubungan antarmanusia, tapi sesungguhnya berhubungan dengan segala aspek kehidupan manusia. Terkadang tanpa kita sadari sebagai orang Kristen, kita sering melakukan selingkuh ini.
Kehidupan kekristenan yang sejati sesungguhnya dimulai dari hal yang rohani. Yang rohani itulah yang mempengaruhi hal yang fisik. Banyak orang salah persepsi, dengan menyangka bahwa jadi orang Kristen sudah cukup tanpa disertai perubahan karakter.
Ada beberapa area rawan diselingkuhi: Pertama waktu. Setiap orang memiliki 24 jam dalam sehari. Sudahkah kita mempergunakannya dengan benar? Banyak orang yang tidak tahu dan tidak mampu untuk memaksimalkan waktu yang ada. Ke-24 jam ini bisa kita bagi dalam 3 bagian besar: 8 jam untuk tidur, 8 jam untuk bekerja dan 8 jam untuk aktivitas lain (makan, mandi, perjalanan, nonton TV, berdoa, mengobrol, dan sebagainya). Bila ada salah satu yang melenceng, misal tidur hanya 3 jam sehari. Cepat atau lambat metabolisme dan keseimbangan tubuh orang tersebut terganggu, akibatnya tubuh orang ini rentan terhadap penyakit.
Tuhan telah memberikan 24 jam sehari. Kita harus mempergunakannya dengan tanggung jawab dan tepat. Bukan untuk memuaskan diri sendiri tapi setiap waktu yang ada harus kita pergunakan dengan benar dan tepat. Saat ini demam Facebook ada di mana-mana, tidak hanya orangtua, karyawan bahkan anak sekolah pun terkena imbasnya. Kita bisa menghabiskan berjam-jam di depan layar komputer untuk chatting atau main game, sedemikian terikatnya mereka sampai waktu ibadah pun dipergunakan untuk membuka Facebook. Melupakan waktu untuk tidur, waktu untuk bekerja, waktu untuk makan, waktu untuk berdoa, dan lain lain. Sikap tidak bertanggungjawab terhadap waktu, itu artinya kita sedang ‘’selingkuh’’ dengan Tuhan.
Kedua keuangan. Di Alkitab adalah sebuah pernyataan bahwa Allah hanya membandingkan diri-Nya dengan mamon. Iblisahu akan hal ini dan dia menggunakan mamon untuk menjatuhkan manusia dan membuat manusia jauh dari Tuhan (termasuk pelayanan Tuhan) tidak ada yang terluput.
Banyak orang Kristen, menganggap bahwa uang yang mereka miliki adalah hak mereka sepenuhnya. Dan mereka dengan bebas mempergunakannya untuk kepentingan pribadi. Padahal, semua yang mereka miliki adalah milik Tuhan, kita hanya dipercaya untuk mengelolanya saja. Kita adalah bendara-bendara-Nya Tuhan. Kita tidak berhak seperser pun atas uang tersebut dan penggunaan uang itu harus seizin pemiliknya yaitu: Tuhan.
Pemahaman yang salah mengenai uang, mengakibatkan banyak orang hidup dalam kesulitan dan terbelenggu. Mereka tidak mampu menikmati uang tersebut dengan benar. Saat kita sudah dapat memandang uang dengan cara pandang yang tepat dan benar, maka uang tersebut akan bekerja dengan benar. Kitalah yang harus menjadi majikan atas uang dan bukan uang yang menjadi majikan kita!
Ketiga tanggung jawab. Kedewasaan tidak ditentukan oleh faktor usia tapi pada sejauh mana kemampuannya dalam memikul tanggungjawab. Seorang ayah bertanggung jawab untuk menjadi nabi, imam, gembala dan kepala di rumah tangganya. Tapi coba Anda lihat sekarang, di mana para ayah yang berperan dengan benar sesuai dengan panggilannya. Kebanyakan saat ini, para ayah mencoba melempar tanggung jawab itu dengan bersembunyi di balik pekerjaan mereka. Hingga akhirnya peran tanggung jawab ini diambil oleh para istri.
Setiap orang baik pria/wanita, dewasa/balita, kaya/miskin, memiliki tanggung jawab masing-masing sesuai dengan kapasitasnya. Setiap orang bertanggung jawab untuk menyelesaikan panggilan khusus dalam hidupnya. Bila tidak, itu artinya kita sedang menunda pekerjaan mahakarya Allah. Bila kita lari atau menolak penugasan itu, artinya kita sedang selingkuh dengan Tuhan.
Keempat pasangan atau keluarga. Keluarga-keluarga saat ini sangat rentan terhadap perselingkuhan. Ada dua macam tipe selingkuh di rumah tangga jenis WIL/PIL atau selingkuh hati. Banyak kita lihat saat ini, pernikahan-pernikahan yang hanya di atas kertas saja, tapi sudah bertahun-tahun mereka pisah ranjang atau tidak pernah berkomunikasi lagi. Masing-masing sibuk dengan pekerjaan atau asyik dengan hobinya. Bagi mereka hal itu lebih memuaskan mereka daripada membangun hubungan dengan pasangan.
Ketahuilah, saat kita lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop daripada dengan pasangan/keluarga Anda itu artinya anda sudah mendua hati. Saat Anda lebih suka curhat dengan orang lain daripada dengan istri/suami Anda, itu artinya Anda sudah selingkuh dengan dia. Saat Anda menyembunyikan sesuatu terhadap keluarga Anda, itu artinya Anda sudah tidak setia pada keluarga Anda.
Apapun yang terjadi dalam keluarga Anda, baik atau buruk sekalipun, enak atau tidak enak sekalipun, Andah arus berlaku setia terhadapnya. Karena ini adalah keluarga yang telah Tuhan tempatkan atas Anda, untuk Anda bertumbuh ke arah kedewasaan rohani. Kita adalah mempelai Kristus dan Kristus menetapkan suatu standar, mempelainya tidak boleh bercacat cela. Pada saat kita menduakan Tuhan dengan pekerjaan, anak, karier, keluarga, dll. Itu artinya Anda sedang selingkuh dengan Tuhan. Tuhan adalah Allah yang cemburu dan Dia tidak menginginkan kita untuk menduakannya, karena Dia tahu bila kita telah mendua hati, tidak akan bisa setia. Pasti akan condong ke yang satu dan mengabaikan yang lain.
Kelima pekerjaan. Ada mungkin pernah lihat tayangan reality show John Pantau. Dalam salah satu tayangannya pernah disorot mengenai pegawai pemda yang berkeliaran di mall-mall pada jam kerja. Saat disorot oleh kamerawan, mereka berlarian ataupun kalau ketangkap basah biasanya mengungkapkan 1001 macam alasan. Para karyawan pemda ini, mereka telah berlaku selingkuh kepada atasan dan departemen tempat dia bekerja, dengan menggunakan jam kerja untuk kepentingan mereka sendiri. Dari rumah datang ke kantor dengan menggunakan seragam pemda tapi begitu sampai di tempat, hanyat Anda tangan, ngobrol-ngobrol, makan-makan lalu cabut shopping ke mall-mall. Makanya tak heran, terjadinya kebocoran-kebocoran karena hasil yang didapat tidak sebanding dengan gaji yang harus dibayarkan. Dan ternyata hal ini pun banyak dilakukan oleh anak Tuhan. Cukup banyak yang menggunakan fasilitas kantor untuk pribadi, telepon berjam-jam untuk mengurus urusan pribadi, chatting berjam-jam pada jam kerja, mengambil ATK (alas tulis kantor) untuk dibawa pulang, dll. Kolose 3:23, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Intinya seseorang dikatakan selingkuh rohani bila:
- Fokus utamanya bukan lagi kepada Allah atau otoritas di atasnya, tapi kepada dirinya atau manusia.
– Dalam pekerjaan atau dalam berbisnis kita telah menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan sendiri.
- Bila kita tidak memaksimalkan potensi yang kita miliki dalam bidang yang kita pegang.
- Bila kita lebih memilih untuk mencari pertolongan kepada orang lain daripada datang kepada Tuhan.
- Bila menganggap bahwa Tuhan tidak tahu apa yang telah Anda lakukan dan bisa dipermainkan.
- Bila kita tidak setia mengembangkan setiap talenta yang telah Tuhan percayakan kepada kita.