VIHARA Purnama Bali, Jumat (30/3) kemarin menggelar upacara pemberkatan dan ceramah dharma pascamelakukan renovasi bangunan vihara. Upacara yang dipimpin Dharma Raja Lian Sheng Lu-Sheng Yen dihadiri oleh ratusan umat Tantrayana Satya Buddha dari dalam maupun luar negeri.
Pendiri Yayasan Vajra Karuna MadhaTantri, Susanto Hadiwijaya, di sela upacara menerangkan, Mahaguru Dharma Raja Lian Sheng Lu-Sheng Yen yang lahir di Chiayi, Taiwan tahun 1945 pernah menetap di Seattle, AS dan hidup menyepi. Kehidupan sehari-hari beliau adalah menulis, melukis dan mengajarkan Sadhana Tantra.
''Mahaguru kita mengharapkan Indonesia tenteram, rakyat damai dan makmur tidak terjadi bencana. Prosesi awal yang dilakukan adalah pemberkatan vihara ceramah atau pemaparan dharma,'' ujarnya.
Dikatakan, Dharma Raja Lian Sheng Lu-Sheng Yen kali pertama hadir di Vihara Purnama Bali. Beliau sepanjang hidup mendalami Buddha Dharma dan setiap hari dilalui dengan menekuni sadhana, serta telah memperoleh keberhasilan cemerlang dalam Sadhana Tantra. Siswa yang bersarana padanya telah berjumlah lebih dari lima juta orang yang tersebar di seluruh dunia, dan banyak pula Rinpoche Tibet berguru kepadanya.
''Kali ini umat yang hadir tidak hanya dari Indonesia saja, tetapi juga dunia. Melalui ceramah dharma yang diberikan mahaguru, kami berharap umat bisa lebih mawas diri dalam menjalani hidup,'' ungkapnya.
Diterangkan, Vihara Purnama Bali telah berdiri sejak sembilan tahun silam dengan jumlah umat yang terus meningkat. Dari mulai 2 - 10 orang yang selalu datang bersadhana hingga kini umat yang aktif sudah mencapai 30-50 orang. Belum lagi True Buddha School juga sudah mulai menggeliat di luar Denpasar, seperti Kabupaten Negara.
Vihara yang terletak di Jalan Fujiyama III No. 1, Buluh Indah, Denpasar juga turut serta dalam mengadakan aksi sosial, seperti donor darah beserta majelis agama Buddha lainnya yang tergabung dalam Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), kunjungan ke panti sosial, turut serta dalam membersihkan Taman Makam Pahlawan Margarana, Bali dan kegiatan sosial lainnya.
''Semoga ke depannya akan mejadi lebih berkembang dan diterima lebih luas lagi keberadaan True Buddha School Indonesia, dan Bali khususnya,'' tandasnya. (ad6)