Untitled Document
» Mimbar Agama
Senin, 23 Januari 2011 | BP
Ambil Waktu Anda
Mimbar Buddha


Gaji diri Anda sendiri; itu saran untuk Anda yang ingin hidup kaya di masa mendatang. Di sisi lain, Anda juga perlu mengambil waktu untuk diri Anda sendiri. Bila Anda bisa melakukan keduanya; kehidupan Anda pasti akan lebih bahagia bukan hanya dalam kehidupan ini namun juga dalam kehidupan yang akan datang.



Berapa gaji Anda? Berapa pun jumlahnya, satu hal yang harus diingat bahwa Anda telah dibayar oleh perusahaan tempat Anda bekerja sesuai dengan kesepakatan yang ada. Anda mendapatkan penghasilan yang bisa dipergunakan untuk memenuhi segala kebutuhan dan keperluan dalam hidup. Dengan uang yang ada, Anda bisa membeli empat kebutuhan dasar pakaian, makanan, tempat tinggal, dan obat-obatan. Anda juga bisa membeli kebutuhan lainnya yang tidak kalah pentingnya.

Penghasilan yang besar tidak menjamin Anda akan menjadi orang yang kaya. Salah satu saran yang dianjurkan oleh penasihat keuangan, motivator, dan sejumlah buku yang menjajikan kekayaan di masa depan adalah dengan mengaji diri sendiri. Maksud ungkapan tersebut, Anda harus menyisihkan sebagian kecil penghasilan tersebut untuk disimpan. Lakukan hal ini secara rutin. Anggap saja Anda sedang mengaji diri Anda sendiri.

Gaji untuk diri Anda sendiri, tidak boleh dipergunakan. Disisihkan dan disimpan setiap bulan secara terus menerus hingga mencapai jumlah tertentu dimana pendapatan bunganya lebih dari cukup untuk membiaya hidup Anda. Dalam kondisi seperti ini, Anda akan mengalami kebebasan finansial. Anda bisa bertahan hidup walaupun tanpa bayaran dari atasan. Anda sudah menjadi orang kaya yang bebas secara finansial.

Namun kehidupan di dunia ini bukan hanya urusan menjadi orang kaya. Masih banyak harapan lain yang mungkin Anda miliki. Anda ingin sehat, ingin panjang umur, dan akhirnya mati masuk surga. Ketika kematian datang, cepat atau lambat, tidak ada yang bisa Anda bawa selain diri sendiri dan hasil dari segala perbuatan yang telah dilakukan. Kekayaan, pasangan hidup, keluarga besar, nama besar, dan sebagainya tidak akan pernah ikut.

Bagaimana Anda mewujudkan harapan yang satu ini? Anda hanya perlu menyisihkan waktu untuk diri Anda sendiri. Jangka waktu untuk diri Anda sendiri, bukan untuk orang lain. Waktu untuk berbuat baik; membaca paritta, bermeditasi, berdana, mendengarkan ceramah Dhamma, diskusi Dhamma, membantu orang lain, peduli dengan sesama, mencintai keluarga dan semua orang atau semua kehidupan, dan masih banyak lagi perbuatan baik yang bisa dilakukan dalam kehidupan ini. Ambil waktu Anda untuk diri Anda sendiri seperti Anda menyisihkan penghasilan Anda untuk mencapai kebebasan finansial.

Banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk orang lain. Minggu lalu, saya bertemu seorang kawan lama yang baru sembuh dari sakit. Saya sarankan untuk berlatih meditasi agar pikirannya menjadi lebih tenang dan mudah-mudahan gangguan kesehatan yang serius tidak muncul lagi. Dia berusaha menolak dengan mengatakan bahwa dia tidak ada waktu. Kalau dia tidak ada di kantor, urusan kantor akan berantakan, dan sebagainya.

Banyak orang yang demikian. Dia tidak pernah berpikir dengan sebaliknya. Apa yang akan dia peroleh ketika dia meninggal? Kantor tempatnya bekerja hanya memberikan sedikit sumbangan dan karangan bunga sebagai tanda turut berduka cita. Kalau dia meninggal dunia, apakah badan usaha tempatnya bekerja akan bangkrut? Pemilik akan berusaha untuk mencari penggantinya walau pun mungkin tidak sempurna seperti ukuran yang Anda miliki.

Banyak orang yang menghabiskan waktu luangnya dengan melakukan perbuatan yang kurang penting dan kurang bermanfaat. Mereka membicarakan orang lain, mengurus orang lain, bergosip, menghibur diri secara berlebihan, dan melakukan kesenangan pribadi yang pada umumnya dilandasi dengan keserakahan, kebencian, dan tanpa pengertian benar.

Bila Anda tidak punya waktu yang cukup karena memang benar-benar menjadi manusia super sibuk, ambil waktu Anda seminggu sekali untuk melakukan perbuatan baik. Pergi ke vihara, membaca paritta, mendengarkan Dhammadesana, berdiskusi Dhamma, berdana, bermeditasi, dan melakukan perbuatan baik lainnya. Di hari tertentu, Anda bisa menyisakan waktu luang untuk berdana makanan di pagi atau siang hari ke vihara.

Alangkah baiknya bila Anda bisa mengambil beberapa jam dalam kehidupan sehari-hari untuk diri Anda sendiri. Bila perlu, Ambil waktu beberapa jam setiap hari untuk duduk bermeditasi dan membaca paritta serta melakukan perbuatan baik lainnya. Inilah tabungan untuk kebahagiaan hidup Anda bukan hanya dalam kehidupan yang sekarang, namun juga untuk kehidupan yang akan datang.

Sebelum terlambat; sisihkan pendapatan Anda untuk hari tua. Mudah-mudahan Anda bisa mencapai kebebasan finansial. Sisihkan waktu Anda untuk diri sendiri; melakukan berbagai perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Anda tambah sehat, tambah sukses, tambah bahagia.



Dhana Putra



•     Waisak, Meneladani Buddha
•     Menuju Bali Damai
•     Mengatasi Masalah Kehidupan
•     Bukti Cinta Sesama Orang Beriman
•     Ajaran Para Buddha
•     Berlaku Adil Tanpa Memandang Muka
•     Ordo Karmel III Komunitas Santa Teresa Avila, Bali
•     Renungan Tahun Baru
•     Khotbah
•     Masa Adven 2012
•     Hidup Berbahagia
•     Ibrahim, Tokoh Teladan yang Diidolakan
•     Mimbar Buddha
•     FKUB Terjun ke Kantong-kantong Komunitas Beda Agama
•     Ujian Hidup
•     Menyaksikan Mukjizat Tuhan
•     Syarat Yadnya Berpahala Mulia
•     ‘’Selingkuh’’ Rohani
•     Tiga Landasan Dasar Keimanan Agama Khonghucu
•     Ketaatan yang Penuh Kasih
•     Bangkit Menuju Kebebasan
•     Tulus dan Jujur
•     Hari Doa Panggilan Sedunia
•     Hari Ini, Digelar ''Shie Jit Thien Sang Sen Muk''
•     Pulau Bagi Diri Sendiri
•     Sampaikan Aspirasi Hendaknya Tak Anarkis
•     Vihara Purnama Bali Gelar Upacara Pemberkatan
•     Warisan Leluhur
•     Adat Hindu Harus Selalu ‘’Nutana’’
•     (Ignatius Suharto) Mendidik Kaum Muda
•     Badai Matahari Timbulkan Fenomena Mengagumkan
•     Al Qur’an dan Shalat Melatih dan Memperkuat Akal
•     Jadilah Seorang Pengasih
•     Umat Kepunyaan Tuhan, yang Tetap Rajin Berbuat Baik
•     Lancip Gunung, Runcing Keris, Tajam Pikiran...
•     Kekayaan Duniawi
•     Cinta Kasih dan Kesuksesan
•     Memelihara Kasih Persaudaraan
•     Bulan Kitab Suci Nasional
•     Puasa Pun Usai, Lalu?
•     Nilai Agamis Sembahyang ''King Hoo Ping''
•     Ramadhan, Anugerah Istimewa
•     Membangun Keluarga Memajukan Gereja
•     Tertipu Dunia, Mengabaikan Ayat-AyatNya
•     Debu Batin
•     Bangun Persaingan yang Sehat Bermartabat
•     Minggu Panggilan
•     Retret Agung 2011
•     Memaknai Perayaan Tahun Baru Imlek
•     Ambil Waktu Anda
•     Meneladan Keluarga Kudus dari Nazaret
•     Jangan Berhenti Berbuat Baik
•     Renungan Dermaga Wacana
•     Penderitaan
•     Berbuat Baik di Bulan Kathina
•     Mulut Orang Benar Sumber Kehidupan
•     Ketaatan
•     Ihwal Buah Ramadhan
•     Syukur Bisa Bangun Pagi Ini
•     Umat Katolik di Singaraja Masih Trauma
•     Mimbar Buddha Jiwa-Jiwa yang Merdeka
•     Konfusianitas
•     Inti Isra' Mi'raj: Shalat!
•     Pesta Bola Dunia
•     Merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus
•     Umat Buddha Rayakan Waisak
•     Gema Waisak
•     Menjadi Saksi Kristus
•     Mempesona, namun Menjerumuskan
•     Umat Rayakan Jumat Agung
•     Persiapan Paskah 2010
•     Oleh I Ketut Wiana
•     Menciptakan Hoki
•     Menjadi Anggota Tubuh Kristus
•     Sejarah Tahun Baru Imlek
•     Mewujudkan Harapan Baru
•     Membangun Wawasan tentang Waktu
•     Natal, Penggenapan Suatu Penantian dan Harapan
•     Hari Sembahyang Tang Cik
•     Persiapan Natal 2009
•     Ibrahim Sang Teladan
•     Kiamat
•     Perayaan Tumpek Krulut Pemujaan Bunyi-bunyian Menuju Harmonisasi Alam
•     Uang dan Keadilan
•     Putu Arya Tirtawirya dan Kematian yang Akrab
•     Pahlawan Keadilan dan Kejujuran

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak