» Apresiasi Senin, 22 Agustus 2010 | BP Belahan Susu...Muara Pertanyaan, Pandangan Mistis... INDUMATI, antagonis kakawin Sumanasantaka, akhirnya ''mati'' setelah sekuntum bunga sungsang jatuh tepat di belahan susunya. Seperti itu yang terbaca di dalam teksnya. Yang kemudian dipahami oleh banyak pembaca, atma Indumati lepas setelah bertemunya dua ujung aksara Ongkara pada satu titik rahasia di dalam dadanya. Selanjutnya, ada pula pembaca yang membayangkan kedua Ongkara itu sebagai dua lidah api yang berbeda karater, beda warna, dan beda fungsi mistisnya.
SATU ILUSTRASI di atas memberitahu kita bahwa pandangan mempertemukan dua ujung sabuk api sejatinya ada. Pandangan itu bukan hanya ada secara tekstual, tapi juga dipraktikkan. Indumati baru satu contoh. Di dalam Sumanasantaka ada beberapa kisah pertemuan dua ujung sabuk api seperti itu. Dan di luar Sumanasantaka pun kita masih bisa menemukan contoh serupa. Dalam Smaratantra, pertemuan dua yang berbeda itu dilukiskan seperti percumbuan dua lawan jenis. Dalam peperangan dilukiskan seperti pertautan dua ujung tombak. Dalam arena sabung ayam, keduanya diadu seperti dua ujung taji. Dan seterusnya. Dalam khazanah sastra Bali dan Kawi, sudah umum diketahui bahwa memang ada sekelompok teks yang khusus mengajarkan teknik mempertemukan dan memisahkan dua ujung lidah api.
Dari tubuh kita alihkan topik pembicaraan ke alam. Gunung Agung dan gunung Rinjani dari titik tertentu di kejauhan nampak seperti dua butir susu yang menjorok bangga ke langit. Di mana gerangan letak belahan kedua susu alam itu?
ENTAH DI MANA persisnya belahan itu. Tapi memang ada beberapa petunjuk yang mengarahkan perhatian kita ke Selat Lombok, laut yang memisahkan dan sekaligus mempertemukan Bali dan Lombok. Selat itu memang konon sangat dalam, justru karena kedua gunung itu menjulang sangat tinggi.
Tentu saja kita tidak tahu ada apa di dasar Selat itu. Karena meskipun banyak orang bisa naik ke puncak kedua gunung itu, belum tentu pernah menyelam ke dasar Selat itu. Memang sering seperti itu keadaannya. Banyak orang mencari puncak dan tak terpikirkan dasarnya.
LALU APA yang bisa kita bicarakan tentang dasar Selat itu, jika tidak ada yang kita ketahui tentangnya. Di sinilah letak ''kelebihan'' pandangan mistis, yang selalu punya penjelasan atas sesuatu yang dalam dunia rasional dirasakan buntu. Dari pandangan mistislah kita mendapatkan penjelasan bahwa di dasar belahan dua gunung itu ada aliran sungai, yang disebut nadi utama.
NADI ADALAH istilah yang dipinjam dari tubuh manusia. Dalam alam yang besar, nadi itu bisa dibayangkan seperti sebuah sungai besar. Jika kedua gunung itu menempati posisi kiri dan kanan, atau timur dan barat, maka nadi utama atau sungai besar itu dibayangkan seperti sebuah garis utara selatan, atau atas bawah.
Itu baru salah satu penjelasan yang kita ''pinjam'' dari pandangan mistis. Masih ada penjelasan lainnya, tentu saja. Termasuk masih ada penjelasan lanjutan dari posisi saling-silang antara dua gunung dan Selat itu. Dan penjelasan seperti itu tentu tidak akan kita bicarakan dalam tulisan ini. Karena tulisan ini bukanlah sebuah penjelasan atas ini atau atas itu. Tulisan ini adalah muara pertanyaan-pertanyaan, atau semacam kubangan tempat bercampurnya keringat dan debu menjadi lumpur. Lumpur ini licin dan mengotori dari muka sampai kaki.
GUNUNG AGUNG, gunung Rinjani, dan selat Lombok adalah sebuah teks yang terbuka untuk dibaca. Sepasang susu dan belahannya adalah salah satu cara membacanya. Tentu masih ada cara lain untuk membaca dan memahaminya. Berbeda cara membaca maka akan berbeda pula pemahamannya. Pemahaman yang bebeda tidak menjadi masalah, karena sangat tergantung pada tujuan, untuk apa kita membacanya.
ibm. dharma palguna
•
‘’Melajah Negakang Jit’’ •
’Ngundukang Indik’’ •
Cerita-cerita dari Loteng •
KEN DEDES •
CERCAK •
Budaya Teknologi •
‘’Manusa Salah Laku’’ •
Gao Liao dan Kepala Dinas yang Diberhentikan… •
Melegenda dalam Sukma Ilham Kuasa Sejarah… •
Kaung Bedolot •
Sastra (Media) untuk Pembangunan Karakter Bangsa •
Sastra (Media) untuk Pembangunan Karakter Bangsa •
Bertemu sang Guru Jati •
Lahat-Tanjungkarang-Tangerang-Jakarta •
BAHASA BUNGA •
Bahasa, Nasionalisme, Kekalahan •
Gumam Tengah Malam •
Palsu •
Gumam Tengah Malam •
Tapanuli, Tepian yang Cantik… •
Perempuan •
CAHAYA UNTUK TIDORE •
Indonesia Beraksara! •
Tentang Perkadangan...beban adalah bagian penting dari perjalanan panjang •
Gumam Tengah Malam... •
Pikiran: Lubang Jarum Waktu... •
Mengungkap Nilai Universal Simbol Hindu •
Penunggu Pagi •
Subak di Mata Miguel Covarrubias •
Menepi Air, Memuncak Gunung •
Koloni Semut •
Bokong •
Banjir •
Koloni Semut •
Bahasa: Referensi dan Godaan •
Sensibilitas Lokal Bali dalam Sastra Indonesia •
Gorontalo… •
Kota-kota Beranda… •
Den Pasar: Keberjarakan Tanah-Air… •
Anak Panah Menembus Jantung •
Perempuan •
Betapa Jargon Kota Budaya Itu…Den Pasar: Titik Nol Catuspatha… •
Pasar Burung, Pasar Taman Pohonan… •
Dalam Imaginasi Penggubah Mahabharata… •
Sastrawan dan Profesionalismenya •
Memahami Ki Hadjar Dewantara •
Kabut •
Kota Harmoni… •
Sebuah Jam Tak Padam •
Bahasa Air: Bergerak ke Depan… •
Benih Langkah Inspiratif dari Cuaca Ekstrim •
Bianglala... •
Nur •
Buku Antologi Puisi Denpasar •
Maknai Kehidupan dengan Mengembangkan Pola Pikir Positif •
Telur Bebek •
Hasan Al Banna •
“In Memoriam” Komang Harbali:Seorang Apresiator Telah Pergi •
Film “The Act of Killing” dan Banalitas Kejahatan •
Di Dalam Rumah... •
Sepeda "Onthel" •
Interlokal •
Menghayati Hidup di Kampung Bajo •
Imajinasi Turisme •
Yogya-Denpasar... •
Menghayati Hidup di Kampung Musi... •
Acara BALI-TV Rabu, 14 November 2012 •
Ida Ayu Kondi Terima ''The Best Indonesian Leader Award 2012'' •
Perempuan dan Pohon •
Puisi dalam Tubuhmu •
Delapan Ciri Manusia Dikuasai ‘’Guna Tamas’’ •
Mantra Ombak •
Daya Bahasa: Hening Utama... •
CERPEN •
Binasa Bersama Bahasa •
Jurnal Sastra dan Masyarakat yang Terbuka •
Puisi: Jalan Sunyi Menuju Maha Cahaya... •
Ida Wayan Padang dan Penerus Gambuh... •
Panah Menjamah Raga, Kata Meraih Jiwa... •
Rektor Baca Puisi, Acri Pakai "Ongkara" •
Bahasa: Mendengar dengan Benar •
Layang-layang Berekor Naga •
Layang-layang Berekor Naga •
Merangkul yang Jauh, Menyikapi yang Dekat •
Kapat: Bunga, Bungah, Bingar •
Sastra Digital •
Sastrawan dan Masa Depan Sastra Indonesia •
Buah Puasa: Budi Pekerti Mulia •
Si Lugu Melangkah ke Inti Puisi... •
Seperti Bernapas, Jalan Berbalik Menyempurna Ulang Alik... •
Palungan Batu Perempuan Tua •
Memancing Siswa untuk Tertarik Membaca •
Jam Kosong •
Menerima Tilem 17 Agustus ... •
Puasa dan Kemerdekaan… •
Peti Mati •
Purnama Terakhir Utara Khatulistiwa...Bulan Kemuliaan Bhadrawada •
Jalan Pemerdekaan Paripurna Utuh...Bulan Pembebasan Bhadrawada... •
Panah Kata Sang Guru •
Disiplin Melakonkan Keteladanan…Cara Arjuna Memilih Guru •
Panggilan Insaniah Pembabar Peradaban Daya Transformasi Insaniah Guru •
Sungkalabasa •
Sastra Interdisipliner •
Putri Malam •
Bersandar •
Sastra, Medium Refleksi •
Sampai Langgeng Abadi, Tak Terpikirkan...Ruas 12: Mendekati yang Terdekat... •
12-isme: Spiral Kewaktuan... •
Ng Di Tengah Bangli... •
Hadiah bagi Tubuh... •
Campuhan Windhu Sagara... •
Ratu Ayu Manik Blabur •
Nenek dengan Dua Kendi •
Ratu Ayu Sunaring Jagat... •
Kesaksian Kata Hati Seorang Dusun.... •
Sajak- sajak Lailatul Kiptiyah •
Nini Ratna Pulang •
Empat (4) Sajak Muhamad Aswar •
Surat dari Negeri Asing •
Daya Juang Karya... (Panggilan Tugas dan Tonggak Perubahan...) •
Belum Optimal Mengolah Cerita •
Maestro Don Antonio Blanco Terjual Rp 5 Miliar •
Gerbang Integritas Pengendalian...Pintu-pintu Halus Medangsia... •
Enteg, Degdeg, Tegteg... •
Menjadi Sang Empu...Ngempu Keneh... •
Di Puncak Ning, Nis, Nir...Kedalaman 7 + 10 Hari... •
Rindu Hening Sang Bayi... •
Belajar Melek Mpu Tanakung... •
Isyarat Jeda 12-isme...Titik Penalti yang Mendebarkan... •
Membaca Manusia dan Rembulan (3) •
Tutur Sahaja dari Kubutambahan •
Agnes MonicaTampilkan Tarian Adat Papua •
Kesantunan + Kedalaman + Keluasan... •
Kunti, Gandari, Drupadi Industri...Menanti Kegaiban Krisna Lagi?... •
Pejabat, Korupsi dan Boroskan Uang Rakyat •
Basur, Cerita Perlawanan Hegemoni Gender •
Senja •
Patung Perempuan •
Diharapkan Muncul Konsep Seni Budaya Internasional •
Slank-Nanoe Biroe di Pantai Lovina •
Mimpi dan Realitas dari ''Facebook'' ke Sastra •
* Pusat Getaran yang Menggetarkan •
MENUNGGU PETANG SINGGAH •
Menggantungkan Harapan pada Kemendikbud •
Menjelajah Musikalisasi Puisi di Bali •
Pulang •
Kelompok Semut Sebelas Isi Denpasar Melompat Tembok Kampus •
Gatot Brajamusti Buat Film •
KELASI MUDA •
Menikmati Alih Media Sastra ke Film •
Menanti Lembaga Dokumentasi Audio-Visual Kebudayaan Bali •
Putri •
Menempuh Jalan Berbalik Kegaduhan... •
Belajar Awal dari Mengendalikan Lidah... •
Srikandi Versus Bhisma •
Berkomunikasi dalam Bahasa Diam Hening ... •
* Berpulang pada yang Halus di Padma Hati ... •
JENDELA RUMAH URBAN •
Persimpangan Waktu •
Belajar Hredaya Sastra dari Tjokorda Made (3)... •
Memaknai Ulang Faksas-Airlangga-Udayana-Bali, Nias 13 Denpasar (4) •
Peneguhan Eksistensi Teater Kampung di Bali •
Belajar ''Hredaya Sastra'' dari Tjokorda Made 2)... •
Pesan Drupadi pada Negeri... •
Belajar ''Hredaya Sastra'' dari Tjokorda Made (1) •
Luka di Kulit Kayu... •
Kembali ke Tamanraya Peradaban Nol (7) •
Kembali ke Tamanraya Peradaban Nol (8) •
Bentang Spiritualitas Budaya Bambu Bali (6) •
Kisah Pohon Bambu di Ujung Jalan Itu •
Kembali ke Tamanraya Peradaban Nol (5) •
Kembali ke Tamanraya Peradaban Nol (6) •
Sajak Sajak •
Napak Tilas Intelektualitas Bali Utara •
Senja •
Kembali ke Tamanraya Peradaban Nol (3)... •
Kembali ke Tamanraya Peradaban Nol (4)... •
ISI Denpasar Gelar Pameran dan Sarasehan •
Bali Menolak Bus Besar •
Tamu Tak Diundang •
Seluruh Penjuru Sempurna... •
Berharap Terjadi Sebuah Perubahan... •
Membaca 10 Galungan-Kuningan: Menuju sang Akhir... •
I Kadek Surya Kencana •
Totalitas Berkesenian Partisipan Patut Dicontoh •
Dalem Purwa: Perjalanan ke Awal Mula •
Wirasari Bulian: Menyadari Mahasari Hidup •
Kisah Cinta Remaja yang Malu-malu •
Jadwal PKB Hari, Tanggal : Jumat, 17 Juni 2011 •
Emansipasi Kartini Bali di Jagat Seni •
Aneka Tari Bali Memukau •
Ketika Kehormatan Wanita Dipertaruhkan di Meja Judi •
* Kotak Zone Nyaman 33 Tahun PKB •
Memetakan D‚n Bukit: Titik Balik Keseimbangan... •
Atas-Bawah Bulian: Bersua yang Satu... •
Pulo Sekar Bulian: Putik Sari Kemurnian... •
Tim Kesenian Karangasem Tampil Memukau di Pesona Budaya TMII •
LELAKI PEDALAMAN KINTAMANI •
Menerima Samudra Makna (Secara Sederhana...) •
Keindahan Bola Kerelaan Melepas... •
Spiritualitas Bola: Kosong Bersua Kosong... •
Kloning •
Pucak Panulisan: Menyadari Puncak Kehidupan... •
Membaca Rasa Danuh: Sumbu-Poros Bali... •
Tirta Harum: Menyadari Wangi Hidup •
De Mulih : Menyadari Panggilan Pulang •
DENDANG DI PENULISAN •
Sukawana: Menyadari Sukaria Hidup •
Malam Chairil Anwar di Singaraja •
Mencari Makna Hakiki yang Belum Tersentuh... •
Membaca Pegunungan Watukaru: Gerbang Ketujuh... •
Hidangan di Pagi Buta •
Di Rusuk Kebun Teh •
Membaca Bali dari Nusa Ceningan •
Membaca Kelahiran: Dari Watugunung ke Sinta •
Regresi Human Male •
Raudal Tanjung Banua •
KLUNGKUNG: SIMPUL RELIGIUSITAS DAN MARTABAT DIRI •
Motivasi Bagi Hati yang Ingin Berbagi... •
Rebung •
Pelurusan Arti bagi Bumi •
Kesabaran Inti Spiritualitas •
Palebon ring Puri Agung Kesiman Kaater antuk Katekok Jago •
Revitalisasi Ajaran Sutasoma Pendidikan Demokrasi... •
Faizal Syahreza •
Realisasi Mantra Suara Aksara •
Dari Seririt Hingga Miyagi Catatan di Sebalik Bencana •
Pablo Neruda Menjaga Hening •
DENPASAR FESTIVAL •
Inti-Sari-Isi Kehidupan Mertasari •
Spirit Budhiana dan Lukisan Pak Wali •
Lewat ''Melasti'' Kita Tingkatkan Kepedulian Sosial •
Negara Tidak Boleh Membiarkan Perilaku Kekerasan •
Dari Kaki Memahami Kepala •
DENPASAR FESTIVAL •
Sepanjang Jalan Bukan Kenangan •
Seloka Upacara Sawah •
Parfi dan PPFI Siap Gelar Kongres •
Aksara Tanah dan Bebalang...Terang Galang Lapang... •
Baya Lalu Lintas ring Buléléng Nincap 117 Persén •
Marah itu Sayang •
CEMAS TETAS •
Buleleng - Probolinggo P.P •
Menimbang Bumi Sebutir Debu...Misteri Pengalaman Pribadi Sesama... •
Deburan Keindahan Kekuatan... •
Di Pura Taman Yeh Obat Penarukan •
"Aduh": Renungan Manusia Indonesia Masa Kini •
Kembalikan Fungsi Seni sebagai Penghalus Budi •
Orang Pesisir Utara •
Semesta Raya, Semesta Diri dan Anda •
Dari Guru ke Buku,Ke Aku ke Kau... •
KALAU DUKA BERTAMPUK •
MENCATAT KELUH IBU •
Khianat pada Ibu dan Keterpurukan Negeri •
Memelihara Tradisi Dongeng demi Masa Depan •
PADA HUJANLAH •
Hukum Sungai... •
Epilog •
Esensi Pembelaan... •
Waktu Solilokui •
Oleh Agung Bawantara •
Metafora, Sebuah Tanda Bayangan Selembar Nyawa •
Sungai dan Orang Arti Menyeberang •
KALAU DUKA BERTAMPUK •
USIA •
Di Kaki ''Kaki...'' Mata Ketiga... •
Bolak Balik Berkali...Penjualan Tanah Itu... •
Menjual Barang Hasil Oplosan •
Bahasa Jauh... Fenomena Kebahasaan... •
Niraksara Nirshastra...Pijakan dan Gantungan... •
Dalam Sehelai Daun •
Puncak Capaian... •
Laut Jingga Mengantar Bulan Purnama •
Kubiarkan Kata •
Sejatinya Zona Anugerah •
Sejati Luar Dalam Bahasa •
Pemilik Kastil Batu •
Merefleksi Gandhari •
Kuta Kuti...Berbeda Nuansa...Pasraman Besar... •
aku ingin rumah ini segera sepi •
Sangkan Paraning Dumadi •
Puput Awan...Klimaks Ketegangan... •
Puput(an) Badung...Kegagalan Diplomasi Kata... •
Montor Badung...Kecemasan Memandang ke Depan... •
Yang Terurai di Kecipak Pagi •
Kau Tak Terpahami •
Garis Panjang di Timur...Segi Geografis Peta Mistis... •
Lebih Berat di Timur...Teori Keseimbangan Bali Secara Mistis... •
Pemujaan Sunyi •
Zinda Ruud Purnama •
Belahan Susu...Muara Pertanyaan, Pandangan Mistis... •
Ujung Timur Ujung Barat...Perjalanan Pikiran, Praktik Mistis? •
Lentera Temaram •
Di Kaki Pulau Sulawesi...Etos Kerja Para Transmigran Bali, Jembrana dan Emas Bombana... •
PENARI PANTAI MENDIRA •
FSRD ISI Pameran Seni di Australia •
Prosesi Bulan di Dermaga Padang Bai •
Dari Karangasem ke Lombok...Membaca dan Menyimak Pustaka Hati... •
Menyalakan "Pelita Seni" dalam Jiwa Anak-anak •
Lentera Temaram •
PURA •
AMLA •
Dan Gelombang Sensor Diri •
Nur Wahida Idris •
Separuh Pikiran Sebuah Buku •
Lomba Cipta Seni Pelajar Digelar di Istana Tampaksiring •
Literatur Tim Sukses Belajar Jurus dan Rumus Negeri •
Representasi Persepsi Kehidupan Mistis... •
YUGEK •
Pintu Gilimanuk Itu...Sebuah Penanda dalam Budaya... •
Dari Pintu ke Pintu •
Genjek Tampil Lengkap dengan Ayam Aduan •
Yang Asing Membeku Budhi Setyawan •
Pengantar Menuju Pintu...Jagat Kecil Sembilan Pintu... •
Gilimanuk, Perancak, SR (Segara Rupek)... •
Ekonomi Publik Membaik, Pengangguran Turun Tajam •
Dari Pulaki ke Pasar Posisi Pemberi Anugerah... •
17 Lilin di Anggurmu •
Masih Sekar Agung Buleleng... Jagat Empat Kata Kunci... •
Tradisi di Ubun-ubun Jagat... •
SANG HYANG BATUR BALI •
Moksa •
Pohon Insomnia Dari Puisi-puisi Alejandra Pizarnik •
Tengah Malam : hujan di pesanggaran •
JANJI SAKRAL CINTAMANI •
Tradisi Belajar Kemanusiaan ...Mematikan Aksara dan Penulis •
KONTEMPLASI •
SUATU PAGI YANG MENGANTARKU KEMBALI •
Wajah Wajah... •
Jarak... •
Pelajaran dari Batur (Atas) •
Pelajaran dari Batur (Bawah) •
SELAIN HUJAN •
DINI HARI •
BANG BANG BANG(LI) •
Di Jendela •
Zinda Ruud Purnama •
PERTANYAAN DARI TENGGARA •
NUSA PENIDA: CERITA GRUBUG •
NUSA PENIDA DALAM LAMUNAN •
Cerita Murung dari Laut •
Raudal Tanjung Banua •
Simalakama Budaya... •
NUSA PENIDA: PEMUTIHAN •
Bahan Renungan Pusat Kehidupan... •
KAPAL DAN LAUT DUA FRAGMEN •
PENYELAMAT BUDAYA... •
MENARI SALSA •
DUA PENGARANG SINGARAJA... •
SEKAR AGUNG DI SANGGA LANGIT... •
SANG(G)A LANGIT... •
PERTAPAAN EMBRIO •
PERTAPAAN AIR •
Nuryana Asmaudi SA MB •
SINGA DI TENGAH PASAR... •
HARMONI BUAS DAN LIAR... •
Restu Pasar...Kembali ke Pasar •
Budaya Kota...KOTA BUDAYA... •
Pahala dalam Mengupayakan Kebahagiaan Orang Lain •
Raudal Tanjung Banua •
Sihir Pasar...Pasar Api... •
Dua Arus Besar...Pasar Agung... •
Budaya Pasar ...Pasar Budaya... •
Denpasar dan Manusia Pasar •
Pasar dan Denpasar •
Serapan, Jadian, Kerajaan...Kembali ke Wisata •
Tagore di Gianyar •
Raudal Tanjung Banua •
Situs Sumber Mata Air Permandian dan Pura •
Musuh •
Bakau •
GALILEO GALILEI •
TAMU YANG MENETAP •
Penemu Bali...PENEMU UBUD •
Ibadah Hari Hujan •
Sang Diri Adalah...MENJADI ALAM •
Perayaan Ibu (II) •
Sepuluh Ribu Rupiah •
Panggilan Alam Sihir...Dengan Ibu Bencana... •
Luna Maya Merasa Senasib dengan Prita? •
Perayaan Ibu (I) •
Perayaan Ibu (II) •
Feminisme Dalam Koin... •
ANAK PEREMPUAN •
Naga Hitam •
Tapa Bumi, Perjalanan Mencari...Dongeng Ayah Suami Ibu •
TEMBANG BUMI •
Tentang Bumi dan Ibu •
Kado buat Pak Guru •
Tentang Lelaki dan Ibunya... •
Monolog "Burung Merak" Putu Wijaya •
Rotary Peduli Anak-anak •
Permainan Sunyi (2) •
Ketika Guru Menjadi Selebritis... •
Permainan Sunyi (1) •
Warisan Masa Kecil...Pelangi di Tengah Pasar... •
Kadek Wara Urwasi •
Antara Tiga (3) Kediri... •
Cerita (Arja) Kodok...Teater Rakyat Kisah Berbeda... •
Nyanyian (Pasar) Kodok... •
TENUNG RINDU