Tabanan (Bali Post)-
Tabrakan maut kembali terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk, Tabanan. Sebuah mobil Suzuki Baleno terlibat adu jangkrik dengan Toyota Avanza di jalur Desa Sembunggede, Kerambitan, Jumat (29/6) kemarin. Tiga warga kritis, tiga luka ringan akibat insiden ini. Pemicu kecelakaan masih diselidiki. Dugaan sementara, pengemudi Baleno mengantuk.
Dari tiga korban yang kritis, satu warga terpaksa dilarikan ke RS Sanglah karena kondisinya mengkhawatirkan. Dia adalah Putu Ari Andyana (15), penumpang Avanza asal Busungbiu, Buleleng.
Tragedi naas itu terjadi pukul 04.30 wita. Saat itu, mobil Avanza yang dikemudikan Wayan Sukandia (56), asal Desa Tista, Busungbiu, Buleleng, melaju kencang dari arah Denpasar. Mobil bernopol DK 1248 AG mengangkut tiga penumpang, masing-masing, Putu Ari Andyana, Ni Wayan Budiasih (55) dan Putu Dodik Ari Saputra.
Saat melintas di jalanan menurun, dari arah depan muncul mobil Baleno yang dikemudikan Arif Setiawan (40), asal Malang, Jawa Timur. Mobil berpelat N 1942 GD ini mengangkut tiga orang yang semuanya satu keluarga, masing-masing Eni (40), Dava (8) dan Nadif (6). Karena tak sempat menghindar, dua mobil ini langsung bertubrukan adu jangkrik. Kerasnya benturan membuat kedua kendaraan itu ringsek di bagian depan. Pengemudinya terjepit dan terluka. Keenam penumpangnya langsung dievakuasi ke RSUD Tabanan. Karena makin mengkhawatirkan, satu penumpang akhirnya dilarikan ke RS Sanglah. ''Kita masih menunggu para korban sehat untuk dilakukan pemeriksaan. Pemicu tabrakan masih kita selidiki,'' kata Kapolsek Kerambitan Kompol Ida Bagus Mantra. Dari keenam korban, kata Kapolsek, tiga luka berat, satu kritis dan sisanya luka ringan.
Beruntung, saat kejadian, kondisi lalu lintas sedang sepi. Sehingga, insiden maut itu tak sampai memicu kemacetan panjang. Begitu tabrakan meletus, warga bergegas memberikan pertolongan. Dua bangkai mobil yang ringsek langsung diderek dan diamankan di Mapolsek. Dilihat dari kondisi mobil, kedua kendaraan ini diduga sama-sama melaju kencang. Sebab, bagian moncong keduanya ringsek. Bahkan, roda Avanza copot dan terdorong ke belakang. Begitu juga, mobil Baleno. Kuat dugaan, kedua kendaraan ini tak sempat menghindar dan saling menghantam dengan kecepatan tinggi.
Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ni Putu Utariani menegaskan, kasus ini ditangani oleh satuan Lalu lintas Polsek Kerambitan. Karena itu, seluruh prosesnya diserahkan ke Polsek. Perwira ini mengaku prihatin dengan banyaknya kecelakaan di jalur maut. ''Kita sudah berupaya maksimal menekan angka kecelakaan. Namun, masih ada saja pengendara yang ugal-ugalan di jalan,'' katanya. (kmb30)
|