Untitled Document
» Berita Kabupaten
11 Mei 2012 | BP
Bocah Diduga "Suspect" Flu Burung
Singaraja (Bali Post) -

Seorang bocah asal Desa Tamblang Kecamatan Kubutambahan, Putu Rad (13), menjalani perawatan intensif di RSUD Buleleng sejak Rabu (9/5) lalu. Bocah itu diduga suspect flu burung karena di sekitar tempat tinggalnya terjadi kematian puluhan ayam kampung yang dinyatakan positif terjangkit flu burung. Informasi yang dikumpulkan di RSUD Buleleng, Kamis (10/5) kemarin, menyebutkan Putu Rad ditemani ayah kandungnya, Made Pasma, dirawat di ruang isolasi khusus pasien suspect flu burung.

Dalam ruangan isolasi itu tidak sembarangan orang yang diizinkan masuk oleh petugas rumah sakit untuk mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan. Bahkan, sejumlah wartawan yang mencoba mengambil gambar kondisi pasien tidak diizinkan oleh pihak orang tua pasien. Sementara Kabag Pelayanan dr. Nengah Kastawa seizin Direktur RSUD Buleleng dr. Nyoman Mardana menjelaskan pasien Putu Rad masuk rumah sakit pada Rabu (9/5) lalu pukul 10.20 wita.

Selama observasi di RSUD Buleleng, Putu Rad ditangani oleh dr. Ketut Budiasa, Sp.A. Pasien datang dengan membawa surat rujukan dari Puskesmas Kubutambahan dengan ciri-ciri tertular virus flu burung. Dengan kondisi itu, dokter rumah sakit kemudian menangani pasien sesuai protap penanganan pasien flu burung. Dari hasil diagnosis, dokter di rumah sakit belum berani memastikan apakah pasien Putu Rad itu memang suspect flu burung atau flu biasa.

Untuk memastikan penyakit yang diderita pasien, dokter yang menangani masih menunggu hasil uji laboratorium sampel yang sedang diteliti di Lab Bio Mol Fakultas Kedokteran (FK) Unud. "Setelah pasien masuk ke rumah sakit, kami sudah melakukan penanganan sesuai protap penanganan pasien suspect flu burung. Namun, dari diagnosis awal, pasien menderita pneumonia (asma bronhia). Dan setelah kami observasi temperatur badannya sudah stabil dan untuk memastikan penyakitnya, kami masih menunggu hasil penelitian sampel," katanya.

Menurut Kastawa, dugaan pasien Putu Rad suspect flu burung karena melihat kondisi lingkungan di tempat tinggalnya. Di sana sempat terjadi kematian ayam kampung milik warga sekitar dengan cara mendadak. Bahkan, dari hasil observasi oleh petugas Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Buleleng menyatakan ayam yang mati tersebut positif tertular fulu burung. Kecurigaan ini membuat keluarga pasien khawatir Putu Rad tertular virus H5N1 tersebut. "Memang dari informasi keluarga pasien ada kematian ayam kampung yang positif flu burung, sehingga keluarga pasien khawatir jika pasien tertular virus flu burung," jelasnya. (kmb)







[ Kembali ]
•     Diganggu Makelar Tanah

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak