Semarapura (Bali Post) –
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Klungkung tahun
2010 dirancang defisit Rp 35,65 miliar. Belanja daerah dirancang Rp
434,542 miliar sedangkan pendapatan daerah hanya Rp 398,882 miliar yang
bersumber dari Pendapatan Asli daerah (PAD), Dana Perimbangan dan
lain-lain pendapatan yang sah. Hal itu terungkap dalam pidato pengantar
nota keuangan Ranperda tentang APBD Klungkung tahun 2010 yang disampaikan
Bupati Klungkung, Wayan Candra kehadapan pimpinan dan anggota DPRD di
Ruang Paripurna Gedung Sabha Nawa Natya DPRD Klungkung, Senin (11/1).
Terjadinya defisit diakibatkan besarnya belanja daerah yang melebihi
pendapatan daerah. Sebagai akibat meningkatnya belanja tidak langsung yang
dipengaruhi peningkatan belanja pegawai. Peningkatan belanja pegawai
terjadi karena adanya kenaikan gaji pegawai sebesar 5 persen dan
penambahan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang kini masih proses
pengusulan Nomor Identitas Pegawai (NIP) ke BKN.
Belanja daerah Rp 434,542 miliar diantaranya dialokasikan untuk biaya tak
langsung Rp 309,41 miliar yang mengalami peningkatan Rp 20,76 miliar (7,19
persen) dari APBD Induk 2009 Rp 288,64 miliar. Sedangkan untuk belanja
langsung Rp 125,12 miliar. Menurun Rp 62,24 miliar (33,22 persen) dari
Induk 2009 Rp 187,37 miliar. Sementara itu, pendapatan daerah yang
bersumber dari PAD Rp 28,82 miliar, dana perimbangan Rp 332,81 miliar dan
lain-lain pendapatan yang sah Rp 332,81 miliar.
Beberapa program prioritas yang dijabarkan dalam belanja daerah tersebut
diantaranya pembangunan pasar galiran demi pertumbuhan ekonomi masyarakat,
kelanjutan pembangunan dermaga di eks galian C, penataan alur Tukad Unda,
pemberantasan penyakit rabies, pengadaan bulldozer untuk penanganan sampah
dan lainnya.
Sementara itu, berkaitan dengan terjadinya defisit anggaran, Candra
menyebutkan hal itu akan dibiayai dari penerimaan pembiayaan daerah yang
bersumber dari perkiraan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2009 dengan
besar yang sama yakni Rp 35,65 miliar.(kmb20)