Bangli (Bali Post) -
Ni Komang Nilawati (15), warga Pulesari Kecamatan Tembuku, Bangli yang sempat diduga suspect flu burung (H5N1), akhirnya dinyatakan negatif oleh RS Sanglah. Kepastian uji lab ini disampaikan Dinas Peternakan dan Perikanan Bangli, Jumat (7/8) kemarin. Namun, masyarakat diminta tetap waspada. Apalagi jika menemukan kematian unggas secara mendadak dan tidak sewajarnya, agar menghindari terjadinya kontak langsung.
Sebagaimana dialami Nilawati sebelum dilarikan menuju RS Sanglah, yang bersangkutan sempat kontak dengan ayam-ayamnya yang mati mendadak. Namun pascaperistiwa itu, dia mengalami demam hingga keluarganya khawatir. Kadis Peternakan dan Perikanan Pemkab Bangli Ir. Ida Idewa Agung Raka mengatakan dari hasil lab ternyata yang bersangkutan dinyatakan negatif terinfeksi virus H5N1.
Walau hasil rapid test yang dilakukan petugas sehari setelah korban dilarikan ke RS Sanglah menyatakan negatif flu burung, namun kematian unggas miliknya identik dengan kematian akibat virus flu burung. Sehingga, langsung dilakukan tindakan cepat dengan memusnahkan ayam yang diduga terjangkit. Juga melakukan penyemprotan serta memberikan informasi yang benar kepada warga terkait dengan upaya mencegah penularan virus H5N1 dari unggas ke manusia.
Data yang berhasil dihimpun petugas di lapangan menyebutkan jumlah populasi ternak ayam dan itik yang dilaporkan diduga terjangkit virus H5N1 di Bangli mencapai 1.836 ekor. Sedangkan yang dinyatakan positif mati lantaran terjangkit mencapai 1.356 ekor. "Banyak juga ternak warga yang diindikasikan terjangkit virus ini, tetapi setelah dilakukan tes hasilnya negatif," jelasnya.
Meski virus mematikan ini belum sampai menulari manusia di Bangli, warga diminta tetap tenang dan tidak mengurangi kewaspadaan terhadap kemungkinan penyebaran virus H5N1 ke tempat lain. "Jika ada gejala kematian ayam secara mendadak akibat virus ini, agar tidak kontak langsung. Melainkan harus segera berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum diambil langkah-langkah lebih lanjut," pintanya. (kmb17)
|