Untitled Document
Untitled Document
» Berita Kota
22 Agustus 2009 | BP
Biasa Gunakan Fasilitas Negara -----
Biasa Gunakan Fasilitas Negara -----Pejabat Abaikan Imbauan Naik Sepeda ke Kantor
Denpasar (Bali Post) -
Kebiasaan menggunakan fasilitas negara bagi para pejabat di instansi pemerintah, telah memberikan kenyamanan tersendiri bagi yang mendapatkannya. Ketika ada imbauan untuk tidak menggunakan fasilitas yang diperolehnya, ternyata cukup sulit.

Terbukti imbauan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra agar para pegawai di lingkungan Pemkot Denpasar untuk menggunakan sepda pada hari-hari tertentu, belum berjalan optimal. Bahkan, ada kesan imbauan orang nomor satu di Denpasar ini diabaikan oleh para bawahannya.

Hal ini bisa dilihat pada Jumat (21/8) kemarin. Imbauan yang sejatinya berlaku mulai kemarin, tidak sepenuhnya diterapkan pegawai Pemkot. Padahal, Wali Kota Rai Mantra sudah rela mengayuh sepeda dari kediamannya ke kantor. Hal yang sama juga telah dilakukan wakilnya, IGN Jaya Negara.

Namun, imbauan ini tidak berhasil menggugah jajaran pegawai lainnya di Pemkot Denpasar. Ironisnya lagi, di beberapa kantor SKPD yang berjauhan dengan kantor sekretariat, masih banyak yang malah menggunakan mobil. Walaupun mobil pribadi.

Sejatinya imbauan wali kota ini cukup positif untuk menekan polusi udara di Denpasar. Wali Kota Rai Mantra yang tinggal di bilangan Jalan Tjok. Agung Tresna Renon datang ke Kantor Wali Kota pukul 07.30 wita naik sepeda gayung dan ditemani oleh ajudannya. Demikian juga Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara harus mengayuh sepedanya dari daerah Penatih. Sesuai dengan surat edaran Wali Kota, semua pegawai di lingkungan Pemkot Denpasar diimbau setiap hari Jumat untuk naik sepeda gayung jika pergi ke kantor.

Kabag Humas Pemkot Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, S.E. yang ditemui di halaman parkir kantor Wali Kota masih tampak berpeluh-peluh setelah menggenjot sepeda anyarnya dari perumahan Dalung Permai. ''Ya cukup menguras tenaga, tapi lumayanlah untuk cari keringat sambil olah raga,'' katanya tertawa.

Erwin mengatakan bahwa kebijakan ini untuk mendukung program ''Denpasar Car Free Day'' yang telah dicanangkan 16 Agustus lalu oleh Wali Kota Denpasar. Di samping itu, penggunaan sepeda gayung juga bermanfaat untuk mengurangi polusi udara akibat terus bertambahnya pemakaian kendaraan bermotor di Kota Denpasar. ''Kami berharap kebijakan ini dapat diikuti oleh instansi pemerintah, sekolah-sekolah dan swasta serta lembaga perbankan lainnya di Denpasar,'' ujar Erwin.

Lebih lanjut lelaki kelahiran Singaraja ini mengungkapkan sebelumnya Pemkot Denpasar telah mempunyai program Jumat bebas mobil. Program ini menurutnya cukup berhasil dan sekarang ditingkatkan dengan Jumat bebas kendaraan bermotor.

Sayangnya, dalam implementasinya di lapangan, kebijakan bebas mobil yang dicanangkan Wali Kota di masa Puspayoga juga tidak berjalan efektif. Buktinya, setelah beberapa bulan kebijakan ini bergulir, parkir kendaraan milik pejabat kembali ramai di hari Jumat. Kondisi ini pula yang dikhawatirkan sejumlah anggota Dewan yang menilai kebijakan bebas mobil dan juga Jumat bersepeda tidak akan bertahan lama. (kmb12)

[ Kembali ]
•     'Workshop'' Nasional Penghitungan Unit Cost dan Penetapan Tarif Kerja Sama MMR FK UGM dan RSIA Puri
•     Ketua DPR Buka Mahasabha KMHDI Kawal 4 Pilar Kehidupan Berbangsa
•     DPRD Bali Dukung Samsat ''Online''
•     Disdikpora Bali Sasar Pengangguran,Gulirkan ''Life Skill''
•     Pengakuan Lima Mahasiswi PLP Kerja di Malaysia Kehendak Sendiri

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak