Denpasar (Bali Post)-
Detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-64 Senin (17/8) kemarin di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar berlangsung khidmad, tertib dan lancar dengan inspektur upacara (Irup) Gubernur Bali Drs. Made Mangku Pastika.
''Saya berterima kasih kepada para peserta, upacara berjalan lancar, aman dan semua disiplin menjalankan aturan. Ini mencerminkan disiplin dan kualitas aparatur semakin baik,'' katanya usai upacara proklamasi kemerdekaan RI. Dia berharap spirit kemerdekaan dapat memberikan inspirasi agar pelaksanaan pembangunan makin aman, adil dan berkualitas.
Tampaknya pengamanan upacara di seputar di Lapangan Niti Mandala Renon tak seketat yang dibayangkan. Jalan menuju ring satu tak ditutup. Masyarakat dan para wisatawan secara tertib menyaksikan detik-detik peringatan kemerdekaan RI dari dekat.
Seluruh peserta upacara disiapkan oleh komandan upacara Kasi Ops. Korem 163 Wirasatya Letkol. Inf. Heri Amriyadi ketika Gubernur Bali Made Mangku Pastika selaku Irup memasuki mimbar upacara. Detik-detik proklamasi kemerdekaan RI dimulai pukul 10.00 wita diawali bunyi sirine selama satu menit. Peserta dari PNS, Polri/TNI, Mahasiswa, Hansip, KNPI, Pemuca Panca Marga.
Dari barisan undangan tampak Wagub Puspayoga, unsur Muspida, pimpinan DPRD Bali dan anggota, mantan Gubernur Bali Dewa Beratha, istri mantan Gubernur Mantra, veteran, konsul negara sahabat, pimpinan partai politik dan lain-lain. Selanjutnya dirangkaikan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan RI oleh Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa,BA, pembacaan teks pembukaan UUD 45 oleh Kadisdikspora Bali Wayan Suasta,SH, mengheningkan cipta dipimpin oleh Irup Gubernur Bali serta doa oleh Kakanwil Agama Propinsi Bali Drs. I Gusti Ketut Sutayasa,M.Si.
Suasana semakin khidmat ketika dimulai pengibaran sang merah putih yang dipimpin komandan upacara. Pengerek bendera Putu Agus Angga Pratama dan Putu Agus Bangsada Graha Saputra, keduanya pelajar dari Denpasar sedangkan pembentang bendera Putu Putra Pardiana dari Bangli. Sebelumnya sang saka dwi warna diserahkan oleh Gubernur Bali kepada pembawa bendera Ni Luh Putu Desiana, Paskibraka asal Karangasem.
Sementara penurunan sang saka merah putih pada sore harinya. Acara diakhiri dengan resepsi Kemerdekaan RI. (029/*)
|