Untitled Document
Untitled Document
» Berita Kota
14 Agustus 2009 | BP
Pascapenyerbuan Teroris
Politisi Muda AS Pertanyakan Keamanan Bali
Denpasar (Bali Post) -
Keamanan Bali pascapenyerbuan teroris oleh pasukan Densus 88 di Temanggung Jawa Tengah dipertanyakan oleh Armando, salah satu politisi muda Partai Demokrat Amerika yang tergabung dalam ACYPL (The American Council of Young Political) yang dipimpin D. Right ketika bertemu dengan Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa, B.A., Kamis (13/8) kemarin di Renon.

Armando mempertanyakan apakah sistem keamanan terpadu yang disiapkan Pemprov Bali hanya fokus pada keamanan Bali untuk mencegah terorisme? Kepala Badan Kesbanglinmas Politik Bali diwakili Kabid Pengawasan dan Pengendalian Daerah Anom Agustina mengatakan sistem keamanan terpadu yang saat ini disiapkan Pemprov Bali tak semata-mata untuk menjaga keamanan Bali dari serangan teroris juga secara menyeluruh menangani kebencanaan.

Dikatakan, di samping bencana yang disebabkan oleh alam seperti banjir, erosi dan tanah longsor juga faktor non-alam seperti terorisme. ''Sistem keamanan terpadu tersebut yang saat ini terpusat di instansinya terpadu dengan sistem keamanan kabupaten/kota seluruh Bali,'' katanya.

Namun, rintisan pertama akan difokuskan pada pengamanan di Denpasar dan Badung sebagai barometer pariwisata Bali. ''Titik-titik pemasangan CCTV sudah kita siapkan dan terpadu dengan CCTV yang dipasang pemerintah Kabupaten Badung dan Denpasar,'' kata Anom. Namun, dia menolak merinci pemasangan CCTV itu demi alasan keamanan. Rombongan politisi muda yang berjumlah tujuh orang tersebut ditemani Dra. Sri Wigunawati. Alumni ACYPL dari Bali ini menambahkan ACYPL adalah organisasi nonprofit tempat berhimpunnya politisi muda berumur 25-40 tahun. Dari 7 anggota rombongan ACYPL tersebut dua orang dari Partai Demokrat, tiga dari Partai Republik dan sisanya anggota.

Menurut Sri Wigunawati, para politisi muda ini masih tetap yakin keamanan Bali masih dapat dijaga dengan baik pemerintah bersama masyarakatnya. Keyakinan itu terbukti dengan tidak adanya travel warning pascabom JW Marriot dan Ritz Carlton. (029)



[ Kembali ]
•     'Workshop'' Nasional Penghitungan Unit Cost dan Penetapan Tarif Kerja Sama MMR FK UGM dan RSIA Puri
•     Ketua DPR Buka Mahasabha KMHDI Kawal 4 Pilar Kehidupan Berbangsa
•     DPRD Bali Dukung Samsat ''Online''
•     Disdikpora Bali Sasar Pengangguran,Gulirkan ''Life Skill''
•     Pengakuan Lima Mahasiswi PLP Kerja di Malaysia Kehendak Sendiri

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak