kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 27 Mei 2008

 Nusantara


Demo BBM Meluas,
Angkot Ikut Mogok

Jakarta (Bali Post) -
Bali Post/ap
BOM MOLOTOV - Seorang mahasiswa sedang melemparkan bom molotov saat demo penolakan kenaikan harga BBM di Jakarta, Senin (26/5) kemarin. Demo menolak kenaikan harga BBM di Jakarta makin meluas. Tak hanya mahasiswa, juga karyawan, buruh dan sopir angkot.

Aksi unjuk rasa menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) terus berlanjut pascapenetapan resmi oleh pemerintah. Kali ini, unjuk rasa tidak hanya dilakukan mahasiswa, juga buruh dan karyawan yang merasa makin terbebani dengan naiknya harga BBM. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan mahasiswa dan buruh di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/5) kemarin.

Ribuan demonstran se-Jabotabek yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) datang menggunakan truk dan minibus. Mereka terpaksa berjalan kaki menuju istana karena jalan menuju istana hari itu ditutup aparat kepolisian. Dari arah timur, ratusan buruh terpaksa berjalan kaki dari Stasiun Gambir karena truk yang membawa mereka hanya bisa sampai di situ. Sementara yang lain datang dari arah selatan. Mereka melakukan longmarch dari Bundaran Hotel Indonesia dan memadati jalur busway.

Kehadiran para demonstran membuat jalan macet. Untuk meredakan suasana, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng menerima perwakilan pengunjuk rasa.

Dari pantauan Bali Post, aksi unjuk rasa juga terjadi di lain tempat seperti di Cawang yang dilakukan mahasiswa Universitas Kristen Indonesi (UKI) di depan kampus mereka. Aksi yang telah berlangsung sejak Jumat pekan lalu itu masih terus berlanjut. Aksi juga dilakukan mahasiswa Universitas Nasional (Unas) yang masih berupaya membebaskan 148 rekan-rekan mereka yang saat ini ditahan di Polres Jakarta Selatan. 

 

Angkot Mogok

Selain unjuk rasa, sejumlah pengemudi dan pengusaha angkutan umum di Jakarta, Senin kemarin melakukan aksi mogok kerja. Buntutnya, banyak masyarakat yang telantar karena tidak ada angkutan umum yang mengangkut mereka.

Dari pantauan Bali Post, di kawasan Palmerah, angkutan Mikrolet M-16 dengan rute Tanah Abang-Kebon Jeruk tampak menghilang dari siang hingga menjelang malam. Mikrolet yang biasa membuat terminal bayangan di sepanjang perempatan Slipi atau di depan Pasar Palmerah tidak ada satu pun yang beroperasi.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengakui meski ada sebagian wilayah melakukan aksi mogok kerja, ia meyakini tidak akan sampai meluas. Karena itu, pemerintah tidak membuat langkah antisipasi khusus menangani persoalan ini. ''Kelihatannya enggak ada. Jadi belum ada,'' kata Jusman usai mendampingi Presiden menghadiri Indonesia Regional Investment Forum 2008 di Jakarta, kemarin.

Jusman meyakini, soal kenaikan tarif pascapenetapan kenaikan BBM oleh pemerintah memang menjadi dampak dari kebijakan tersebut. Terutama, kenaikan tarif di dalam kota. Karena itu, kalau sampai terjadi mogok nasional, menurutnya, ada Organda selaku organisasi yang bertanggung jawab dalam masalah ini. (kmb4/kmb1)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)