kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 27 Mei 2008

 Mancanegara


Penelitian
Mars Masuki Fase Baru-----
Phoenix Mars Lander Mendarat Sempurna

Washington -
Penelitian
ilmuwan mengenai Planet Merah memasuki babak baru setelah pesawat ruang angkasa NASA mendarat dengan sempurna di kutub utara Mars, Senin (26/5) kemarin. ''Setelah sepuluh bulan mengarungi angkasa luar, pesawat Phoenix Mars Lander mendarat di wilayah bebas karang yang datar,'' jelas Barry Goldstein, manajer proyek Phoenix di pusat kontrol misi Jet Propulion Laboratory (JPL) di Pasadena, California.

Sinyal radio diterima pukul 19.53 Eastern Time mengkonfirmasi Phoenix berhasil lolos saat memasuki fase paling kritis dalam pendaratan. "Untuk pertama kalinya dalam 32 tahun, dan ketiga kali dalam sejarah, tim JPL melakukan pendaratan lembut di Mars," tandas pemimpin NASA Michael Griffin dalam pernyataannya. Sesuai rencana, Phoenix berhenti mengirimkan sinyal satu menit setelah mendarat dan mengalihkan kekuatan baterainya yang terbatas untuk membuka panel-panel surya. Tiang-tiang untuk kamera stereo dan stasiun cuaca terpasang sempurna menjulang vertikal. Phoenix juga memulai 90 hari penggalian tanah dingin mencari bukti-bukti adanya kehidupan.

Kurang dari dua jam kemudian, Phoenix mengirimkan empat lusin foto-foto hitam putih termasuk salah satu kakinya yang mendarat di samping batu-batu kecil. Foto lain termasuk indahnya horison dataran kutub dan tanah dengan guratan yang mirip seperti pemandangan di wilayah tanah dingin yang ada di bumi.

Pengiriman gambar awal ditujukan untuk mengumpulkan informasi agar ilmuwan mengetahui dengan akurat kondisi pesawat, termasuk suplai energi dan keadaan instrumen ilmiah lainnya. "Bagian tersulit sudah terlewati. Masih ada banyak drama menunggu," imbuh Goldstein. 

Phoenix bergetar memasuki atmosfir Mars dalam kecepatan melebihi 19.311 km/jam setelah sepuluh bulan mengarungi angkasa 711 juta kilometer dari bumi. Pesawat terus melakukan kontak dengan bumi melalui orbitter Mars Odyssey dalam pendaratan "tujuh menit penuh teror."

Layaknya seperti wisatawan di negeri asing, pesawat pada pekan pertama akan berjalan-jalan di Planet Merah. Mengirim data dan foto melalui dua orbitter Mars. 

Phoenix dilengkapi lengan penggali sepanjang 2,4 meter yang nantinya mengeruk tanah untuk mencapai lapisan es yang dipercaya tertanam sedalam 0,3 meter. Hasil galian serta contoh es kemudian diperiksa untuk melihat adanya jejak kumpulan organik, bahan kimia yang membentuk sumber kehidupan. (ton/ap/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)