Pameran
Autonic'08
Busana
Lokal pun
Diminati
Masyarakat
PASAR
busana
dalam negeri
dalam
beberapa tahun
belakangan
ini
persaingannya cukup
ketat,
karena bukan
hanya
bersaing dengan
sesama
busana produk
dalam
negeri (lokal),
melainkan
juga
harus bersaing
dengan
busana impor
terutama
dari
Cina dan
Korea dengan
harga
relatif murah.
Kendati
demikian,
sebetulnya
busana
dalam negeri
tidak
kalah pamor
dengan
produk impor
asalkan
mampu memenuhi
selera
pasar, terutama
dari
segi model maupun
kualitasnya.
Seperti
dikatakan pemilik
Stan The Boutique
Jewellery &
Accesories,
Puput yang
kini
mengikuti pameran
Autonic'08.
Dikatakannya,
karena
di pameran
sifatnya
masih
penjajakan pasar
maka
pihaknya sengaja
lebih
banyak memajang
busana
produk dalam
negeri,
tetapi dengan model
terkini.
Berbeda
dengan di boutique-nya
di
bilangan Jl.
Pratama,
di
sana
lebih
banyak memajang
gaun
dengan sasaran
pasar
wisatawan mancanegara
dan
kalangan ekspatriat.
''Di
boutique kami
memajang
barang
secara lengkap,
meliputi
busana,
aksesoris seperti
sandal, tas,
sepatu
hingga perhiasan
dengan model yang
sangat
terbatas, sehingga
modelnya
selalu
eksklusif,'' tambah
Puput.
Di
pameran pun
demikian,
kendati
lebih banyak
busana
lokal tetapi
modelnya
tetap
tidak pasaran,
karena
pihaknya membuat
atau
memesan dengan model
terbatas.
Ini
untuk
menghindari kejenuhan
pasar
sekaligus agar tiap
saat model yang
ditawarkan
selalu model
terkini.
''Sedangkan
sasaran
pasarnya, selain
menengah
atas,
kami juga
menggarap
pasar
menengah ke
bawah,''
ujarnya.
Sedangkan
harga yang
ditawarkan
di
pameran tersebut,
kata
Puput, merupakan
harga
spesial pameran
mulai
dari Rp 50.000
ke atas
untuk
busana dan
tas
mulai dari
Rp 70
ribuan. Baik
untuk
busana maupun
tas,
pihaknya
hapir
tiap minggu
bahkan
hari mengganti model
dengan yang
terbaru. ''Karena
untuk
dunia fashion memang
menghendaki
demikian,
kalau
tidak kami
akan
ditinggalkan konsumen,''
paparnya.(bns)