Bali Disubsidi 1001 Ton
Kedelai
Denpasar
(Bali Post)-
Sebentar
lagi
para perajin
tahu
tempe
bisa
bernafas lega
karena
subsidi kedelai
sebesar
Rp 1000/kg yang direncanakan
pemerintahan
akan
segera dilaksanakan.
Untuk Bali,
meski
dana DIPA
belum
turun namun
diperkirakan
akan
mendapatkan subsidi
1001 ton kedelai per
bulan yang
jika
diuangkan dalam
rupiah
berarti subsidinya
sebesar
Rp 1.001.000.000. Subsidi
tersebut
rencananya
akan
terealisasi
awal
bulan Juni
mendatang
dan
akan berlangsung
selama
enam bulan.
Kasubdin
Industri
Disperindag
Propinsi Bali
Nyoman
Suwirya Patra,
Senin (26/5)
kemarin
mengatakan, sambil
menunggu
dana
DIPA turun,
pihaknya
telah
melakukan berbagai
persiapan
mulai
dari persiapan
pencetakan
kupon
sampai dengan
penyiapan distributor
dan
penyampaian kepada
pihak
pemerintahan Kab/Kota.''Jadi
ketika
dananya sudah
turun
kita sudah
siap,''
ujarnya.
Target subsidi
kedelai
tersebut, menurut
Suwirya,
diutamakan
bagi
perajin tahu
tempe
yang membutuhkan
kedelai 100 kg per
harinya.
Namun
untuk
di
Bali
ternyata
perajin
dengan kebutuhan
kedelai 100 kg per
hari
hanya mencapai 714
ton, sehingga
subsidi
masih tersisa
sekitar 300 ton.
''Untuk
menghabiskan
sisanya
maka subsidi
kami
berikan untuk
perajin
dengan kebutuhan
kedelai 120 kg per
hari,''
ujar Suwirya.
Jika
dana
DIPA sudah
turun
maka untuk
pelaksanaan
pemberian
subsidi
tersebut sepenuhnya
dilakukan
Disperindang
Kab/Kota
setempat. ''Saat
perajin
hendak membeli
kedelai
mereka
akan mendapatkan
potongan
harga
Rp 1.000/kg dengan
menunjukkan
kupon
subdisi.
Kupon
bisa
didapatkan di
Disperindag
Kab/Kota,''
jelas
Suwirya.
Dilanjutkannya,
jika
dana yang
diberikan
tidak
sepenuhnya teralokasikan
maka
sisanya akan
diberikan
saat
pelaksanaan bulan
selanjutnya.
''Yang kita
harapkan program
ini
bisa berjalan
tepat
waktu, tepat
jumlah
dan tepat
sasaran,''
imbuh
Suwirya. (kmb24)