Pemerintah
segera
Gulirkan
Paket
Kebijakan
Ekonomi
Jakarta (Bali Post)-
Pemerintah
segera
menerbitkan paket
kebijakan
ekonomi
terkait penurunan
subsidi
bahan bakar
minyak (BBM).
Hal itu
bertujuan untuk
mempercepat
proses
pemulihan ekonomi
kembali.
Nantinya,
paket
tersebut berisikan
kebijakan
percepatan
produksi
pangan,
energi dan
insentif
keuangan.
''Dua
hari lalu
ada dua
peristiwa yang
penting
yaitu kenaikan BBM
yang telah
digarisbawahi Pak
Presiden
untuk
langkah terbaik.
Juga
paket
kebijakan ekonomi
yang telah
ditandatangani
oleh
Presiden yang belum
bisa
diberitahukan kepada
umum,
salah satunya
mengenai
ekonomi,''
ungkap
Gubernur Bank Indonesia
Boediono di
sela-sela
kegiatan Indonesian Regional
Investment Forum (IRIF) 2008 di
Jakarta, Senin (26/5)
kemarin.
Menurutnya,
paket
kebijakan ekonomi
ini
merupakan rencana
aksi
pemerintah untuk
menggerakkan
ekonomi 2008-2009.
Hal ini
dilakukan
setelah
pemerintah menaikkan
harga BBM.
Dengan
kebijakan
ini
diharapkan ekses
kenaikan
harga
bisa ditekan.
Selain
itu,
paket ini
merupakan
rencana
jangka panjang
pengembangan
ekonomi
nasional.
Boediono
mengingatkan
situasi
ekonomi dalam
dua
tahun ke
depan
akan
sangat
kental pengaruh
politiknya. Hal
ini
terkait pelaksanaan
pemiihan
umum
tahun depan.
Sehingga,
kebijakan
ini
bisa berfungsi
sebagai
rencana aksi.
''Untuk
meminimalkan
dampak
sekunder dari
kenaikan
harga
minyak, Inpres yang
baru
sudah ditandatangani
dan
sudah siap
diumumkan
pada
beberapa hari
mendatang,''
tambahnya.
Kendati
begitu,
dia mengingatkan
dalam
kesempatan tersebut,
dia
berbicara dalam
kapasitasnya
sebagai
Menteri Koordinator
Perekonomian.
Pasalnya,
dalam
kegiatan kemarin
Gubernur BI yang
baru
dilantik ini
diundang
sebagai
Menko Perekonomian.
''Saya
diundang sebagai
Menko
Perekonomian, saya
berdiri
dalam jabatan lain,''
katanya.
Lebih
jauh,
Boediono menambahkan
paket
ekonomi ini
merupakan
jaminan
kepada masyarakat
dari
pemerintah.
Jaminan
ini harus
diberikan
mengingat
dalam
dua tahun
sisa,
pemerintahan
akan
disibukkan
dengan
hingar-bingarnya pemilu.
Namun,
dia menekankan
bahwa
paket kebijakan
tidak
akan
ada
manfaatnya kalau
pelaksanaannya
tidak
ada.
''Paket
perekonomian merupakan
rencana
aksi tahun 2009
sebagai
jaminan kepada
masyarakat
walaupun
tahun 2009
puncak
tahun politik yang
mana
tahun ini
sudah
mulai menghangat,''
ujar
Boediono.
Ketua
Kamar
Dagang dan
Industri (Kadin)
Indonesia Muhammad S Hidayat
menyambut
baik
kebijakan ini.
Dia
mendorong agar
pemerintah
dapat
konsisten dengan
kebijakan
baru
tersebut. Berbarengan
akan
hal itu,
Hidayat
mengusulkan, perlu
dibentuk
semacam
tim kecil
di
bawah kendali
langsung
Presiden.
Tim itu
terdiri dari
menteri-menteri
terkait
serta kalangan
pebisnis
guna
mensinergikan, baik
tataran
konsep
kebijakan
maupun
operasional.
Jangan
sampai
dalam tataran
konsep
kebijakan dirasakan
bagus,
namun miskin
dalam
hal implementasi.
Seperti KKSK (Komite
Kebijakan
Sektor
Keuangan, red). ''Kami
ingin
memangkas mata
rantai
birokrasi yang selama
ini
jadi salah
satu
penyebab lambannya
kebijakan
itu
berjalan,'' pungkas
Hidayat.
(kmb1/kmb4)