kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 27 Mei 2008

 Ekuin


Subsidi
Kenaikan BBM mesti
Diarahkan
ke Produktivitas Masyarakat

Denpasar (Bali Post) -
Pemberian
bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat dinilai kurang mendidik. Lagipula, program yang dicanangkan melalui subsidi kenaikan harga BBM tersebut menunjukkan kebuntuan inisiatif pemerintah. Mestinya, subsidi kenaikan BBM itu diarahkan pada peningkatan produktivitas masyarakat. Dengan demikian, masyarakat terpacu untuk berproduksi yang pada akhirnya terlepas dari himpitan ekonomi.

Demikian dikatakan guru besar Fakultas Pertanian Unud Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, Senin (26/5) kemarin. Dikatakannya, saat ini masyarakat miskin banyak berada pada kalangan petani. Sangat pas, jika subsidi kenaikan BBM tersebut diarahkan pada peningkatan produksi pertanian.

''Jadi, program peningkatan produksi pertanianlah mesti lebih banyak diupayakan melalui pemberian subsidi kenaikan BBM. Misalnya, memberi subdisi pupuk, benih dan sarana produksi lainnya. Termasuk memperhatikan fasilitas pertanian berupa saluran irigasi, jalan dan sebagainya. Program padat karya yang dulunya pernah ada, penting dicanangkan lagi karena terbukti efektif membantu petani,'' kata Dewa Suprapta yang peraih penghargaan Satya Lencana Pembangunan dan Kalpataru tersebut.

Menurut Dewa Suprapta, alangkah baiknya pemerintah memberikan subsidi harga pupuk sehingga petani mampu meningkatkan produksi pertanian dengan maksimal. Misalnya, mensubsidi pupuk Phonska yang harganya relatif mahal tetapi mampu meningkatkan produksi 10-15 persen. Biar harganya bisa dijangkau masyarakat, perlu diberi subsidi, seperti yang dilakukan Pemprop Bali.

''Pemberian BLT kepada masyarakat kurang mendidik, kecuali kepada masyarakat yang memang betul-betul tidak berdaya secara ekonomi. Karena itu program yang dibuat mesti dapat meningkatkan perekonomian masyarakat secara permanen,'' ujarnya.

Lagipula, dengan tetap berproduksi, diharapkan perekonomian masyarakat terus meningkat dan akhirnya mampu mandiri. Kemandirian inilah penting ditumbuhkan dengan memacu mereka berproduksi. Agar masyarakat mampu berproduksi, di situlah diperlukan subsidi dari pemerintah.

Dikatakannya, mendapat dana dari hasil berproduksi jauh lebih bermakna ketimbang mendapatkan melalui pemberian. Lagi pula pemberian BLT akan dapat menimbulkan ketergantungan. Ya, kalau pemerintah terus memiliki anggaran. Bagaimana jika pada masa mendatang tidak ada? Agar tidak menimbulkan ketergatungan, program yang dicanangkan mesti dalam rangka meningkatkan produktivitas masyarakat. (08)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)