Subsidi
Kenaikan BBM
mesti
Diarahkan
ke
Produktivitas Masyarakat
Denpasar
(Bali Post) -
Pemberian
bantuan
langsung tunai (BLT)
kepada
masyarakat dinilai
kurang
mendidik.
Lagipula,
program yang dicanangkan
melalui
subsidi kenaikan
harga BBM
tersebut
menunjukkan
kebuntuan
inisiatif
pemerintah.
Mestinya,
subsidi
kenaikan BBM itu
diarahkan
pada
peningkatan produktivitas
masyarakat.
Dengan
demikian,
masyarakat
terpacu
untuk berproduksi
yang pada
akhirnya
terlepas
dari
himpitan ekonomi.
Demikian
dikatakan guru
besar
Fakultas Pertanian
Unud Prof. Dr. Ir.
Dewa
Ngurah Suprapta,
Senin (26/5)
kemarin.
Dikatakannya,
saat
ini masyarakat
miskin
banyak berada
pada
kalangan petani.
Sangat
pas, jika
subsidi
kenaikan BBM tersebut
diarahkan
pada
peningkatan produksi
pertanian.
''Jadi, program
peningkatan
produksi
pertanianlah
mesti
lebih banyak
diupayakan
melalui
pemberian subsidi
kenaikan BBM.
Misalnya,
memberi
subdisi pupuk,
benih
dan sarana
produksi
lainnya.
Termasuk
memperhatikan
fasilitas
pertanian
berupa
saluran irigasi,
jalan
dan sebagainya.
Program
padat
karya yang dulunya
pernah
ada, penting
dicanangkan
lagi
karena terbukti
efektif
membantu petani,''
kata
Dewa Suprapta yang
peraih
penghargaan Satya
Lencana
Pembangunan dan
Kalpataru
tersebut.
Menurut
Dewa
Suprapta, alangkah
baiknya
pemerintah memberikan
subsidi
harga pupuk
sehingga
petani
mampu meningkatkan
produksi
pertanian
dengan
maksimal.
Misalnya,
mensubsidi
pupuk
Phonska yang harganya
relatif
mahal tetapi
mampu
meningkatkan produksi
10-15 persen.
Biar
harganya
bisa
dijangkau masyarakat,
perlu
diberi subsidi,
seperti yang
dilakukan
Pemprop Bali.
''Pemberian BLT
kepada
masyarakat kurang
mendidik,
kecuali
kepada masyarakat
yang memang
betul-betul
tidak
berdaya secara
ekonomi.
Karena
itu program yang
dibuat
mesti dapat
meningkatkan
perekonomian
masyarakat
secara
permanen,'' ujarnya.
Lagipula,
dengan
tetap berproduksi,
diharapkan
perekonomian
masyarakat
terus
meningkat dan
akhirnya
mampu
mandiri.
Kemandirian
inilah
penting ditumbuhkan
dengan
memacu mereka
berproduksi.
Agar
masyarakat
mampu
berproduksi, di
situlah
diperlukan subsidi
dari
pemerintah.
Dikatakannya,
mendapat
dana
dari
hasil berproduksi
jauh
lebih bermakna
ketimbang
mendapatkan
melalui
pemberian. Lagi pula
pemberian BLT
akan
dapat
menimbulkan ketergantungan.
Ya,
kalau
pemerintah terus
memiliki
anggaran.
Bagaimana
jika
pada masa
mendatang
tidak
ada? Agar
tidak
menimbulkan ketergatungan,
program yang dicanangkan
mesti
dalam rangka
meningkatkan
produktivitas
masyarakat.
(08)