kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 27 Mei 2008

 Ekuin


Pedagang
Sembako Sepi Pembeli

Denpasar (Bali Post)-
Harga
kebutuhan pokok pascanaiknya harga BBM ternyata  belum terpengaruh secara signifikan. Menurut data dari Disperindag Propinsi Bali, Senin (26/5) kemarin, beberapa bahan pokok seperti beras, gula, telur dan bumbu dapur cenderung stabil. Harga beras lokal masih dipatok sekitar Rp 5.000/kg, sementara beras luar Bali sekitar Rp 5.500 hingga Rp 6.500/kg. Kendati kenaikan harga tak terlalu signifikan, namun para pedagang mengaku sepi pembeli.

Sedangkan harga minyak goreng mengalami kenaikan. Untuk minyak goreng curah super jika sebelumnya dibandrol dengan harga Rp 15.000/kg maka Senin (26/5) kemarin harganya menjadi Rp 15.500/kg. Untuk daging ayam broiler justru harganya turun dari Rp 20.000 menjadi Rp 18.000/kg, dan permintaan pun berkurang.

Dari hasil pantauan Bali Post di Pasar Badung, Senin (26/5) kemarin harga beras maupun telur belum mengalami kenaikan. Kecuali salah satu merek beras luar Bali yang mengalami kenaikan sekitar Rp 2.000/per zak isi 25 kg. Harga telur per butirnya Rp 800.

Kenaikan signifikan terjadi pada harga cabai merah besar. Jika beberapa hari lalu harga cabai merah besar masih dipatok Rp 6.000/kg, kemarin harganya sudah naik menjadi Rp 20.000/kg.

Menurut salah satu pedagang di Pasar Badung, Wayan Murni kenaikan harga cabai merah tersebut mulai berlaku sejak Senin (26/5) kemarin. ''Biasanya per kilonya Rp 6.000 tetapi sekarang naik sekitar tiga kali lipat,'' ujarnya.

Dilanjutkannya jika membeli cabai merah besar langsung dari distributor, harga per kilonya Rp 13.000. ''Tetapi harus beli satu keranjang dan tidak boleh dipilih. Jika busuk tetap diambil,'' tuturnya.

Sedangkan harga bawang merah, menurut Murni juga mengalami kenaikan dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 9.000/kg. Diakuinya meski harga bahan pokok tidak semuanya naik dan cenderung stabil, tetapi pembeli justru cenderung lebih sepi dari biasanya. ''Hari ini sepi tidak ada pembeli. Untuk balik modal saja sepertinya susah sekarang,'' ujarnya. (kmb24)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)