Pedagang
Sembako
Sepi Pembeli
Denpasar
(Bali Post)-
Harga
kebutuhan
pokok
pascanaiknya harga
BBM ternyata
belum
terpengaruh
secara
signifikan.
Menurut
data dari
Disperindag
Propinsi Bali,
Senin (26/5)
kemarin,
beberapa
bahan
pokok seperti
beras,
gula, telur
dan
bumbu dapur
cenderung
stabil.
Harga
beras
lokal masih
dipatok
sekitar Rp 5.000/kg,
sementara
beras
luar
Bali
sekitar
Rp 5.500 hingga
Rp 6.500/kg.
Kendati
kenaikan
harga
tak terlalu
signifikan,
namun
para pedagang
mengaku
sepi pembeli.
Sedangkan
harga
minyak goreng
mengalami
kenaikan.
Untuk
minyak
goreng curah super
jika
sebelumnya dibandrol
dengan
harga Rp 15.000/kg
maka
Senin (26/5) kemarin
harganya
menjadi
Rp 15.500/kg.
Untuk
daging
ayam broiler justru
harganya
turun
dari Rp 20.000
menjadi
Rp 18.000/kg, dan
permintaan pun
berkurang.
Dari hasil
pantauan Bali Post
di
Pasar Badung,
Senin (26/5)
kemarin
harga beras
maupun
telur belum
mengalami
kenaikan.
Kecuali
salah satu
merek
beras luar Bali yang
mengalami
kenaikan
sekitar
Rp 2.000/per
zak
isi 25 kg.
Harga
telur per
butirnya
Rp 800.
Kenaikan
signifikan
terjadi
pada harga
cabai
merah besar.
Jika
beberapa
hari
lalu harga
cabai
merah besar
masih
dipatok Rp 6.000/kg,
kemarin
harganya sudah
naik
menjadi Rp 20.000/kg.
Menurut
salah
satu pedagang
di
Pasar Badung,
Wayan
Murni kenaikan
harga
cabai merah
tersebut
mulai
berlaku sejak
Senin (26/5)
kemarin.
''Biasanya
per kilonya
Rp 6.000
tetapi
sekarang naik
sekitar
tiga kali lipat,''
ujarnya.
Dilanjutkannya
jika
membeli cabai
merah
besar langsung
dari distributor,
harga per
kilonya
Rp 13.000.
''Tetapi
harus
beli satu
keranjang
dan
tidak boleh
dipilih.
Jika
busuk
tetap diambil,''
tuturnya.
Sedangkan
harga
bawang merah,
menurut
Murni juga
mengalami
kenaikan
dari Rp
8.000/kg menjadi
Rp 9.000/kg.
Diakuinya
meski
harga bahan
pokok
tidak semuanya
naik
dan cenderung
stabil,
tetapi pembeli
justru
cenderung lebih
sepi
dari biasanya.
''Hari
ini
sepi tidak
ada
pembeli. Untuk
balik modal
saja
sepertinya
susah
sekarang,''
ujarnya.
(kmb24)