kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 27 Mei 2008

 Bali


Minim, Dana Pengaman Pantai

Semarapura (Bali Post) -
Ombak
makin ganas, abrasi juga makin parah. Kondisi tersebut berimbas pada tergerusnya lahan pertanian milik warga di sekitar pantai. Hektaran lahan pertanian warga menghilang. Saat ini, minimal sepuluh kilometer panjang pantai di Klungkung terkena abrasi sangat parah dan mengharuskan segera diperbaiki. Sayang, anggaran yang ada sangat terbatas. Pemkab Klungkung pun hanya merancang pembangunan 100 meter tanggul saja. Itu pun hanya di wilayah Pantai Semaya, Nusa Penida.

Malahan, dengan naiknya harga BBM yang notabene berimbas pada kenaikan harga-harga--termasuk harga bahan bangunan, dikhawatirkan rancangan 100 meter itu tidak terwujud dengan anggaran yang sangat terbatas. ''Kami masih me-review desain dan jenis pengaman pantai yang akan dibangun. Disesuaikan dengan harga pasar tentunya,'' tandas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klungkung I.B. Adnyana, Senin (26/5) kemarin.

Saat ini, dia mengaku tengah mensurvei harga-harga pasaran. ''Dengan kanaikan harga, dari yang dirancang 100 meter mungkin bisa diwujudkan hanya 50 meter,'' tambahnya. Dia tak menyebut berapa jumlah anggaran yang disediakan pada APBD 2008 untuk pembangunan tanggul pengaman pantai di Klungkung. Yang jelas, kata dia, anggaran yang dirancang berupa anggaran standar, Rp 8 juta/meter tanggul. Harga saat ini diperkirakan naik 40 persen.

 

Dua Masalah

Sementara itu, terkait jebolnya tanggul pengaman pantai yang baru saja selesai dikerjakan di Pantai Watu Klotok, I.B. Adnyana mengatakan ada dua persoalan pokok yang mesti diatasi. Yakni persoalan erosi akibat aliran Tukad Jinah dan abrasi gelombang laut. ''Makanya, kami akan mengajukan beberapa alternatif ke bupati untuk konstruksi perbaikannya. Mungkin kombinasi antara tanggul yang sudah ada dengan krib, bronjong atau pasangan batu tanpa spasi,'' tandasnya.

Saat ini, Pemkab Klungkung hanya memiliki dana Rp 189 juta, sisa jaminan pemeliharaan proyek yang dikerjakan Adhi Karya itu. Selebihnya, diarahkan menggunakan anggaran yang diambilkan dari pos bencana alam sebagaimana saran Bupati Klungkung Wayan Candra. ''Beberapa kekurangannya, masih kami hitung. Secepatnya akan kami tuntaskan agar kerusakan tanggul tak merembet ke yang lain,'' sebutnya. (kmb20)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)