Minim, Dana Pengaman
Pantai
Semarapura
(Bali Post) -
Ombak
makin
ganas, abrasi
juga
makin parah.
Kondisi
tersebut
berimbas
pada
tergerusnya lahan
pertanian
milik
warga di
sekitar
pantai.
Hektaran
lahan
pertanian warga
menghilang.
Saat
ini, minimal
sepuluh kilometer
panjang
pantai di
Klungkung
terkena
abrasi sangat
parah
dan mengharuskan
segera
diperbaiki.
Sayang,
anggaran yang
ada
sangat terbatas.
Pemkab
Klungkung pun
hanya
merancang pembangunan
100 meter tanggul
saja.
Itu
pun hanya
di
wilayah Pantai
Semaya,
Nusa Penida.
Malahan,
dengan
naiknya harga BBM
yang notabene
berimbas
pada
kenaikan harga-harga--termasuk
harga
bahan bangunan,
dikhawatirkan
rancangan 100 meter
itu
tidak terwujud
dengan
anggaran yang sangat
terbatas.
''Kami
masih me-review desain
dan
jenis pengaman
pantai yang
akan
dibangun.
Disesuaikan
dengan
harga pasar
tentunya,''
tandas
Kepala Dinas
Pekerjaan
Umum (DPU)
Klungkung I.B.
Adnyana,
Senin (26/5)
kemarin.
Saat
ini,
dia mengaku
tengah
mensurvei harga-harga
pasaran.
''Dengan
kanaikan
harga,
dari yang dirancang
100 meter mungkin
bisa
diwujudkan hanya 50
meter,'' tambahnya.
Dia
tak
menyebut berapa
jumlah
anggaran yang disediakan
pada APBD 2008
untuk
pembangunan tanggul
pengaman
pantai
di Klungkung.
Yang jelas,
kata
dia, anggaran yang
dirancang
berupa
anggaran standar,
Rp 8
juta/meter tanggul.
Harga
saat
ini diperkirakan
naik 40
persen.
Dua
Masalah
Sementara
itu,
terkait jebolnya
tanggul
pengaman pantai yang
baru
saja selesai
dikerjakan
di
Pantai Watu
Klotok, I.B.
Adnyana
mengatakan ada
dua
persoalan pokok yang
mesti
diatasi.
Yakni
persoalan
erosi
akibat aliran
Tukad
Jinah dan
abrasi
gelombang laut.
''Makanya,
kami
akan
mengajukan
beberapa
alternatif
ke
bupati untuk
konstruksi
perbaikannya.
Mungkin
kombinasi
antara
tanggul yang sudah
ada
dengan krib,
bronjong
atau
pasangan batu
tanpa
spasi,'' tandasnya.
Saat
ini,
Pemkab Klungkung
hanya
memiliki
dana
Rp 189
juta, sisa
jaminan
pemeliharaan proyek
yang dikerjakan
Adhi
Karya itu.
Selebihnya,
diarahkan
menggunakan
anggaran yang
diambilkan
dari pos
bencana
alam sebagaimana
saran Bupati
Klungkung
Wayan
Candra. ''Beberapa
kekurangannya,
masih
kami hitung.
Secepatnya
akan
kami
tuntaskan agar kerusakan
tanggul
tak merembet
ke yang lain,''
sebutnya.
(kmb20)