kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 27 Mei 2008

 Bali


Bantuan
Aspal Ricuh ---
Camat
Sukawati "Diadili" Warga

Gianyar (Bali Post) -
Bantuan
aspal dari pemerintah yang diberikan kepada masyarakat menjadi masalah. Bantuan aspal 90 drum akhirnya berbuntut ricuh. Minggu (25/5) malam lalu, bertempat di Banjar Gumicik, Camat Sukawati, Drs. Made Watha, yang diundang khusus oleh warga "diadili" atas bantuan aspal.

Warga dari Banjar Gumicik dan Banjar Manyar Desa Ketewel, Sukawati menuntut keberadaan jatah aspal bantuan yang telah turun selama ini. Bantuan aspal dari propinsi ini diklaim merupakan bantuan bagi tiga banjar yakni Gumicik, Kubur, dan Manyar, Desa Ketewel.

Hal ini berdasarkan pada tahun 1990, dalam pembuatan jalan swadaya lintas tiga banjar, sepanjang 2,5 kilometer tersebut dilakukan oleh warga dari tiga banjar tersebut. Ini pun telah menjadi tradisi dari ketiga banjar. Namun, setelah dibentuknya Penitia Pembangunan Jalan Swadaya, ternyata bantuan aspal tersebut sepenuhnya digunakan oleh Banjar Kubur untuk melakukan perbaikan jalan pada wilayahnya saja.

''Ironisnya, semua itu atas petunjuk dari Camat Sukawati yang merupakan warga dari Banjar Kubur, Ketewel,'' jelas Klian Manyar, Wayan Sukeh. Hal tersebut juga dibenarkan Klian Gumicik Drs. I Wayan Rawin, dan Ketua Pembangunan Jalan Swadaya Gumicik-Kubur-Manyar, Ketut Mardiana. Mardiana bahkan menunjukkan sejumlah dokumen yang menurutnya berisi keanehan.

Sementara dalam pertemuan, Made Watha menjanjikan aspal yang disebutkan warga kedua banjar tersebut. Di hadapan warga Gumicik dan Manyar, jatah kedua banjar tersebut akan digantikan. Pihak Gumicik menargetkan penggantian bantuan aspal tersebut sebulan. ''Sampai akhir Juni ini, kami tunggu janji penggantian yang diucapkan Camat,'' tegasnya. (kmb16)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)