HUT PKPB, Digelar
Pengobatan Gratis
di
Seraya
Masyarakat
Dambakan Air
Bersih
---
Amlapura
(Bali Post) -
HUT Partai
Karya
Peduli Bangsa (PKPB)
diisi
kegiatan safari kesehatan
berupa
pengobatan gratis di
Balai
Banjar Tanah
Barak,
Seraya Timur,
Karangasem,
Senin (26/5)
kemarin.
Saat
itu,
warga setempat
menyampaikan
bahwa
mereka mendambakan
proyek
pipanisasi air bersih
dari
Desa Ababi
segera
diwujudkan.
Terkait
harapan
warga, Ketua PKPB
Karangasem
Nengah
Suardana mengakui
krisis air
bersih
pada musim
kemarau
panjang masih
dialami
warga di
desa
tandus itu.
Proyek
senilai Rp 5
milyar yang
pernah
dirancang dengan
pipanisasi
dari
mata air di
Ababi
sampai kini
belum
diwujudkan Pemkab
Karangasem,
karena
sumber mata
airnya
mengecil.
Padahal
pipa
sudah dipasang.
Terkait
masalah
itu, Suardana
minta
warga setempat
melalui
klian banjar
dinas
mengajukan proposal
untuk
pembangunan cubang.
Menurutnya,
pembangunan
cubang air
hujan
lebih banyak
akan
jauh
lebih efektif,
karena
pemukiman warga
terpencar
di
perbukitan.
Suardana
juga
mengatakan masalah
kian
sulitnya mencari
tempat
memarkir jukung
bagi
ratusan nelayan.
Hal itu
dikhawatirkan
terus
menjadi sumber
konflik
di masyarakat
setempat.
Masalahnya
areal
pantai habis
digerus
abrasi.
Saat
nelayan
memarkir perahunya
di tepi
pantai
kerap rusak
dihanyutkan
gelombang,
bahkan
ada yang hancur
diterjang
ombak
besar.
''Dulu
pernah ada
bantuan
tali penambat
perahu
dari pemerintah,
rupanya
tali itu
tak
kuat.
Bila
memungkinkan
meratakan
lahan
di tepi
pantai
untuk areal
parkir
jukung, bisa
saja
diajukan bantuan
peminjaman
alat
berat ke
pemkab,''
ujar
Suardana.
PKPB Karangasem
menyerahkan
bantuan 1 ton
beras.
Sementara
Ketua PKPB
propinsi Bali AA
Sumari
Agung mengatakan
bakti
sosial pengobatan
gratis yang dihadiri
ratusan
warga itu
bukan
bermaksud menggiring
masyarakat
masuk
partai itu.
Namun,
lanjut Gung
Ari --
panggilan akrabnya --
hal itu
semata
kepedulian masyarakat
di
daerah tandus
dalam
membantu pengobatan.
Apalagi,
masyarakat
setempat
banyak
menderita penyakit
kulit
serta jenis
penyakit
lainnya
akibat krisis air.
Warga
setempat
mengakui
masih
menghadapi krisis air
bersih.
Saat
ini
karena baru
usai
turun hujan,
masih
ada persediaan air
hujan
di dalam
cubang,
serta jaringan
pipanisasi
dari
sumbernya di
pegunungan
masih
mengalirkan air.
Krisis air sangat
parah
saat musim
kemarau
panjang. Kini
tanaman
jagung di
desa
setempat tampak
subur,
namun diperkirakan
akan
gagal
panen karena
sudah
tampak layu
akibat
tak ada
hujan
turun. (013/*)