kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 27 Mei 2008

 Bali


HUT PKPB, Digelar Pengobatan Gratis di Seraya

Masyarakat
Dambakan Air Bersih  ---

Amlapura (Bali Post) -
HUT Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) diisi kegiatan safari kesehatan berupa pengobatan gratis di Balai Banjar Tanah Barak, Seraya Timur, Karangasem, Senin (26/5) kemarin. Saat
itu, warga setempat menyampaikan bahwa mereka mendambakan proyek pipanisasi air bersih dari Desa Ababi segera diwujudkan.

Terkait harapan warga, Ketua PKPB Karangasem Nengah Suardana mengakui krisis air bersih pada musim kemarau panjang masih dialami warga di desa tandus itu. Proyek senilai Rp 5 milyar yang pernah dirancang dengan pipanisasi dari mata air di Ababi sampai kini belum diwujudkan Pemkab Karangasem, karena sumber mata airnya mengecil. Padahal pipa sudah dipasang.

Terkait masalah itu, Suardana minta warga setempat melalui klian banjar dinas mengajukan proposal untuk pembangunan cubang. Menurutnya, pembangunan cubang air hujan lebih banyak akan jauh lebih efektif, karena pemukiman warga terpencar di perbukitan.

Suardana juga mengatakan masalah kian sulitnya mencari tempat memarkir jukung bagi ratusan nelayan. Hal itu dikhawatirkan terus menjadi sumber konflik di masyarakat setempat. Masalahnya areal pantai habis digerus abrasi. Saat nelayan memarkir perahunya di tepi pantai kerap rusak dihanyutkan gelombang, bahkan ada yang hancur diterjang ombak besar.

''Dulu pernah ada bantuan tali penambat perahu dari pemerintah, rupanya tali itu tak kuat. Bila memungkinkan meratakan lahan di tepi pantai untuk areal parkir jukung, bisa saja diajukan bantuan peminjaman alat berat ke pemkab,'' ujar Suardana.

PKPB Karangasem menyerahkan bantuan 1 ton beras. Sementara Ketua PKPB propinsi Bali AA Sumari Agung mengatakan bakti sosial pengobatan gratis yang dihadiri ratusan warga itu bukan bermaksud menggiring masyarakat masuk partai itu. Namun, lanjut Gung Ari -- panggilan akrabnya -- hal itu semata kepedulian masyarakat di daerah tandus dalam membantu pengobatan. Apalagi, masyarakat setempat banyak menderita penyakit kulit serta jenis penyakit lainnya akibat krisis air.

Warga setempat mengakui masih menghadapi krisis air bersih. Saat ini karena baru usai turun hujan, masih ada persediaan air hujan di dalam cubang, serta jaringan pipanisasi dari sumbernya di pegunungan masih mengalirkan air. Krisis air sangat parah saat musim kemarau panjang. Kini tanaman jagung di desa setempat tampak subur, namun diperkirakan akan gagal panen karena sudah tampak layu akibat tak ada hujan turun. (013/*)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)