kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 27 Mei 2008

 Bali


Puncak
HUT Ke-6 ''Bali TV'' dan HUT Ke-3 KKB ------
Pertahankan
Identitas Diri, Menjaga Bali Tetap Ajeg

Denpasar (Bali Post) -
Potensi
daerah Bali serta daerah lainnya di Indonesia, saat ini tengah mengalami serangan dari berbagai arah. Potensi daerah mengalami krisis, keprihatinan akan pudarnya jati diri daerah dan bangsa pun kian mengemuka. Untuk itulah, semua pihak, di Bali khususnya, mesti menanamkan sebuah idealisme. Idealisme untuk mempertahankan identitas diri demi menjaga Bali tetap ajeg hingga titik darah terakhir. 

Demikian disampaikan Direktur Utama Bali TV dan Ketua Koperasi Krama Bali (KKB) Satria Naradha pada puncak perayaan HUT ke-6 Bali TV dan HUT ke-3 KKB yang dilaksanakan di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Senin (26/5) kemarin.

Dikatakannya, Bali TV yang kini telah genap berusia enam tahun, lahir dari rasa jengah untuk menjaga idealisme pertahanan jati diri daerah Bali melalui jalur pemanfaatan teknologi informasi. Idealisme tersebut dianggap sebagai sebuah kebanggaan sekaligus sebuah komitmen yang hingga kini tetap tertanam dan dilaksanakan. Komitmen tersebut juga selaras dengan slogan Bali TV yaitu ''Matahari dari Bali''. Dalam realitanya, Bali TV mengisi hari, menit dan detik tayangannya dengan senantiasa menggali dan mendalami potensi Bali sekaligus memberikan pencerahan bagi masyarakat Bali.

''Kita yakin komitmen untuk mengajegkan Bali bisa kita kawal dan laksanakan. Sebab, kita adalah lembaga pers yang independen. Bali TV jangan terlena, Bali TV harus fokus pada komitmen tersebut. Sebab, kita bukan bentukan pejabat, pedagang ataupun politikus yang ditunggangi berbagai kepentingan,'' katanya.

Dalam menjaga komitmen tersebut, lanjut Satria Naradha, tentu saja akan banyak rintangan menghadang. Belum maksimalnya pelaksanaan, disebabkan karena Bali TV sendiri masih dalam proses belajar dengan berbagai kekurangan yang dimiliki. Untuk itulah, Bali TV sangat mengharapkan bantuan masyarakat guna memperbaiki segala kekurangan tersebut. ''Masyarakat harus pahami bahwa Bali TV bukanlah TV untuk berbisnis, tetapi TV yang memberikan pencerahan mengenai komitmen mengajegkan Bali hingga titik darah terakhir,'' ujarnya.

Sebagai tantangan ke depan di tengah kondisi bangsa yang sedang ''sakit'', Bali TV selain terus memberi pencerahan, juga patut mengembangkan diri secara terus-menerus, menjaga kreativitas agar tidak lesu serta melakukan evaluasi guna pemecahan masalah. ''Masih perlu kerja keras dan semangat untuk tetap menjadi 'Matahari dari Bali','' tegas Satria Naradha.

Berbicara mengenai KKB, komitmen yang diemban tidaklah berbeda dengan Bali TV. KKB lahir untuk membangun kemandirian dan jati diri ekonomi masyarakat Bali. Melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini digulirkan KKB,  KKB memberi sumbangan yang sifatnya sistematis dan bertanggung jawab. Di mana kesemuanya bertujuan menjamin terciptanya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (ded)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)