Puncak
HUT Ke-6 ''Bali TV'' dan HUT
Ke-3 KKB ------
Pertahankan
Identitas
Diri,
Menjaga
Bali Tetap
Ajeg
Denpasar
(Bali Post) -
Potensi
daerah Bali
serta
daerah lainnya
di Indonesia,
saat
ini tengah
mengalami
serangan
dari
berbagai arah.
Potensi
daerah mengalami
krisis,
keprihatinan
akan
pudarnya
jati
diri daerah
dan
bangsa pun kian
mengemuka.
Untuk
itulah,
semua pihak,
di Bali
khususnya, mesti
menanamkan
sebuah
idealisme.
Idealisme
untuk
mempertahankan identitas
diri
demi menjaga
Bali
tetap
ajeg hingga
titik
darah terakhir.
Demikian
disampaikan
Direktur
Utama Bali TV
dan
Ketua Koperasi
Krama Bali (KKB)
Satria
Naradha pada
puncak
perayaan HUT ke-6 Bali TV
dan HUT ke-3 KKB yang
dilaksanakan di
Wantilan
Gedung
Pers Bali K. Nadha,
Senin (26/5)
kemarin.
Dikatakannya,
Bali TV yang kini
telah
genap berusia
enam
tahun, lahir
dari
rasa jengah
untuk
menjaga idealisme
pertahanan
jati
diri daerah Bali
melalui
jalur pemanfaatan
teknologi
informasi.
Idealisme
tersebut
dianggap
sebagai
sebuah kebanggaan
sekaligus
sebuah
komitmen yang hingga
kini
tetap tertanam
dan
dilaksanakan.
Komitmen
tersebut
juga
selaras dengan slogan
Bali TV yaitu ''Matahari
dari
Bali''.
Dalam
realitanya, Bali TV
mengisi
hari, menit
dan
detik tayangannya
dengan
senantiasa menggali
dan
mendalami potensi
Bali sekaligus
memberikan
pencerahan
bagi
masyarakat Bali.
''Kita yakin
komitmen
untuk
mengajegkan Bali bisa
kita
kawal dan
laksanakan.
Sebab,
kita
adalah lembaga
pers yang
independen.
Bali TV jangan
terlena, Bali TV
harus
fokus pada
komitmen
tersebut.
Sebab,
kita
bukan bentukan
pejabat,
pedagang
ataupun
politikus yang ditunggangi
berbagai
kepentingan,''
katanya.
Dalam
menjaga
komitmen tersebut,
lanjut
Satria Naradha,
tentu
saja
akan banyak
rintangan
menghadang.
Belum
maksimalnya pelaksanaan,
disebabkan
karena Bali TV
sendiri
masih dalam
proses
belajar dengan
berbagai
kekurangan yang
dimiliki.
Untuk
itulah, Bali TV
sangat
mengharapkan bantuan
masyarakat
guna
memperbaiki segala
kekurangan
tersebut.
''Masyarakat
harus
pahami bahwa Bali TV
bukanlah TV
untuk
berbisnis, tetapi TV
yang memberikan
pencerahan
mengenai
komitmen
mengajegkan
Bali hingga
titik
darah terakhir,''
ujarnya.
Sebagai
tantangan
ke
depan di
tengah
kondisi bangsa yang
sedang ''sakit'',
Bali TV selain
terus
memberi pencerahan,
juga
patut mengembangkan
diri
secara terus-menerus,
menjaga
kreativitas agar tidak
lesu
serta melakukan
evaluasi
guna
pemecahan masalah.
''Masih
perlu
kerja keras
dan
semangat untuk
tetap
menjadi 'Matahari
dari
Bali','' tegas
Satria
Naradha.
Berbicara
mengenai KKB,
komitmen yang
diemban
tidaklah berbeda
dengan Bali TV.
KKB lahir
untuk
membangun kemandirian
dan
jati diri
ekonomi
masyarakat
Bali.
Melalui
kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR)
yang selama
ini
digulirkan KKB, KKB
memberi
sumbangan yang sifatnya
sistematis
dan
bertanggung jawab.
Di
mana
kesemuanya bertujuan
menjamin
terciptanya
pembangunan
ekonomi yang
berkelanjutan.
(ded)